Patah Hati

Ani menyeka sudut-sudut matanya. Menangis.

“Apa salahnya patah hati? Tidak ada yang salah kan, toh dengan merasakan patah hati Aku merasakan kehidupan. Siapa bilang patah hati itu tidak nikmat? dengan patah hati aku tahu bahwa aku masih berperasaan,rindu akan dicintai, bukan seperti mayat yang tak pernah merasakan apa-apa, cobalah melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda Ani” katanya sendiri di dalam hati, seraya menguatkan diri setelah mendapat kabar bahwa laki-laki yang selama ini dekat dengannya akan menikah.

Fiksi mini

Kucing

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di cerpen. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s