Menolong kucing atau menolong diri sendiri?

Kemarin ketika pulang kerja, di jalan ada dua ekor anak kucing yang berlarian, hampir-hampir kucing itu terlindas motor yang ada di depan saya, Alhamdulilah motor itu sempat mengerem di waktu yang tepat, dan sayapun yang berada di belakang motor itu memilih untuk berhenti, dan melihat sambil menerka-nerka, apa yang akan dilakukan sang pengendara motor itu, ternyata si pengendara motor meminggirkan anak kucing yang malah lari ke bawah kolong motornya, dan setelah itu sang pengendara itu langsung meneruskan perjalanannya.

Karena kucing itu berada di tempat yang jauh dari rumah, saya curiga anak kucing itu sengaja dibuang oleh seseorang, dan dengan kecurigaan itu saya akhirnya memilih untuk membawa kedua anak kucing itu, bukan membawa ke rumah saya, karena perjalanan saya masih lumayan jauh, dan saya punya alasan kuat untuk tidak membawanya ke rumah, hehehee.. di rumah udah ada 5 kucing. Dan akhirnya kedua anak kucing itu saya tepikan pada sebuah pesantren terdekat yang saya temui, yaa semoga saja keputusan saya itu tepat, semoga di pesantren itu ada seseorang yang menyayangi mereka sehingga bisa melanjutkan hidup yang lebih baik.

Di lain sisi, karena menolong kucing itu saya merasa ada perasaan bahagia, ada kepuasan batin tersendiri, sama seperti setelah menolong seorang manusia, jadi saya akhirnya berpikir, ini sebenarnya bukan kucing itu yang saya tolong melainkan kucing itu yang menolong saya untuk merasakan perasaan bahagia, menolong saya merasakan perasaan batin yang tinggi, dan kesimpulannya ketika kita sedang menolong sesuatu maka itu sebenarnya kita sedang menolong diri kita sendiri.

Pelajaran dari Tuhan memang datang dalam berbagai bentuk, ada dari rasa sakit, ada dari orang lain, dan bahkan dari makhluk lain sekalipun, makhluk seperti kucing dan yang lainnnya, yang kita butuhkan adalah kemampuan untuk melihat sudut pandang dan membaca tanda-tanda dariNya, maka benarlah apa yang telah difirmankanNya, tidak ada yang sia-sia dari setiap apa yang telah diciptakan. Lalu bagaimanalah kita semua tidak beriman.

Tajurhalang, 11 maret 2014

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

4 Balasan ke Menolong kucing atau menolong diri sendiri?

  1. Jejak Parmantos berkata:

    Kucing itu makhluk setia, beberapa kali saya memergoki kucing saya menunggu ditempat terakhir saya berpisah terakhir karirnya. Dan itu terjadi, disetiap kucing yang saya miliki. Termasuk yang sekarang.

    Salam Kucing eh Blogwalking 🙂

  2. Fikri Maulana berkata:

    Baru mampir udah suka sama tulisannya 🙂

    http://www.fikrimaulanaa.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s