Rembulan sepinggir alis

Melihat bulan yang sepinggir alis, serasa menenangkan, kagum sedemikian indah Tuhan menciptakan.

Apakah wajahmu kelak akan semenenangkan bulan sepinggir alis, senyum sipu dalam hening, bercahaya terang dalam gelap tapi tidak menyengat rasa.

Ahh sudahlah sayang, sudah kubilang, selalu ada cara untuk menyampaikan kerinduan, walau di jasad yang belum juga nampak, selalu ada jalan untuk rindu bertemu walau masih berwujud bulan.

Pagi, 27 Rajab

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s