Belajar lagi dari seorang kakek

Sesampainya saya di statiun kereta tujuan, pas pulang tadi saya tergoda untuk makan siomay dulu, padahal biasanya sih langsung cabut ajah ke penitipan motor, maklum sayah termasuk bocah yang jarang jajan walau berat badan sekarang 70 kilogram (Upppss maluuuu)…

Setelah bayar siomay baru deh saya menuju penitipan motor, panasin motor sebentar dan jrengg.. hajar behh…

Tak jauh dari situ saya melihat kakek-kakek sedang berjalan sendirian, saya inisiatif aja ajak boncengan sama saya, ehh dia mau.. yaa syukur..

Terus, teruss itu kakek-kakek cerita katanya sambil jalan tadi dia sedang berdoa semoga ada orang yang ngajak dia naik motor yang searah rumahnya..

Saya tertegun sejenak, berpikir.. Yaa Allah, jadi ini mengapa hari ini saya tergoda buat makan siomay dulu kisaran 10 menitan, ternyata saya mau dipertemukan sama kakek ini, saya dijadikan bagian dari terkabulnya doa beliau.

Sebenarnya rumahnya dengan rumah saya tidak searah, tetapi setelah cerita demikian sayapun inisiatif untuk mengantarkannya sampai rumah.. Dan Alhamdulilah dapet doa dan ucapan terima kasih yang bercucuran dari beliau.

“Kadang kita menganggap sesuatu itu kecil seperti senyuman atau sekedar tumpangan, tetapi bagi yang menerima sering kali itu amat berharga”

Jadi kali ini izinkan saya melihat senyum Anda setelah membaca ini… Hehehehe

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s