Berbagi Galau

Galau..! Siapa sih yang ngga pernah galau, dari anak gelandangan yang mengeluh susah cari makan sampai presiden kitapun sering bergalau ria lewat curhatan atau yang lebih melankolis lagi lewat album tembangan, hehee.. benarkan..!, apakah anda sedang galau hari ini, kalau begitu sama dong sama saya, hehehe.. kalau begitu mari kita berbagi.
Galau, ini merupakan penyakit segala umat, dari bayi yang baru lahir sampai sosok tua renta yang mikirin bagaimana nanti di akhirat pernah terjangkit penyakit ini, saya tidak ingin menceritakan kegalauan pribadi saya disini, saya hanya ingin sedikit berbagi, berbagi dan berbagi, apa dan bagaimana penyakit ini bisa mewabah pada manusia dari zaman Nabi Adam sampai sekarang zaman Adam Jordan, saya pikir zaman Adam Jordan pun, udah lewat ya, hehehe.. Lalu sekarang zaman Adam siapa lagi ya?? Anda bebas buat jawab sendiri..!
Nabi Adam pernah galau..!
Seperti diketahui, Allah Swt menciptakan Adam untuk dijadikan sebagai Khalifah di muka bumi, mengelola bumi ini beserta segala isinya. Namun sebelum diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di Surga. Saat masih di Surga, Allah Swt juga menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya yang kemudian diberi nama Hawa. Sebelum diturunkan ke bumi Adam dan Hawa tergoda Iblis melanggar larangan Allah Swt dengan memakan buah Khuldi. Insiden inilah yang akhirnya menjadi sebab keduanya diturunkan ke bumi. Lalu Adam dan Hawa menyesali perbuatannya dan bertaubat (menurut riwayat, Adam dan Hawa menangis terus-menerus selama 60 tahun karena ‘terusir’ dari nikmat Syurga yang tidak mereka dapatkan di bumi). Allah Swt kemudian menerima taubat keduanya lalu menunjuk Adam sebagai Rasul-Nya.
Ketika peristiwa terusirnya Nabi Adam dari surga, Dan mengetahui sang kekasih juga berada di bumi yang sama, namun entah di belahan mana. Tak ada teman untuk berbincang dan berbagi rasa. Betapa sepinya. Betapa rindunya. Betapa galaunya beliau. Inilah yang dialami Nabi Adam as dan isterinya Hawa ketika pertama kali diturunkan ke bumi, di tempat yang berbeda, terpisah jarak yang sangat jauh. Keadaan ini harus mereka terima dan jalani cukup lama (ada riwayat yang menyebut 500 tahun dan ada yang menyebut 300 tahun, ada juga yang menyebut 40 tahun, tapi ada juga yang menulis hanya 40 hari). Mereka akhirnya bertemu di suatu tempat di bumi yang bernama Jabal Rahmah, Arafah.
Lalu siapa lagi yang pernah galau?
Nabi Ibrahim, dalam kisahnya mencari Tuhan beliau mengalami kegalauan yang luar biasa, Pada suatu malam, Nabi Abrahim As kagum akan bintang-bintang yang ada di langit. Ia menganggap bahwa itu adalah Tuhan. Namun kemudian ia kecewa ternyata bulan lebih besar dari pada bintang. Ia menganggap pula bahwa bulan adalah Tuhannya yang sebenarnya. Namun ketika menjelang pagi Nabi Ibrahim terkejut karena bintang dan rembulan yang semalam diyakini sebagai Tuhan ternyata lenyap dari pandangan. Nabi Ibrahim pun kecewa lagi. Lalu muncul pula matahari yang bersinar lebih terang dan besar. Ia mengganggap bahwa matahari itula Tuhannya. Sekali lagi Nabi Ibrahim as kecewa karena matahari juga hilang karena malam tiba. Sampai pada akhirnya Nabi Ibrahim mendapat ilham dan mengetahui bahwa ALlah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Dan kegalauanlah yang menjadikannya hakekat pencipta yang sebenarnya.
Lalu siapa lagi yang pernah galau?
Nabi Muhammad SAW, beliau sering menyepi di Gua hira, beliau menyendiri dan berkhalwat untuk menenangkan hatinya. Beliau beribadah beberapa malam di sana sebelum kembali kepada keluarganya dan meminta bekal secukupnya, setelah itu beliau pun kembali kepada Khadijah radhiallahu ‘anha, dan berbekal kembali secukupnya.
Maka datanglah seorang malaikat seraya mengatakan, “Bacalah!” beliau menjawab, “Saya tidak dapat membaca.” Lalu dia (malaikat) menarikku dan mendekapku dengan erat hingga aku merasa kepayahan, lalu ia melepasku. Kembali ia mengatakan, “Bacalah!” beliau menjawab, “Saya tidak dapat membaca.” Lalu dia (malaikat) menarikku untuk kedua kalinya dan mendekapku dengan erat hingga aku merasa kepayahan lalu ia melepaskanku. Dia tetap memerintahkan, “Bacalah!” Beliau menjawab, “Saya tidak bisa membaca.” Lalu dia (malaikat) menarikku untuk ketiga kalinya dan mendekapku dengan erat hingga aku merasa kepayahan, lalu melepaskanku kemudian mengatakan,
“Bacalah dengan (menyebut) Nama Robbmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Robbmulah yang Maha pemurah.”
Kemudian beliau pulang dalam keadaan hatinya gemetar ketakutan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallammenemui Khadijah binti Huwailid seraya berkata, “Selimuti aku, selimuti aku.” Maka beliau pun diselimuti hingga hilang dari diri beliau rasa takut tersebut. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bercerita kepada Khadijah tentang kejadian yang dialaminya, beliau mengadukan: “Sungguh aku mengkhawatirkan diriku,” jawab khodijah menenangkan: “Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala, janganlah engkau merasa khawatir, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah akan merendahkanmu selamanya, sesungguhnya engkau adalah seorang yang menyambung tali silaturahmi, engkau telah memikul beban orang lain, engkau suka membantu seorang yang kesulitan, engkau menjamu para tamu, dan selalu membela kebenaran.”

Lalu siapa lagi??
Menurut pemahaman saya, semua ilmuan, penemu, sastrawan, atau apapun profesinya berkarya karena berproses pada kegalauan, dari titik itulah mereka memulai, Thomas Alfa Edison mungkin tak akan pernah menemukan listrik ataupun lampu jika tidak galau waktu itu, begitupun yang lainnya, C. Grahamam Belt, Copernicus, James Watt, Colombus, Wright bersaudara, dst, semua berproses berawal dari sebuah kegalauan.

Lalu bagaimana dengan Anda? Masih galaukah..! Pastikan kegalauan itu yang membawa Anda pada kehidupan yang lebih baik, bukan malah menyengsarakan dan membuat putus asa atau hilang semangat. Karena galau adalah penyakit keturunan sama halnya dengan mati. Manusia akan selalu berkembang, berkembang, dan berkembang dan awal proses itu selalu berawal dari sebuah kegalauan.

Ini Nasehat pribadi buat penulis dibuat dengan berbagai sumber, jika berkenan silahkan tinggalkan jejak dihalaman komentar.

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s