Belajar dari Art Rodhi

ART_RODHI

Seminggu yang lalu saya menjenguk Mas Art Rodhi di RS Fatmawati yang sudah sebulan lebih ini dirawat di sana.

Sesampainya di Fatmawati saya langsung chat mas Rodhi via Facebook Mesengger.

“Mas, saya udah di Rs fatmawati , ini lagi di Masjidnya. Mas Rodhi di ruangan apa dan no berapa?”

Sambil leyeh-leyeh duduk di halaman depan Masjid saya nunggu chat jawaban yang tak kunjung datang, saya telpon nomornya, ehh, operator yang bunyi.. hehehe…

“Pulsa Anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini”

Jleeb.. nyesek, tapi biasa aja kalih, hihii… Pulsa saya waktu itu memang lagi sering-seringnya disedot RBT Lagu Angkasa dan SMS Zodiak unyu-unyunya yang dikirim tanpa harus REG(curcol)

Whatevar it.. kita lanjutin ceritanya.. Okeeh..

Setelah nunggu sekitar setengah jam kurang lebih, akhirnya facebook messenger saya berkedap kedip, nah jawaban dari mas Rodhipun datang, sayapun senang bukan kepalang.. *Lebay mode on..

“Nanti saya yang ke situ, tapi tunggu sebentar ya” Begitu kira-kira isi pesan messenger dari mas Rodhi.

Dan saya agak heran, bingung.. Laahh Kok orang yang lagi dirawat malah mau datangin saya di Masjid, dan benarlah, ketika Adzan Maghrib selesai berkumandang, datanglah, satu sosok yang saya tunggu-tunggu. Dan ini adalah kali pertama kita ketemu lohh, saya dekati sosok orang yang satu-satunya menggunakan kursi roda di Masjid ini, saya tanya “Mas Rodhi ya?” diapun tersenyum sambil menyebut nama saya.. Hehee… dan setelah selesai salat maghrib barulah saya diajak ke kamar tempatnya dirawat.

Siapa Mas Art Rodhi?

Beliau adalah teman facebook saya sejak 2012 lalu, seorang difable yang sekarang sudah menjadi pelukis, karyanya keren-keren loh, lihat saja poto-poto facebooknya kalau ngga percaya. Saya baru pertama kali bertemu, dan banyak berceritalah mas Rodhi kepada saya, dari mulai awal kenapa sekarang dia mengenakan kursi roda, dan sempat merasa hidupnya sia-sia karena dihabiskan di tempat tidur terus, hingga sampai bagaimana ia menemukan titik balik kehidupannya.

“Memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang kita punya, bukan mengutuki apa yang kurang dari diri kita”

Kata-kata itu keluar dari mulutnya, tentu diperoleh dengan perenungan yang panjang, dimulai dari kegemarannya mendengarkan Aagym dari sejak 2006 hingga sekarang. Saya masih ingat kata-kata Aagym yang diulang-ulang Mas Rodhi.

“Kalo nasi sudah menjadi bubur maka bukan untuk dikeluhkan dan dibuang, tetapi dimanfaatkan dikasih kerupuk ayam dan cakwe.. enak kan??” Katanya sambil tersenyum…

Dan, benarlah teori vibrasi itu berlaku, bahwa sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya. Berteman dengan orang-orang yang mempunyai aura positif akhirnya membuat dia bangkit dan punya banyak peluang. Hingga akhirnya beliau menjadi pelukis professional sampai sekarang. Ngomong-ngomong di Kamar Pasein beliau sebulan ini menghabiskan waktunya sambil ngelukis loh, walau yang dibuat Sketsa karena kalau pake cat tidak diperbolehkan oleh pihak rumah sakit.

Dan Saya belajar lagi deh sama beliau, Mas Rodhi ini satu-satunya pasien berkursi roda yang datang ke Masjid untuk shalat berjamaah, dan saya sempet tanya ke beliau.

“Kalau salat selalu di Masjid terus mas?”
dia jawab “iya..”

Malulah saya yang kadang masih suka milih salat di rumah ketika Adzan berkumandang.
Yang saya masih ingat baik adalah kata-kata terakhirnya malam itu ke saya, bahwa dia sebagai seorang difable tidak mau dikasihani, makanya beliau fashionnya style, pakai kacamata dengan sepatu cerah, jadi tidak ada kesan muram di wajahnya, dan dia selalu berpikir positif, sehingga mewarnai orang-orang yang berada di dekatnya. Ayoo yang masih muram mulai ganti style deh, kemudian berpikir positif, positif dan positif, niscaya yang positif-positif itulah yang mendatangi kita, sesuai dengan apa yang kita pikirkan….

Kesan yang saya dapat setelah bertemu kemarin. Mas Art Rodhi ini auranya sangat positif banget, tidak ada kesan minderan dalam dirinya, dan bahkan sangat humble dengan perawat di RS sekalipun, sambil senyam-senyum perawat ketika itu bilang ke saya, satu-satunya pasein yang sering ada di luar jalan-jalan jarang tiduran yaa dia ini.…. Sayapun tertawa mendengarnya…

Saya bersyukur bisa bertemu dengannya, semoga lain waktu bisa bertemu lagi ya mas, dan cepat sehat mas Rodhi…

Alhamdulilah, sayapun belajar lagi.. Hihii

Semangatt
NB: yang mau kenalan silahkan di Add facebooknya..

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

5 Balasan ke Belajar dari Art Rodhi

  1. nengwie berkata:

    MasyaAllah….
    Allah memberikan kelebihan yg luar biasa dibalik kekurangan …

    Hayuuk atuh belajar untuk lebih bersyukur.. 😊

    Tulisan yg cakep.. 👍👍

  2. Burhan berkata:

    Keren kang. Baca buat kedua kalinya saya. Yg atas saya juga cakep. Eeehhh punten, Teh Wie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s