Kucing-kucing di rumah

Kucing

Si belang dan si eno

Di rumah saya ada 4 kucing kampung yang dipelihara dari masih lahir hingga besar sekarang, dulu malah lebih banyak dari itu, tetapi sebagian memang mati, dan ada yang pergi tak kembali, hilang ditelan bumi. Di antara 4 kucing itu ada yang namanya si belang, kucing dengan bercorak macan, secara kasat mata, belang adalah kucing kampung biasa, tak ada yang istimewa, dia merupakan kucing yang tertua yang berada di rumah saya, mungkin usianya sekitar 7 tahun, pokoknya usianya hampir sama dengan usia keponakan saya, hahaa…. Waktu masih kecil si belang punya ketiga teman kucing perempuan yang merupakan saudaranya, tapi sayang ketiga kucing perempuan itu dibuang oleh kakak ipar saya di daerah sawangan, dan kejadian itu membuat bapak saya marah-marah, kecewa dengan keputusan pembuangan yang tanpa sepengetahuannya. Apa yang istimewa dari si belang? Si belang ini pinter bahkan saking pinternya ikan di lemari bisa diambil olehnya, entah bagaimana caranya, dan itu membuat kemarahan ibu saya memuncak, si belang untuk beberapa hari diusir, tak diizinkan masuk ke dalam rumah, ikan tongkol yang dimakan diganti oleh bapak saya, tapi itu tidak menyurutkan kemarahan ibu saya ke si belang, hahahaa…

Dan kemarin, lagi-lagi, daging ayam yang cuma sepotong di dalam lemari dibongkar lagi sama si belang, hingga akhirnya sekarang ibu saya tidak menaruh ikan di lemari lagi, tapi di atas lemari.. hihiii dan saya tahu seberapa bencinya ibu saya terhadap si belang, beliau tetap sayang, buktinya tetap saja si belang diberi makan walau sambil marah-marah, hahaa… begini kira-kira

“Tuhh makan, jangan bandel, kalau bandel mah kaga dikasih nasi lagi”
Saya yang mendengar tawa-tawa kecil, mencintai si belang seperti mencintai kota jakarta, dihujat akan banjir, macet dan panasnya tetapi tetap saja orang datang-datang lagi, tetap saja singgah-singgah lagi.

Untuk kucing-kucing di rumah, si belang yang paling tua, si merah, si pusi dan si eno…

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kucing-kucing di rumah

  1. naniknara berkata:

    Wah, panjang umur si belang ya dan betah banget tinggal di situ, sampai 7 tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s