Arsip Bulanan: Mei 2015

Belajar Ketulusan (Gestur Tv One 26 Mei 2015)

Menyaksikan Gestur TV One semalam “yang senja yang makin perkasa.”

Ada seorang nenek yang setiap seminggu dua kali bolak-balik bogor-jakarta untuk mengobati cucunya yang terkena penyakit kelainan otak (Celebral Passy), dan itu sudah berjalan sepuluh tahun, bolak-balik dengan kendaraan umum dengan mendukung cucunya yang beratnya 30 kilo. Usia cucunya memang sudah 20 tahun tetapi tidak seperti anak kebanyakan, Nur begitu ia sering dipanggil, tidak bisa berjalan dan berbicara, dan kaki sang nenek yang berumur 74 tahun itulah yang menopangnya hingga sampai Rumah sakit cipto seminggu 2 kali dengan angkot dan kereta Commuter..

“Entahlah sampai kapan” Ujar sang nenek sambil berisak tangis ketika ditanya oleh presenter, sampai kapan ia bolak balik untuk mengobati cucunya.

Pernah suatu ketika, ada sesama penumpang kereta yang menegurnya, katanya.

“Inih lagi si Nenek, pagi-pagi udah di kereta, kalau mau cari uang jangan pagi begini nek, kereta sesek”

Sambil terisak tangis sang nenek menjawab
“Ini silahkan cek surat-surat saya, saya mau ke RSCM bukan pengemis”

Dan satu narasumber lagi ada Mbah Dul, sosok yang akhir-akhir ini menjadi terkenal karena beredar fotonya sedang menambal lubang-lubang jalan di Surabaya, Mbah Dul memang hanya seorang penarik becak, tetapi hatinya seluas samudera, malam harinya dihabiskan untuk pengabdian, menambal jalan-jalan berlubang kisaran Kota Surabya, tiada maksud untuk dibayar apalagi ingin terkenal. Ketulusan dan memikirkan kepentingan orang lain menjadi motonya,

“Supaya tak ada kendaraan yang jatuh, atau kecelakaan, bayangin kalo lubang-lubang jalan-jalan itu sedalam 5 cm” Katanya dengan nada medok Jawa.

Yang mengagetkan, Mbah Dul menolak bantuan dari Pemkot Surabaya untuk renovasi rumahnya.

“Merasa sudah cukup dengan rumah yang sekarang” katanya tegas.

Ternyata bukan cuma renovasi rumah yang ditolak, bahkan pekerjaan yang ditawarkan dinas PU pun ditolaknya.

Beliau bahagia orang kecil sepertinya diundang makan oleh Ibu walikota.

Bentuk guru kehidupan memang tidak perlu berdasi, atau bergaya intelektual, tetapi cukup kepada orang-orang yang mempunyai ketulusan.

Iklan

Saya di Blokir

“Semoga aksi saling remove itu bukan atas dasar kemarahan, semoga aksi saling blokir itu bukan atas dasar benci dan dendam. Semoga itu dilakukan benar-benar atas dasar rasa nyaman, saling menjaga diri, dari status sindir-sindiran, dari hujat dan suudzon yang tak ada ujungnya. Semoga semua bisa saling lapang, untuk setiap waktu yang pernah lewat, untuk kenangan yang membuat kita tak pernah berjarak. Harus ikhlas akan perubahan-perubahan. Kadang dalam hidup ini ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan walau seberapa kuatnya pun kita berusaha.

Untuk seseorang yang tak mungkin lagi mengunjungi dinding facebook ini. Entah teman atau apalah sebutannya.”

 

Akhir april kemarin status di atas terposting di facebook saya, adalah seseorang dari masa lalu saya yang memblok facebook dan twitternya kepada saya, heheee.. Yaa tak apa-apa, mungkin dengan demikian dia menjadi merasa nyaman, melihat dari status facebook sebelumnya, katanya dia tidak merasa nyaman kalau di mata-matain, apa saya mata-mata? Hehee.. Iya, saya mata-mata dari FBI, jadi hati-hati buat yang temenan dan merasa berdosa, nanti saya mata-matain terus saya tangkapp kawin.. Uppss… ngaco dehh..

Yaa apapun semoga maksud dari pemblokiran akun saya di twitter atau facebook itu murni atas dasar kenyamanan bukan atas dasar rasa benci yang belum juga hilang.

Saya sendiri sudah ikhlas dengan semua yang terjadi, bahwa sesungguhnya kalau memang tidak jodoh ya saya mau bilang apa? Saya sudah berusaha, dengan usaha terakhir, tapi gagal…

Ngerti ngga maksud usaha terakhir itu apa?? Yaa saya sempat bermaksud melamarnya  tapi batal karena penolakan.. hihii.. Sttt jangan bilang siapa-siapa ya…

 

Hitam kata Allah maka hitam yang terjadi, putih kata Allah maka putih yang terjadi. So, saya tinggal menyikapi dengan sikap yang terbaik terhadap itu.

Rembulan sepinggir alis

Melihat bulan yang sepinggir alis, serasa menenangkan, kagum sedemikian indah Tuhan menciptakan.

Apakah wajahmu kelak akan semenenangkan bulan sepinggir alis, senyum sipu dalam hening, bercahaya terang dalam gelap tapi tidak menyengat rasa.

Ahh sudahlah sayang, sudah kubilang, selalu ada cara untuk menyampaikan kerinduan, walau di jasad yang belum juga nampak, selalu ada jalan untuk rindu bertemu walau masih berwujud bulan.

Pagi, 27 Rajab

Patah Hati

Ani menyeka sudut-sudut matanya. Menangis.

“Apa salahnya patah hati? Tidak ada yang salah kan, toh dengan merasakan patah hati Aku merasakan kehidupan. Siapa bilang patah hati itu tidak nikmat? dengan patah hati aku tahu bahwa aku masih berperasaan,rindu akan dicintai, bukan seperti mayat yang tak pernah merasakan apa-apa, cobalah melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda Ani” katanya sendiri di dalam hati, seraya menguatkan diri setelah mendapat kabar bahwa laki-laki yang selama ini dekat dengannya akan menikah.

Fiksi mini

Kucing

Jomblo Ciptaan Siapa

Tadi pas membaca surah Yasin, ketika sampai ayat 36 seorang teman sengaja mengeraskan suaranya ke saya.

Bacaannya kurang lebih begini

“Subhaanalladzii khalaqa lazwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardhu wamin anfusihim wamimmaa laa ya’lamuun”

kalian tahu artinya apa, hehehe.. kasih tau ngga yahh…

kurang lebih begini:

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Setelah selesai membaca Yasin, sayapun nanya ke itu temen

“Maksud loohh apa?”

Teman saya tersenyum, lebih tepatnya cengar-cengir.. Hehhee, tidak ada jawaban sampai sate kambing yang dihidangkan tuan rumah habis..

“Begini broo… ” Katanya mulai menjelaskan..

“Tuhan menciptakan makhluknya itu berpasang-pasangan, persis dari apa yang difirmankanNya di bacaan yang ane kerasin di telingan ente tadi, coba deh ente baca terjemahannya itu” Cengar cengir lagi dia, kali ini sambil melahap semangka..

“Yaaa.. terus apa?” Tanya lagi saya kebingungan..

“Yaaituu… terus yang jomblo-jomblo itu ciptaan siapa?” Sindirnya yang membuat saya bengong…

“Gubrak”…….>>

Postingan ini bukan maksud mengatakan yang jomblo-jomblo itu bukan ciptaan Tuhan tapi lebih kepada Sindirin pada si jomblo-jomblo itu loh…

Foto tak ada hubungan sama sekali hanya keren-kerenan ajah. Itu saya lohh yang pakai baju putih.. Xixixixix

IMG_0018