Antara Kenangan Kehilangan dan Mendapatkan part 2

Pergantian antara gelap dan terang itu hanya berjarak 12 jam bernapas manusia,dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, itu sesuatu yang sangat sistematis yang terjadi berulang dalam hidup kita, tetapi untuk hati tahukah kau bagaimana ia bisa berubah? Butuh waktu berapa lama? Apalagi untuk hati yang terluka, terlalu banyak alibi untuk berhenti meninggalkan, begitukan kita..!

Setiap orang akan belajar dari setiap kehilangan, semua akan merasakan itu, karena itu proses alam yang sangat umum dan wajar, jika ada orang yang mengaku bahwa dia tidak pernah merasakan yang namanya kehilangan,itu jelas bohong, begitu pula jika ada orang yang mengaku tidak pernah mendapatkan sesuatu apapun, itu juga jelas kebohongan, karena fitrah manusia adalah merasakan kehilangan dan mendapatkan.

Dahulu, ketika saya kelas satu SMP, Saya kehilangan seorang nenek, Saya menangis untuk setiap momen yang telah saya lalui bersamanya, karena saya tahu nenek tak akan pernah kembali, sedangkan kenangan bersama nenek masih menggumpal di memori otak, kenangan lucu, sedih, gembira, semua terekam tiba-tiba ketika kenangan itu tahu bahwa sesuatu yang sudah dilewati tak akan berulang.

Saya juga pernah kehilangan seekor kucing yang mati karena sakit, dan saya lagi-lagi menangis untuk kenangan-kenangan itu, begitu mudahnya menyingkap kenangan, cukup tekan on pada tombol hati kita, semua terbayang dan kemudian mengajarkan banyak hal,termasuk kesedihan.

Dan baru-baru ini, saya kembali kehilangan, seorang mantan tetangga yang meninggal dunia, dulu, ketika rumahnya masih di samping rumah,saya sering sekali bersamanya,untuk bekerja, mencari keong, mencari kijing, mencari cacing sutera, membuat empang dan sebagainya, lumayan buat tambahan saya yang masih bersekolah waktu itu, beliau tinggal bersama anaknya yang sering saya panggil teteh, dan ketika saya sudah lulus sekolah, beliau memutuskan untuk berpindah tempat tinggal, dan sejak itu saya tidak pernah bertemu lagi, mungkin sekitar 7 tahun lamanya, dan kemarin tanggal 8 Juni, di hari minggu,ada seorang datang mengabarkan bahwa beliau meninggal dunia, dan berangkatlah saya bersama seorang teman ke daerah Cibogo, sampai di tujuan, saya hanya bisa melihat maqamnya yang baru saja dikebumikan.

Kehilangan yang paling menyakitkan itu adalah kehilangan hati, ketika kau telah diacuhkan, ketika kau malah didiamkan oleh orang-orang tersayang, bukan malah dimarahi atau diperhatikan karena 2 hal itu merupakan bentuk kasih sayang, tetapi diacuhkan dan tidak dipedulikan adalah pengabaian yang pasti. Jika terjadi demikian ikhlaskan pada Illahi, sungguh DIA Maha berkhendak.

Catatan sehari-hari

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Antara Kenangan Kehilangan dan Mendapatkan part 2

  1. hanni hj berkata:

    maka aku inget banget deh ada kalimat begini dari seorang raja pada permaisurinya yang sedang sedih; “aku mohon, menangislah atau marahilah aku, mendiamkanku seperti ini sama saja kau membunuhku.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s