Pertama Kali Saya Mengumandangkan Adzan (curhat)

Dulu, ketika menjadi santri TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an), saya pernah dipaksa mengikuti lomba Adzan oleh guru, karena memang khusus untuk lomba Adzan semua santri lelaki wajib ikut, dan ikutlah saya, dan jreng.. hasilnya bagaimana?? Saya adalah satu-satunya santri yang salah melafazkan Lafaz Adzan ketika itu,(pengen nangis kalau ngingetnya), maklum, waktu itu sekitar baru 5 atau 6 tahun (membela diri), walau santri yang lain juga seumuran segitu (bunuh diri), sampai sekarang saya belum tahu mengapa dulu saya menjadi santri satu-satunya yang salah mengumandangkan Adzan, yang saya yakini itu bukan karena kebodohan tetapi hanya karena faktor lupa (membela diri) hehee..

Cukup mengenang masa kecil saya sampai di kesalahan mengumandangkan Adzan itu, kali ini saya ingin mengajak Anda ke masa remaja, ketika SMP saya adalah orang yang begitu pemalu, salah satu siswa yang tidak pernah menjadi petugas upacara dari SD sampai SMP, salah satu siswa yang paling takut kalau tampil di depan, salah satu siswa yang pernah dihukum karena tidak mampu menghafal hadist oleh guru agama, padahal kalau tidak di depan guru saya hafal (membela diri, tapi kali ini serius deh), mungkin perasaan salah melafazkan lafaz Adzan di waktu kecil itu membuat saya menjadi trauma berkepanjangan, Ahhk itu pembelaan pribadi saya saja, tetapi Anda bebas berpendapat.

Saya adalah orang yang begitu pengecut waktu itu (sekarang merasa jadi pemberani) hehe, sampai-sampai ketika diajak untuk berdagang bubur ayam saja saya tidak mau (saudara saya tukang bubur ayam ketika itu), boro-boro jualan sendirian atau mengumandangkan Adzan lagi, sama sekali tidak terpikirkan, alasannya cuma dua, takut dan malu, dan mulailah saya berdalih kepada kaka saya yang sering ngomel “Malu itu sebagian dari pada iman” (ngeplesetin Hadist ini namanya), sampai akhirnya saya dipertemukan kepada organisasi Islam yang berbasis pelajar ketika itu, Pelajar Islam Indonesia, di organisasi inilah saya mulai belajar untuk kritis, mempertanyakan banyak hal, termasuk kebenaran agama saya sendiri, dan di Organisasi inilah saya berani tampil di muka umum, ikut LBT (Leader Basic Training) di Bekasi, ikut Demo di Bundaran HI waktu itu, dan kegiatan lainnya, yang membuat saya tersadar setiap manusia itu mahluk yang unik dan merupakan diciptakan untuk menjadi Khalifah di muka bumi, jadilah saya sedikit demi sedikit menjadi lebih baik, soal adzan jangan ditanya lagi sejak kelas 2 SMA saya menjadi marbot Masjid di lingkungan dekat saya tinggal, pasti Anda tahu salah satu tugas Marbot itu apa?? Adzaannn.. hehhee, Saya jadi tukang Adzan di Masjid itu sekaligus membersihkan semua fasilitas mesjid, dan saya bersyukur ketika itu, karena sudah tidak salah lagi dalam melafazkannya, hahhaa.. dan selama satu tahun (sampai kelas 3 SMA) saya menjadi marbot tetap di sana, dan terus mengumandangkan Adzan, dan sekarang saya masih suka mengumandangkan Adzan walau tidak sesering dulu, Adzanlah sebelum engkau diAdzankan pikir saya, dan teman-teman saya yang dulu ikut lomba adzan bersama saya dan ikut mentertawakan saya ketika saya melakukan kesalahan dalam melafazkannya sekarang kemana? Ahhk Saya kira tidak perlu dibahas, yang perlu saya lakukan adalah melawan diri sendiri bukan orang lain, titik sampai di sini.

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s