Untukmu Ibu bukan di hari Ibu

Ibu boleh dibilang adalah salah satu bentuk kasih Tuhan yang turun ke muka bumi. Airmatanya tak pernah habis untuk seorang anak. Rasa susah, lelah, peluh dan kesah semua sudah tak lagi mempunyai bentuk menyatu dalam paket kehidupan bahkan semua tak bisa dibedakan antara kebahagiaan atau mungkin kesedihan. Melahirkan dengan pengorbanan nyawa, mengeluarkan darah yang memerah, hingga sampai sang anak remaja, dewasa, atau bahkan berkeluarga. Kasih sayangnya masih tetap saja sama, tak berkurang, masih memperlakukan sang anak seperti anak kecil dengan memanjakannya dengan yang ia punya. Kebahagiaan sang anak adalah kebahagiaannya dan kemurungan sang anak adalah kemurungannya, entah walau tak habis pikir apa untungnya buat dirinya sendiri, malah sering ruginya. Maka benarlah Rasul bilang ketika ditanya siapa orang yang harus paling dihormati di bumi ini “Ibumu.. Ibumuu.. Ibumuu” Yaa.. siapapun tahu itu, bahwa surga tidak berada di makam para wali, bahkan tidak pula berada di tanah suci, tetapi itu surga itu ada pada sosok yang paling dekat dengan seorang anak “Ibu”. Ingin masuk neraka, caranya gampang, durhakai ibumu, seperti cerita Al-qamah yang susah dalam sakratul mautnya. Maka benarlah ada yang bilang, Ibu menyimpan kramat yang Tuhan karamahkan bagi orang yang taat. Doanya tak ada batasnya dengan Tuhan, restunya restu Tuhan, maka ketika manusia mempunyai mimpi, doa seorang ibu adalah senjata yang paling makbul menembus langit ketujuh, dan Tuhanpun akan tersenyum memberikannya sebagai Yang Maha Pengasih.

Ketika menulis ini ibu saya sedang tertidur tepat di samping saya, senyum-senyum saya pandangi ia sejenak, sosok bertubuh mungil ini yang 25 tahun lalu melahirkan saya ke dunia nyata. Konon katanya setelah melahirkan saya ibu sakit kepala bertahun-tahun, sejak bermimpi dihinggapi ular di kepalanya, untuk berobat sana-sini bapak sampai habis menjual tanah, Alhamdulilah sembuh atas izinNya dengan seorang kiayi di bogor daerah pasir gaok. Waktu saya di dalam kandungan pernah pula sesosok mahluk melingkar itu nyata-nyata datang ke kamar, mencoba menakuti seisi rumah, kondisi saat itu tak ada listrik, rumah pagar masih dengan pelita minyak tanah, suara desirnya terdengar ketika 2 ekor kucing menyerang tepat di bawah tempat tidur ibu saya, satu kucing wafat karena terkena gigitan ular dan satu kucing lagi hidup dengan mata yang terkena sembur racun. Dan syukurnya kucing yang matanya berwarna berbeda sebelah itu diizinkan hidup berumur panjang, sampai-sampai saya bisa mengenal dan melihatnya di umur saya 10 tahunan. Ohw sungguh saya serasa menjadi sangat istimewa bisa lahir ke dunia dengan selamat. Tuhan menginginkan saya lahir dan bernapas hingga kini, dan memberi kesempatan saya untuk menjadi khalifah seperti firmanNya di kitab suci, terlepas wasilah para kucing yang melawan sang ular waktu itu.

Saya pandangi lagi ibu saya yang tertidur pulas di samping saya, kulitnya sudah mulai mengeriput, rambutnya sudah putih sebagian, ingin rasanya bersimpuh peluh atas pengorbanannya selama ini, sungguh saya mencintainya, maka ketika saya membuat cerita tentang seorang wanita berkacamata waktu itu, saya menjadi orang yang sangat bersalah, karena tak membuat cerita tentangnya, mengapa digalaukan oleh sosok yang bukan siapa-siapa saya, padahal ada wanita pahlawan yang merawat, mengingatkan, yang menjadi sosok ibu dan juga sahabat selama ini. Seseorang yang tidak bisa membaca alphabet tetapi mampu membaca kehidupan alam nyata, seseorang yang membuat saya bersekolah, bersemangat dan menjadi manfaat. Alhamdulilah segala puji hanya milik Allah atas kasihNya yang berbentuk wanita bernama Ibu.

Mungkin memang tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan kasih seorang ibu, kasih sayangnya sempurna, hanya memberi dan tak harap kembali, bagai sang surya yang menyinari dunia.

Untukmu Ibu bukan di hari Ibu, tetapi untuk semua hari yang napasnya melantunkan doa yang tak pernah usai.

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s