Menjaga Pandangan Menjaga Hati

Sudah lama juga tidak ngepsot di sini, nah kali ini saya ingin bahas mengenai menjaga pandangan, sesuatu yang saya pribadi belum benar-benar mengamalkan. Ini hanya cerita pengalaman pribadi bukan bahasan teori sana-sini, silahkan disimak…

Sebenarnya, saya tidak bisa membohongi diri kalau-kalau kadang saya masih suka curi-curi pandang ke wanita cantik di gerbong-gerbong kereta, atau di jalan ketika berkendara, atau di manapun. Sungguh itu naluri lelaki kawan.

Saya jadi ingat perkataan seorang teman yang boleh dibilang “Sakit”

“Itu nikmat Tuhan yg harus loo syukuri karena gue malah merasa tak ada getar-getar apapun ketika lihat cewek cantik”

Di balik itu semua saya bersyukur, tetapi saya tahu ini tidak boleh dijadikan kebiasaan, karena jika tergoda ohw ini jadi malah persoalan, persoalan menuruti hawa nafsu berikutnya.

Kadang tertangkap mata wanita yg boleh dibilang Istriable banget, enak dipandang, adem kalem, cantik dan berpakaian sopan, dan sedang membaca mushaf Al-qur’an. “Ohw Tuhan Andai sosok itu menjadi istri saya”

Walau demikian saya sadar bahwa ketidakmampuan untuk menjaga pandangan atau dalam bahasa kerennya “Ghaddul Bashar” itu adalah sebuah kesalahan, dosa yang boleh dibilang mengotori hati seperti FirmanNya yang diabadikan Al-Qur’an dalam surat An-Nur ayat 30.

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”

Dan ada sebuah ungkapan yang lumayan membuat saya pribadi tersindir dari seorang Sufi Syeikh Abu Ali Ad-Daqaq RA

“Barangsiapa tidak mampu menjaga matanya maka ia tak mampu menjaga hatinya”

Maka benarlah ketika ada yg bilang salah satu fitnah besar laki-laki adalah perempuan.

Dan karena para wanita sudah tahu bagaimana sensitivnya laki-laki tentang hal yang seperti itu maka menjaga aurat bukan hanya sekedar kewajiban tetapi kebutuhan menjaga diri dari pandangan laki-laki.

Sensitivnya lelaki dengan hal yang begitu, itu sama persis dengan sensitivnya wanita ketika sedang datang bulan. Jadi tahu sendiri kan seperti apa. Heheee..

Dan untuk laki-laki (saya juga lelaki) maka menjaga pandangan adalah menjaga hati, ya selama sadar bahwa itu menjaga hati semoga bisa diminimalisir sebisa mungkin, walau hampir tidak mungkin melihat kehidupan di kota-kota besar, tetapi yang penting supaya ada kesan tak ada hasrat yang terlintas dari pandangan maka saya pribadi lebih memilih banyak beristighfar jika melihat hal-hal yang diharamkan.

Dan semoga Istighfar itu menjadi penghapus dosa dari setiap pandangan yg tak sengaja tertangkap dengan atas nama kenormalan sebagai seorang laki-laki. Semoga ..
Jika ada yang salah, silahkan boleh diralat di komentar ya..

Salam…
Irman

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

7 Balasan ke Menjaga Pandangan Menjaga Hati

  1. makarame berkata:

    Semoga bisa istiqomah ya. Aamiin…

  2. Berat nih mas,.. saya aja yang udh nikah, terkadang masih sesekali liatin co cakep apalagi kalo lg hango out ama temen2 kanotr sepulang kerja 😀 Tapi ga niat serius sih..cuma nyegerin mata aja ;p Ga boleh jg ya sebenrnya -_-

  3. afikaar berkata:

    Makanya nikah, Paak ^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s