Antara kucing, jakarta dan cinta

Hari ini si belang kucing peliharaan saya di rumah bulak-balik mendekati si merah kucing peliharaan saya lainnya dengan terkesan bermaksud menyerang, sayapun mengusirnya dengan memukulnya berkali-kali, tetapi bukan malah kabur atau lari, si belang malah berlaku manis, menjatuhkan dirinya ke lantai dan menyentuh tangan saya dengan kepalanya, Ohw Tuhan sayapun tersentuh dengan sikap manisnya, merasakan sentuhan bulu-bulunya yang halus, meresapi setiap sentuhan ditambah bunyi meongnya yang demikian lirih minta dikasihani, walau ini berbanding terbalik dengan sikapnya di belakang, si belang sering ambil ikan diam-diam, menyerang si merah dan si pusi, kucing lain yang memang sudah menyerah dengannya, atau bahkan kencing sembarangan di sana sini, itu mengapa Ibu saya sangat memusuhi si belang, tetapi tetap saja kalau pulang ya diberikan makan lagi, yaa disayang lagi. Saya jadi tidak mengerti antara benci dan sayang mengapa jadi begitu dekat ya. Ada yang mengerti? Atau boleh juga saya analogikan pengertian ini dengan mencintai kota Jakarta. Banyak orang menghujat jakarta dengan macet-macetnya, dengan banjirnya, dengan segala apa yang ada di dalamnya, tetapi tetap saja tinggal-tinggal lagi di jakarta, tetap saja kembali lagi ke jakarta. Ada yang pernah mengalami mencintai pasangan dengan cara membencinya? Atau ada yang lebih exstream lagi.

Saya sungguh tidak mengerti jika sudah membicarakan wilayah cinta, tetapi demikian hanya dimengerti oleh pelakunya, mencintai dan membenci mungkin selalu dikatakan sebagai sesuatu yang berlawanan walau nyata-nyatanya kata cinta mungkin tidak akan pernah ada tanpa benci, dan sebaliknya, kata bencipun tidak akan pernah ada tanpa kata cinta. Jadi mulai hari ini jangan pernah mengutuki benci, atau yang sadis mengutuki cinta, ya mungkin ada yang saking traumanya. Tetapi tepatnya butuh pengertian yang dalam untuk memandang keduanya, bahwa benci adalah keniscayaan dalam mencintai walau mencintai belum tentu menjadi keniscayaan dalam menbenci.

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s