Tangisan Kehidupan

Subuh menggema di kehidupan yang baru dimulai

Langit-langit terhimpit fajar yang menerjang dan gelappun meninggalkan

Langkah seorang bocah kecil itu menyayat hati seorang alim yang terperanjak untuk salat

“Apa yang kau cari nak” kata seorang alim kepada bocah itu

Tidak ada jawaban yang ada hanya senyuman ketulusan

Karena si bocah tau seorang alim tidak membutuhkan jawaban untuk usaha memenuhi kehidupan

Jika sampah menjadi limbah bagi sebagian orang, tetapi tidak untuk bocah yang subuh-subuh buta sudah berjalan

Mencari uang untuk sekedar makan, dan di mana negara yang dibilang berdaulat dan sejahtera

Jangan-jangan kita belum merdeka, atau hanya sebagian orang saja yang merasakannya

Seorang alim tadi terburu-buru untuk pulang, mengambil kain sarung yang masih bersih

Memberikannya kepada si bocah yang masih bersimbah sampah itu

Dan dituntunnya untuk salat bersama, “Bukankah kita harus berdaya” celetuk di hati seorang alim

Lalu bagaimana mungkin seorang alim hanya menyuruh anak itu untuk bersabar

“Saya harus menjadi wakil Tuhan di muka bumi, sesuatu yang belum saya mulai, padahal hidup sudah sedemikian panjang” hatinya kembali membatin
Maka seorang alim memutuskan untuk membawa sang bocah pulang, memberikan seragam sekolah dan membawa si bocah kembali bersekolah.

“Di sini tempatmu nak, bukan lagi di jalan pengharapan yang kau bilang sebagai sumber kehidupan, belajarlah dan kemudian sejahterakan orang-orang di bumi, kau adalah wakil-wakil Tuhan di muka bumi” tepuk seorang alim pada pundak bocah itu untuk mengakhiri

Bogor 06 Juni 04:44

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di cerpen. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s