Arsip Bulanan: Januari 2013

Apakah Lelaki Bukan Pilihan?

Lapangan Merdeka Monas, Akhirnya Kita duduk di sebuah bangku kayu di sana, bukan di puncak Jaya Wijaya Papua, bukan pula di sebuah pulau tak bernama di daerah perbatasan Indonesia – Filipina, seperti yang pernah Kita nujumkan dulu di Yogyakarta tempat pertama kita bertemu.
Aku masih ingat betul bagaimana Kamu diam mematung di bawah payung seraya menatap Istiqlal dan Katedral yang saling bersinggungan, waktu itu awal hujan di bulan mei, jalan di merdeka barat tampak dipenuhi kendaraan mobil dan motor yang bermacet-macetan, tetapi itu sama sekali tidak mengubah pandanganmu, Menjelang senja gerimis jatuh membasahi Kubah Istiqlal yang megah dan Menara Katedral yang tampak berdiri tegak di kejauhan.
Di depan lapangan merdeka itulah jejak Sejarah Indonesia ditulis dengan tinta – tinta darah, seperti namanya Lapangan merdeka adalah saksi bisu perjuangan masyarakat Indonesia dalam menggapai Kemerdekaan, 350 Tahun lamanya Negeri ini terjajah oleh Belanda, jepang, dan Inggris, dan Sejak 17 Agustus 1945 Indonesia telah menyatakan Kemerdekaannya dari penjajahan, dan dentum Proklamasi itupun masih tersimpan rapi dan kita bisa mendengarkannya di sini di sebuah gedung berbalut Emas api itu, Sementara di bangunnya Istiqlal adalah tanda Syukur Masyarakat atas Kemerdekaan yang sudah diraih, sejalan dengan Maknanya Istiqlal yang berarti adalah “Kemerdekaan”, dan letaknya yang berdampingan dengan Katedral Merupakan Simbol Keberagaman dan Kerukunan antar Umat beragama di Indonesia.
Tapi Aku tahu hatimu tak sedang menikmati pemandangan menakjubkan itu, dari pembaharuan status FB yang kamu tuliskan tadi pagi Aku tahu betapa berat langkahmu meninggalkan Surabaya demi sebuah Pekerjaan meliput sebuah Event di lapangan Merdeka Monas, dan Aku pun sama sepertimu berada di sini demi sesi Liputan yang harus Aku selesaikan.
Menatap Senja itu bagiku Seperti menatap masa depan di ujung sana, seperti hari-hari yang selalu berlalu dengan di akhiri senja, entah dengan matahari yang bulat pasang dan mega merah,pelangi ataupun badai,petir, angin,yang menyeramkan itu.
Menatapmu kali ini sepertiku menatap senjaku, ini tentangmu, Aku melihat matahari begitu cerah tak ragu menampakan wujudnya yang kemerah-merahan, mega merah tampak begitu menjanjikan, namun kehadirannya (kekasihmu) itu bagiku adalah badai, badai yang merenggut segalanya, badai yang meneggelamkan warna cintaku, serpihan hatiku bertaburan di langit tak bertuan sore itu, bayang mentari itupun gugus, sirna menusuk bola mataku, seiring tenggelamnya senja hatiku menerima catatan asmara yang kelam.

Bertemu dan bekerjasama dalam sebuah pekerjaan jelas bukan gagasan yang bagus, Kita sama-sama tak pernah mengingankannya, terutama aku mungkin sejak kamu meninggalkanku demi lelaki yang tak pernah Aku kenal itu, “Cinta itu tidak bisa dipaksa Mas” perkataan itu yang masih teriang-iang di kepalaku, lalu apa artinya ungkapan cintamu yang dulu, apa artinya pelukan dan kecupan itu, apa artinya kebersamaan kita di masa itu, tanyaku di kala itu, tetapi sampai sekarang aku tak pernah tahu jawabanmu.
“Aku lelaki tak mungkin menerimamu bila ternyata kau mendua membuatku terluka”
Lagu Iwan Fals itulah yang selalu menghiburku di malam-malam yang gelisah, jika aku mengingatmu dan dia, maka aku putuskan aku ini lelaki bukan untuk dipilih, lagu itu selalu mampu menyakinkanku, kamu memang telah menentukan pilihan tetapi aku ini lelaki punya harga diri seperti lagu Iwan Fals itu Aku ini Lelaki bukan pilihan, Aku tak akan mengemis meminta cintamu itu, Toh sampai saat ini kita baru bertemu lagi setelah 2 tahun setelah peristiwa itu.
Maka ditepi Lapangan Merdeka sore itu, aku memilih diam dan membiarkanmu tenggelam dalam lamunan, Aku tahu pikiranmu tengah mengembara ke satu sosok nan jauh disana, aku lebih suka kesunyian ini terdiam di udara mengalir bersama hujan gerimis di awal bulan mei, telah aku putuskan dalam hatiku Aku lelaki bukan untuk dipilih seperti senandung Iwan Fals yang pedih itu.

Inspired by Bukan lelaki pilihan ( Iwan Fals )

Iklan

Apa Alasan Anda untuk Menyerah

Selama Nafas  Masih berhembus, raga masih di dalam dada, Sesungguhnya tidak ada alasan untuk kita berhenti, tidak ada yang final kecuali maut yang menghadang, pelik memang tidak mudah memang maka dari itu kita disuruh untuk mempermudahnya, Loohh bagaimana cara mempermudah kehidupan yang sulit ini? Yang pertama Anda harus lakukan adalah merubah kata negatif “Sulit” Menjadi tidak mudah, Kenapa kan sama Saja?, yang membedakan itu adalah pikiran bawah sadar Anda, ketika Anda bilang tidak mudah berarti masih bisa dipermudah tinggal dibuang kata tidaknya, dan jika Anda bilang sulit maka itu titik disitu, banyak kok orang yang diluar nalar mampu melakukan sesuatu keajaiban, Kalau kata atasan saya dulu Sukses itu tidak ada rahasianya Cuma dibatasi kata Mau atau tidak, Jadi setelah mengubah setelan alam bawah sadar kita lakukanlah dari yang kita bisa, kalau jatuh ya bangun kembali, jatuh bangun lagi, dan seterusnya, karena tak ada yang final kecuali Anda sendiri yang mengakhiri tindakan Anda, Maka Jadilah Winner (Pemenang) Jangan mau menjadi seorang Looser (Penyerah), Selama keberadaan kita dimuka bumi maka selama itu kita punya potensi untuk bergerak dan merubah nasib, bahkan nasib orang lain, Tentunya atas khendakNya, Jadi jangan berputus asa jika sesuatu yang kau rencanakan tak sesuai dengan kenyataan, jangan berputus asa jika karena putus cinta, Upss soal putus cinta penulis punya pengalaman pribadi, tetapi bukan itu yang akan kita bahas kali ini, didalam Alquran mengatakan Segala sesuatu yang tercipta dimuka bumi ini tidak diciptakan dengan kesia-siaan, Jadi segala sesuatu yang tercipta di muka bumi dari Mulai yang terkecil seperti Amoeba, sampai yang terbesar seperti gajah dan apalagi kita manusia diciptakan dengan khendak maksud darinya, dan tak ada maksud darinya untuk menjadikan kita seorang looser (pengeluh, penyerah, Pengumpat,dsb) dan ingat tak ada yang sia-sia, semua punya manfaat semua punya potensi, So, Jangan menyerah kawan, Jalani saja hidup ini dan kemudian tentukan makna hidup dari kehidupanmu, karena manusia diciptakan menjadi seorang khalifah, penentu kebijakan di muka bumi sesuai degan FirmanNya dalam surat Al-Baqarah, Jadi tidak cukup dengan hidup mengikuti arus, maka tentukanlah kearah mana engkau akan menjadi, Kita harus punya visi dan misi, harus punya prinsip dan mimpi karena dengan begitulah kehidupan akan terasa bergairah, dan akhirnya harapan-harapan itulah yang mampu membuat kita sampai Kepada Tuhan Semesta Alam, mereka yang berharap cenderung lebih dekat dengan Tuhan berbeda dengan mereka yang tak punya harapan cenderung pasif dan tak bergairah, Maka banyak berdoalah karena doa adalah senjata orang beriman, Kemudian Actionlah karena beras yang keras tak bisa diubah hanya dengan omongan tapi Actionlah Masaklah beras itu hingga menjadi Nasi dan enak dimakan, banyak kok mereka yang menurut logis terlihat tidak mampu tetapi mereka mampu membuktikan bahwa mereka bisa, Teman Saya seorang Penulis yang difabel(cacat fisik) bahkan untuk bangun untuk dudukpun dia perlu dibantu, tetapi dia mampu menjalani hidupnya dengan ceria dan Manfaat dan memilih Arah tulis menulis untuknya saling berbagi, Masih banyak contoh lainnya yang tidak saya sebutkan disini, Lalu apalagi alasan kita untuk diam, Actionlah, Actionlah Kemenangan sudah terlihat didepan Mata dan jangan berputus asa karena putus asa merupakan cara lain diri kita untuk menghina Tuhan”,

Sekian