Arsip Bulanan: Desember 2014

Menjajaki Gunung Menir

Di sudut lain, menelusuri gunung menir, walau tidak seterkenal dan sebesar gunung di sebelahnya yaitu gunung salak, tetapi sudah cukup membuat kaki kelelahan untuk menapaki terjal kulitnya. Kota dengan bangunan-bangunan yang menjulangnya terlihat kerlap kerlip di kejauhan. Tuhan memang demikian besar atas segala apa yang diciptakanNya.

Tanpa direncanakan sebelumnya, sabtu 27 desember kemarin saya diajak ke gunung menir oleh seorang kawan, kira-kira dua jam perjalanan kami tempuh dengan sepeda motor, dengan menelusuri jalan kemang ciampea dan sampailah ke pamijahan, kondisi jalan lumayan bagus, tetapi banyaknya tanjakan yang berkelok bikin adrenalin merinding, saya bersama teman berlima orang, tersenyum, bercanda dan tawa, foto-foto, melihat monyet liar, menapaki jurang dan kelelahan.

Ritual terakhir adalah pemandian air panas, menuju ciparay, melihat bebatuan yang sebesar tempayan, mandi di kali yang airnya deras, sungguh kehabisan kata-kata untuk mengagumi ciptaan Tuhan ini.

Pulang maghrib, kami bisa melihat kota dengan bangunan yang tingginya bercahaya kerlap kerlip. Indah nian, dan lagi-lagi terpana dalam pesona Sang Pencipta. Alhamdulilah, Allahuakbar
Gunung_menir

Gunung_menir2

Iklan

Untukmu Ibu bukan di hari Ibu

Ibu boleh dibilang adalah salah satu bentuk kasih Tuhan yang turun ke muka bumi. Airmatanya tak pernah habis untuk seorang anak. Rasa susah, lelah, peluh dan kesah semua sudah tak lagi mempunyai bentuk menyatu dalam paket kehidupan bahkan semua tak bisa dibedakan antara kebahagiaan atau mungkin kesedihan. Melahirkan dengan pengorbanan nyawa, mengeluarkan darah yang memerah, hingga sampai sang anak remaja, dewasa, atau bahkan berkeluarga. Kasih sayangnya masih tetap saja sama, tak berkurang, masih memperlakukan sang anak seperti anak kecil dengan memanjakannya dengan yang ia punya. Kebahagiaan sang anak adalah kebahagiaannya dan kemurungan sang anak adalah kemurungannya, entah walau tak habis pikir apa untungnya buat dirinya sendiri, malah sering ruginya. Maka benarlah Rasul bilang ketika ditanya siapa orang yang harus paling dihormati di bumi ini “Ibumu.. Ibumuu.. Ibumuu” Yaa.. siapapun tahu itu, bahwa surga tidak berada di makam para wali, bahkan tidak pula berada di tanah suci, tetapi itu surga itu ada pada sosok yang paling dekat dengan seorang anak “Ibu”. Ingin masuk neraka, caranya gampang, durhakai ibumu, seperti cerita Al-qamah yang susah dalam sakratul mautnya. Maka benarlah ada yang bilang, Ibu menyimpan kramat yang Tuhan karamahkan bagi orang yang taat. Doanya tak ada batasnya dengan Tuhan, restunya restu Tuhan, maka ketika manusia mempunyai mimpi, doa seorang ibu adalah senjata yang paling makbul menembus langit ketujuh, dan Tuhanpun akan tersenyum memberikannya sebagai Yang Maha Pengasih.

Ketika menulis ini ibu saya sedang tertidur tepat di samping saya, senyum-senyum saya pandangi ia sejenak, sosok bertubuh mungil ini yang 25 tahun lalu melahirkan saya ke dunia nyata. Konon katanya setelah melahirkan saya ibu sakit kepala bertahun-tahun, sejak bermimpi dihinggapi ular di kepalanya, untuk berobat sana-sini bapak sampai habis menjual tanah, Alhamdulilah sembuh atas izinNya dengan seorang kiayi di bogor daerah pasir gaok. Waktu saya di dalam kandungan pernah pula sesosok mahluk melingkar itu nyata-nyata datang ke kamar, mencoba menakuti seisi rumah, kondisi saat itu tak ada listrik, rumah pagar masih dengan pelita minyak tanah, suara desirnya terdengar ketika 2 ekor kucing menyerang tepat di bawah tempat tidur ibu saya, satu kucing wafat karena terkena gigitan ular dan satu kucing lagi hidup dengan mata yang terkena sembur racun. Dan syukurnya kucing yang matanya berwarna berbeda sebelah itu diizinkan hidup berumur panjang, sampai-sampai saya bisa mengenal dan melihatnya di umur saya 10 tahunan. Ohw sungguh saya serasa menjadi sangat istimewa bisa lahir ke dunia dengan selamat. Tuhan menginginkan saya lahir dan bernapas hingga kini, dan memberi kesempatan saya untuk menjadi khalifah seperti firmanNya di kitab suci, terlepas wasilah para kucing yang melawan sang ular waktu itu.

Saya pandangi lagi ibu saya yang tertidur pulas di samping saya, kulitnya sudah mulai mengeriput, rambutnya sudah putih sebagian, ingin rasanya bersimpuh peluh atas pengorbanannya selama ini, sungguh saya mencintainya, maka ketika saya membuat cerita tentang seorang wanita berkacamata waktu itu, saya menjadi orang yang sangat bersalah, karena tak membuat cerita tentangnya, mengapa digalaukan oleh sosok yang bukan siapa-siapa saya, padahal ada wanita pahlawan yang merawat, mengingatkan, yang menjadi sosok ibu dan juga sahabat selama ini. Seseorang yang tidak bisa membaca alphabet tetapi mampu membaca kehidupan alam nyata, seseorang yang membuat saya bersekolah, bersemangat dan menjadi manfaat. Alhamdulilah segala puji hanya milik Allah atas kasihNya yang berbentuk wanita bernama Ibu.

Mungkin memang tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan kasih seorang ibu, kasih sayangnya sempurna, hanya memberi dan tak harap kembali, bagai sang surya yang menyinari dunia.

Untukmu Ibu bukan di hari Ibu, tetapi untuk semua hari yang napasnya melantunkan doa yang tak pernah usai.

Merayakan 13 Desember

Hari ini hari ulang tahunmu. Doa-doa terbaik terpanjatkan, ucapan selamatpun membuncah ruah dari kerabat dan teman. Dan di sisi lain Aku yang sudah tidak berteman di fb mu pun tergerak mengunjungi dinding fb, memperhatikan ucapan-ucapan doa dan selamat , sambil mengaminkan setiap doa kebaikan dari orang-orang yang kau kasihi. Akhirnya ucapan selamat yang rencananya tidak akan ku sampaikan langsung kepadamu itu pun terangkai, merasa iri saja jadinya dengan teman-temanmu yang bisa menuliskan ucapan dan doa itu di wall fb mu, sementara aku tidak bisa menuliskannya karena kau memang sudah memblok akun fb ku dari dulu. Dan syukurnya blok itupun sudah kau lepaskan, jadi Aku tetap bisa mengunjungi wall fb mu untuk sekedar melihat setiap pembaharuan statusmu, walau memang tidak bisa melike atau berkomentar untuk sekedar menanyakan kabar. Kata-kata ucapan selamat dan doa yang sederhana itupun kuluncurkan melalui pesan singkat. Dan terjawab pula dengan kata-kata yang jauh lebih singkat dari doa dan ucapanku itu sendiri. Mungkin memang seharusnya cukupku doakan saja kau dari kejauhan, mengirimkan doa-doa kebaikan tidak harus disampaikan ke orang yang bersangkutan bukan. Tetapi cukup sampaikan itu ke langit dan kemudian Tuhan yang akan menyampaikan doa-doa itu berupa kenyataan dalam bentuk-bentuk doa yang sebenarnya. Mungkin pesan singkatku itu membuka luka lama, jika tidak denganmu maka itu berlaku untukku.

Hari ini mengingatkanku banyak hal, mengantarmu pulang, atau menjemputmu melalui perjalanan depok pamulang, atau cijantung serpong. Dulu kita pernah bercanda tawa, bergurau bersama, makan di kaki lima atau berlaku marah yang membuat mukaku memerah, pernah suatu ketika Aku meninggalkanmu ketika setelah service motor, karena Aku kira kau sudah naik di belakangku, hingga setelah motor jalan dan Aku ngomong sendirian, Aku baru tersadar, bahwa kau masih di tempat service motor yang membuatku harus putar balik dan membuat kita berdua tertawa terpingkal-pingkal. Mungkin kenangan itu tepat 13 desember 2 tahun lalu. Pernah pula Aku menginap di sekolahan di dekat rumahmu dengan lilin dan tidur di atas meja belajar siswa, dan ketika jam 3 malam suara bising pasar membuatku terbangun, dan mamamu juga bangun menemani ngobrol di depan beranda sekolah bersamaku. Tetapi kenangan itu semua sudah lusuh, sudah tak bermakna apa-apa dan tak membuat kita berada di tempat yang sama.

Mungkin hubungan kita renggang sejak saat itu, sejak perdebatan pendapat yang membuat emosimu membuncah, dan keegoisanku menyepah. Tetapi semuanya sudah selesai, semuanya meninggi mengawang. Harapan menikah denganmu pun goyah, janji-janji itu pun mengawan jauh keawan. Aku menyesal atas semua ini, Maafkan Aku yang tidak mampu membuatmu yakin untuk menikah denganku, maafkan Aku atas kerapuhan ketika itu. Sungguh jika ada kesempatan hidup kembali, aku akan memilih untuk memperbaiki ini semua, tetapi semuanya sudah usai. Kau dan Aku memang tidak berjodoh, cinta kita cuma jadi kenangan tepat di atas makam sepupumu yang menjadi kesaksian ketika itu. Itulah saat terakhir kita bertemu. Saat Aku tak mampu berlaku dewasa karena tak mampu menahan rasa, dan rasa sakit itu mengajarkanku untuk menerima, bukan melupakan tetapi untuk ikhlas atas ketentuan yang memang sudah ditakdirkan Tuhan.

Selamat ulang tahun. Semoga doa-doa kebaikan melantun selalu di setiap sisa napasmu. Al-fatihah.

Postingan in ditulis untuk merayakan 13 desember bukan 25 desember yang sedang marak itu

Pertama kalinya Diruqyah

Jadi makin beriman dengan sesuatu yang gaib. Seperti apa yang telah dijelaskan dalam Al-quran Surat Al-baqarah ayat 2-3

“Kitab (Al quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
(QS. 2:2)
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
QS. 2:3)”

Salah satu yang gaib di antaranya ya mahluk Allah yang namanya Jin. Jadi selama ini saya kalo tidur sering dierep-erep (ditindih) dan kadang juga mimpi buruk selain itu juga sering dibuat waswas, kalo salat kadang lupa “ini rakaat berapa ya?” Dan sebagainya. Setelah konsultasi kepada seorang terapy bekam dan Ruqyah akhirnya saya dibekam + diruqyah. Seumur-umur baru deh diruqyah.

Kesimpulannya, memang ada gangguan Jin terhadap diri saya, dan dinasehatin banyak deh, pertama saya memang sering merasa kosong kalau lagi salat, maksudnya sering terkesan cuma fisiknya saja yang mengerjakan salat tetapi hati saya kemana-mana, kalau masalah gangguan Jin, setan dan sejenisnya memang semua orang diganggu sama yang begitu, ya itu memang sudah kodrat mereka menggoda manusia dari zaman nabi Adam sampai sekarang, yang bisa kita lakukan adalah berlindung dengan doa kepada Allah. Bahwa kita manusia adalah mahluk yang lebih mulia dan sangat penting untuk Pede dalam arti menyakini Allah akan menolong hamba-hambanya yang memohon kepadaNya. Dan setelahnya banyak-banyaklah mengkaji Al-quran supaya wawasan dan hati semakin luas, sesungguhnya setan lebih takut orang yang berilmu yang sedang tertidur daripada orang yang bodoh yang sedang salat.

Oleh-oleh salat Jumat 12 Desember 2014

Oleh-oleh dari Salat Jumat hari ini..

Zzzzz………..

Tidur ? Ngga dong… Hihii
Penghutbah Jumat kali ini lumayan asik, dijelasin tentang bagaimana Negara Islam seperti Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab yang kaya raya, yang sudah bingung kalo mau cari mustahiq zakat yang 8 mustahiq, kalo di Negara kita sih belum begitu, malah ada yang ngantri sampe keinjek-injek,. Semoga ngga kejadian lagi kaya gitu ya..
Ada sudut pandang yang lumayan asik buat disimak dari sang Ustadz.
“Apa jangan2 kita dan para pemimpin negara ini kurang istigfar, karena orang yang paling pelit menurut ajaran Islam adalah orang yang tidak mau beristighfar” katanya menjelaskan
“Padahal dalam Hadist dikatakan orang yang memperbanyak beristigfar maka akan dicukupi segala kebutuhannya, dipermudah dalam hidupnya dan diberikan rezeki yang tidak ia sangka jalannya” masih lanjut menjelaskan..
“Coba tengok Usman bin Affan, Abdurahman bin Auf..” katanya lagi masih melanjutkan
“Sebenarnya masalah rizki itu sama dengan khusuk dalam salat, kita tidak bisa meraihnya sendiri, tetapi kita bisa mencari sebabnya. Dan Allahlah yang menurunkan rahmatnya jika seseorang meraih itu semua” Jelas lagi sang Ustadz..
Ngomong2 saya baru tahu kenapa koruptor itu dijuluki tikus dari Khutbah tadi, ternyata tikus itu memang berbeda sama kucing, Apanya yang beda? Kalo kucing kalo makan masih milih-milih tetapi kalo tikus, sabun aja dimakan, pakaian dimakan..
“Rakyat kita ngga bakalan bisa sejahtera selama kalo yang ada di pemerintahan dan dewannya para tikus-tikus” Katanya lagi tegas..
“Bener juga yaa..” Saya manggut-manggut supaya ngga ngantuk.. :v
“Kita sebagai orang yang berislam harus memegang teguh 3 hal, yaitu: Islam, Iman dan Jamaah..”
“Orang islam harus Iman, setelah iman mari kita bergaul sesama, berjamaah menyerukan kebaikan supaya kita punya power” kata sang ustadz..

Intinya itu yang disampein sang ustadz tadi.. Hidihh bangganya Jumat ini saya ngga tidur.. xixixixii bahkan sampe bisa nulis beginian walau acak-acakan.. Hihii.. Lanjut kerja.. 

Sakit-sakit tapi Curhat

Benar apa kata petuah orang dulu bilang
“Nikmatnya sehat akan terasa ketika sakit datang”

Ini bukan ngomongin masalah sakit hati ya… sama sekali bukan.. Dasar anak muda galauers yang diinget sakit hati melulu.. hehehe.. Ini benar-benar sakit secara fisik.

Jadi kemarin itu saya izin pulang lebih awal dari biasanya dari tempat kerja, alasan saya ya sakit, karena kemarin itu saya bener-bener pusing 7 keliling, plus batuk pilek yang menyiksa saluran pernapasan, napas terasa tersengal-sengal, fisik saya serasa begitu lemah,. Syukurnya Kopaja jurusan rambutan blok M yang lewat statiun kalibata itu ngga sumpek alias masih kosong dan jalannya pun cepet ngga ngetem dulu, lanjutnya karena masih siang, KRLpun kosong melompong. Alhamdulilah semesta berpihak kepada saya hari itu. Sampai di rumah yang pertama saya tuju adalah Ibu, malaikat berwujud manusia pemberian Tuhan yang Agung. Keluhan pusing, batuk, pilek, perut mual tak terbendung dari mulut saya, dan akhirnya timbullah solusi percobaan pertama dari Ibu saya. “Dikerokin” sesuatu yang sudah lazim buat orang kebanyakan, setelah dikerokin saya minum obat warung, tetapi semuanya serasa mentah, tak ada dampak yang membuat saya lebih baik. Malamnya saya tidak bisa tidur, batuk, mual, pusing 7 keliling dan ehh ada penyakit baru datang tanpa salam. BAB terus-terusan, perut mules ngga karuan, jadilah dari jam 2 malam saya melek sampai pagi, padahal sebelumnya juga saya tidur bangun, tidur bangun, pokoknya malam itu bukan malam yang ramah buat saya. Paginya belum ada perkembangan, malah ditambah meriang panas dingin ngga karuan, badan saya panas, dan saat itu saya benar-benar membayangkan bagaimana nikmatnya sehat, sesuatu yang tidak saya pikirkan ketika nikmat sehat itu digenggaman.

Siangnya saya memaksakan diri buat mengendarai motor untuk berobat ke klinik, ya mau gimana lagi, tetangga dan saudara saya yang bisa motor semuanya sudah berangkat kerja, saya di rumah dengan Ibu dan bapak, bapak jelas tidak bisa bawa motor Ibu saya juga ngga mungkin.. Satu-satunya harapan tadinya keponakan saya yang masih sekolah, tetapi jam 11 rasanya saya sudah ngga tahan, karena dia pulangnya jam 1 siang. Ya Uwiss lah, saya berangkat aja dengan bismillah.. Sampai di klinik Alhamdulilah tidak ngantri, ada yang lucu pas dokter memeriksa perut saya, dokter geleng-geleng kepala, sambil tertawa melihat perut saya yang diikat dengan kain yang diisi daun-daunan. Paginya ibu saya memang berinisiatif buat nampel perut plus kepala saya, yang di kepala ditampel dengan daun cempiring sedangkan yang di perut ditampel dengan daun bandotan dan ketika mau pergi ke klinik, bujur yang terikat di kepala saya lepas, sedangkan yang di perut saya lupa melepasnya. Dan senyum-senyum deh saya di ruangan dokter klinik itu. Antara malu dan lucu.. Hihiii.. Pas dicek dokter tekanan darah saya 90/60. Pantas saja lemes banget, apalagi memang bulak-balik toilet melulu.

Alhamdulilah di hari kedua ini saya sudah merasa baikan, badan sudah tidak panas lagi, batuk pilek sudah tidak seheboh kemarin, sekarang tinggal mual plus BABnya yang belum baikan. Yaa sudah, saya lanjut tiduran lagi ya, lanjut ngebayangin betapa nikmatnya rasa sehat lagi.. Kalo menurut hukum tarik menarik Ketika kita memikirkan sesuatu hal maka ketika itu semesta akan mendukung terhadap apa yang kita pikirkan.. Lanjut mikirin sehat.. sehat.. sehat..sehat…

Ini ditulis kamis 04 Desember 2014. Setelah itu saya masih sakit dan ada satu kejadian yang terjadi di hari minggu 07 Desember. Sesuatu yang lumayan mengejutkan. Dan akan saya tulis jika semuanya sudah beres. Semoga Allah memudahkan kehidupan kita semua. Aamiin

Salam