Senja, Rapuh dan Yang Berpunya

Di sudut-sudut kecil kau mengigil menangisi senja yg rapuh.

Mungkin keruh oleh hati yg bergemuruh akan dosa di pelupuk mata.

Di dasar jurang itulah kau mengadu, mengambil jarak terdekat kepada yang berpunya.

Senjamu memang telah rapuh bahkan hancur dalam keluh tetapi kau semakin dekat dengan yang berpunya.

Lalu bagaimanakah jadinya hatimu sekarang bukan.

Aku tahu, pasti sedih itu telah pergi, tangis itu sudah menjadi senyum berseri.

Ahh benarlah apa kata orang bilang, mendekat kepada yang berpunya menentramkan jiwa, menghalau penyakit hati dan derita.

Ala bidzikri tatmainal Qulb

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s