Ikhlas

Ikhlas sebuah kata yang sangat sering terucap namun belum tentu dalam bersikap, ikhlas sebuah kata yang dalam dan memukau, siapa yang tidak akan terpukau dengan sikap ini, mudah dikatakan tetapi dalam pelaksanaan selalu saja ada ganjalan, selalu saja disebut-sebut kalau kita itu orang yang ikhlas, benarkah kita sudah ikhlas?? Apa makna ikhlas yang sebenarnya?? bagaimana ikhlas itu berjalan?? mmm.. tentu menjadi pertanyaan besar diotak kita.
Imam Ibnul Qayyim menjelaskan arti ikhlas yaitu mengesakan Allah di dalam tujuan atau keinginan ketika melakukan ketaatan, beliau juga menjelaskan bahwa makna ikhlas adalah memurnikan amalan dari segala yang mengotorinya. Inilah bentuk pengamalan dari firman Allah dalam surat Al-Fatihah ayat 5 yang artinya: “Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.”
Berhati-hatilah bila dalam beramal dalam hati kita menginginkan sesuatu dari tujuan-tujuan duniawi. Karena hal tersebut bisa menjadi pertanda kebinasaan karena Allah tidak akan menerima amal tersebut dan hanya menjadikannya seperti debu yang berterbangan sebagaimana firman Allah yang tercantum dalam QS Al-Furqan: 23 yang artinya: “Dan kami perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan lalu kami jadikan amal itu seperti debu yang berterbangan” Ikhlas memang tidak mudah. Akan tetapi kita harus belajar dan mempraktekkan keihlasan itu sendiri. Demikian pula seperti yang tercantum dalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesunggunhnya Allah telah berfirman: Aku sangat tidak butuh kepada sekutu, barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang dia menyekutukanKu di dalamnya maka akan Aku tinggalkan dia dan sekutunya” (HR. Muslim).

Sebagai seorang muslim kita tentu tahu surat Al-Ikhlas, disitu ditegaskan bahwa Allah sebagai pondasi dasar setiap apa yang kita lakukan baik ibadah yang bermakna ukhrowi maupun hal yang keduniawian. Ikhlas itu menjadi sebuah filosofi yang begitu dalam, Bumi ikhlas kepada segala sesuatu yang berada diatasnya, dan itu dilakukan karena sunatullah penciptanya, begitu pula matahari, bintang, bulan, air, api semua Ikhlas dalam arti menaati segala sunatullah yang digariskan kepadanya, lalu apakah kita masih menyalahkanNya dari setiap kejadian yang terjadi kepada kita?? yang tau jawabannya adalah anda sendiri..

Ikhlaslah seperti daun yang tak pernah membenci angin, ikhlaslah seperti kayu kepada api yang menjadikannya abu, ikhlaslah seperti bumi terhadap sesuatu diatasnya

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Gambar | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s