Lebaran ohh lebaran

Lebaran sudah lewat 2 hari, sudah adakah resolusi hidup yang terbarui, harusnya ya sudah siaplah dari berhari-hari, tetapi kenyataannya banyak yang mengalir saja tanpa berhenti sejenak memikirkan rencana hati. Hihiii kalau itu termasuk saya juga penulis artikel ini.. ehh ngomong-ongmong soal hati, ternyata banyak pula yang belum move on yah, terutama kemarin setelah kumpul keluarga dan ditanya kapan nikah?? Hihiii pertanyaan klasik sekali, sungguh menggugah hati, menusuk sampe sini nih… (nonjok dada sambil berlebay mode on) yang nanyapun kayanya orang yang ngga tau diri, hahaa ehh peace deh…

Nah.. kawan, sekarang kita serius sikit, bagaimana rencana kita setelah melewati bulan suci? Apa ada yang berencana pergi haji? Ehh tinggal 2 bulan lagi ya, atau ada yang berencana menikahi pasangan hati? Yaa sudah bagus sekali kalau begitu. Kemarin saya denger seorang teman yang akan menikah di bulan haji, lalu muncul pertanyaan lahh.. saya kapan ya? Hahaha.. dan pertanyaan besarnya sama siapa? Mulai deh saya menjadi pemuda putus asa, tetapi targetnya habis lebaran ini deh, lah kalau di kampung saya yang seumur saya dianggap sudah lumayan tua, padahal umur baru genap 25 tahun februari tahun depan, ini cuma curcol kegalauan hati… Haahaaa.. tetapi tentu sangat penting bagi sipemilik akun ini.. Yeeyy “Apa siihh sayamah cuma bubuk rengginang” Hahaaa… ngedenger ini lucu sekaligus miris, tanda putus asa sang pemilik kalimat, saya tetap berkeyakinan sebagai sosok yang luar biasa yang diciptakan Tuhan, lahh apa si segala bubuk rengginang dibawa-bawa, manusia itu jauh lebih terhormat dari itu, sungguh ungkapan bubuk rengginang terkesan malah menghina Tuhan. Haduuhhh kita sudah melenceng jauh nih, dari soal hati sampai pasangan dan ujung-ujungnya bubuk rengginang. Baiklah-baiklah, mari kita serius sikit…
Lebaran sudah move on menuju hari kehari, nanti apa kita bakal bertemu lagi hari raya ini, Wallahualam, siapa yang bisa menjamin? Tetapi sebenarnya bukan masalah hari raya ini, tetapi bagaimana kita sesudah ini? Masih rajin ke masjidkah? Berjamaah? Apa malah ditinggalkan saja masjid dan salat 5 waktunya, masih suka menjaga pandangankah seperti di bulan suci atau malah memilih jelalatan sana sini dan bertindak sesuka hati.

Mulai hari ini saya sadar betul, dangdut bakalan berdendang lagi di sana sini bukan tadarusan orang yang mengaji, pelacuran bakal jor-jor’an bahkan di dekat tempat saya daerah parung hampir terang-terangan menawarkan diri. Miris, miris sekali bukan.

Semoga kita kembali kepada fitri dan menjaga kefitriannya hingga akhir hayat menghempas napas terakhir hidup ini

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s