Puisi menghentikan luka

Malam bersinergi maka jadilah pagi,
gelap bersenggama maka datanglah rimba,

Kita memulai lagi waktu itu, di saat malam-malam yang haru, ketika rindu menggebu, dan hatiku beku, meleleh bagai es bersuhu

Mentari menyinari, jarum jam patah berhenti, kita mulai lagi kali ini, mulai mengambil jarak menepi, memulai ego yang terselisihi

Dan Aku mendebu, hilang tanpa abu, maka tinggallah kaku, berdiam dalam relung hatiku

Jiwa-jiwa bertebaran kesana-sini, menari-nari dalam luka di hati, dan sesak mulai menyiksa diri, dan hidup kembali mengajari, bahwa semua akan berjalan kembali, entah ada maupun tiada kau di sisi

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s