Memilih lupa

Heyy gadis, apa kabarmu sekarang? Hmm.. Apa kau mau tahu bagaimana caraku untuk melupakanmu kali ini?, tidak, tidak, bukan seperti apa yang kau pikirkan, Aku sama sekali tidak menyentuh racun itu, Alkohol dan rokok, sesuatu yang pernah kau bilang sebagai candu, padahal mencintaimu saja aku sudah lebih dari sekedar mencandu racun itu, bukan pula dengan exstasi yang membuat banyak orang direhabilitasi dan terlihat gila, bukan itu gadis, sekali lagi bukan itu. Kali ini Aku lebih memilih membiasakan diriku untuk bangun lebih awal dari pada biasanya, ku coba untuk lebih mendekati DIA yang Maha Agung, Kepada DIA yang menguasai dan sempat menyatukan hati kita, yaa hati kita, hingga akhirnya masing-masing kita memutuskan terluka, dan kemudian, dalam hening yang dingin itu ku panjatkan kebaikan untukku dan untukmu, karena kamu dan Aku sudah tak lagi menjadi kita, sudah tak lagi bersama, tetapi ya sudahlah, Aku tak mau lagi membahasnya di sini. Kau tau berapa kali Aku melakukannya gadis? Hingga saat ini gadis, hingga saat ini, ketika luka-luka sudah tak lagi tak kasat mata, mungkin kau tidak sepertiku, berlama-lama mengunjungi ruang kosong yang kehilangan pemiliknya, Aku tahu, akan ada pemiliknya yang baru, tetapi tidak akan pernah sama, dan Akupun tahu kau sedang menanti sosok yang berbeda di sana, karena kau telah berjanji tak akan pernah kembali. Dan ketika hening menyambutku kali ini, kuputuskan untuk berdoa tentang hal yang paling Aku takutkan, melupakanmu, yaa, melupakanmu, dan kemudian dalam hatiku berujar “Wahai diri sesungguhnya gadismu itu akan berjodoh dengan sosok yang lebih baik dari pada kau, dan kau diri, akan berjodoh dengan sosok yang lebih baik dari pada gadis” Kemudian tangispun datang, tangisan kebahagiaan, karena Aku sudah memutuskan untuk lupa.

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di cerpen. Tandai permalink.

2 Balasan ke Memilih lupa

  1. bintangrina berkata:

    tulisan yang enak dibaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s