Arsip Bulanan: Oktober 2015

Bertemu Laki-laki Aneh

Di gerbong kereta, seorang laki-laki berkulit sawo matang menatap saya aneh. Tatapan yang mencurigakan. Seketika itu pula dengan agak sinis saya tanya laki-laki itu.
“Ada apa mas?”
“Ngga apa-apa mas?” Jawabnya sambil tersenyum.
Karena saya tegur diapun menghindar, menjauh dari tempat saya berdiri. Ketika saya melangkah turun diapun mendekat, dan ikut turun. Karena dari awal penilaian saya laki-laki itu agak freak, sayapun mempercepat langkah dan pas saya tengok ke belakang diapun terlihat seperti mengejar, maka dengan setengah berlari sesampainya depan pintu gate out diapun ternyata sudah ada di samping saya dan mulai deh kami bercakap-cakap.
“Kok buru-buru mas” Katanya pada saya…
“Iya, saya belom salat maghrib, udah jam setengah tujuh” Jawab saya berkilah.
“Mas tinggal di mana?” Katanya lagi melanjutkan percakapan.
“Saya di Tajurhalang mas, memangnya mas tinggal di mana?” Jawab saya lagi..
“Saya tinggal di Cilebut mas” Jawab si lelaki aneh..
Dukk.. seketika itu jantung berdetak lebih kencang sambil berpikir keheranan..
“Looohh ini orang ngapain turun di statiun ini padahal rumahnya di cilebut yang masih 2 statiun lagi jaraknya”
Karena penasaran, sayapun menanyakannya langsung kepadanya.
“Mas kok turun di sini bukannya cilebut itu masih 2 statiun lagi?”
“Iya mas, saya juga kan mau salat maghrib” Jawabnya pendek..
“Ohw iya, kita belum kenalan, kenalin nama saya Adam” Katanya lagi melanjutkan percakapan sambil menyodorkan tangan.
Sayapun tersenyum menyambut sambutan tangannya seraya menyebutkan nama kepadanya..
Setelah shalat maghrib kami kembali mengobrol banyak hal, tadinya saya kira dia adalah orang MLM yang bakalan prospekin saya buat nawarin obat herbal, ohw ternyata saya salah. Tanpa kesan curiga lagi sayapun memberikan kontak hp ketika dia meminta.
Tetapi keesokan harinya, dia menghubungi saya via SMS..
“Selamat siang mas, lagi apa nih?” Isi SMS darinya..
“Wah.. Siang juga mas, lagi kerja nih.. Ada yang bisa saya bantu mas?” Jawab saya formal..
“Hmm… Sebenarnya saya suka sama mas, mau ngga jadi pacar saya” Jawab dia to the point…
Sayapun merinding mendapat sms terakhir itu dan sambil beristighfar tanpa ragu saya jawab smsnya dengan nada getir..
“Astaghfirolloh… Mohon maaf mas, saya lelaki normal yang masih suka ngelarik-ngelirik wanita cantik, saya laki-laki normal yang sukanya sama perempuan”.
“Maafkan saya mas, saya juga bingung kenapa saya jadi begini” Begitu jawabannya
Setelah SMS terakhir itu diapun merasa malu dan tidak lagi-lagi menghubungi saya, tidak pernah… Yaa karena saya laki-laki normal… Hahahaha
Tamat

Iklan

Mata yang bintitan

Mata saya bintitan..

Pernah dengar kata bintit teman? Jangan bilang belum pernah, nanti saya ngambek.. hehehe, maksa.. Kalau belum anggap saja pernah, oke. Nah, sekarang itulah yang sedang saya alami, mata bintitan, kalo mau tahu bintitin itu seperti apa.. Nihh saya kasih gambarnya..

Bintitan

Waktu kecil dulu juga saya pernah bintitan, celakanya mata bintitan ini punya mitos sendiri, kata temen-temen, orang yang matanya bintitan ini karena suka ngintipin orang mandi, BAB dan sebagainya. Pokoknya punya konotasi buruk.. Yaa tukang ngintip lahh… hehehee..

Adakah konotasi baik buat tukang ngintip?? Gak kan, yaa sudahlah beranjak dari bintitan ini saya mau cerita, kalo mata saya sedang bintitatan, ngga perlu dicapture, saya orangnya maluan.. hahaa.. Jadi sebulan ini saya sampai dua kali mengalami mata bintitan, pertama sekitar 2 minggu lalu dan sudah sembuh dan yang kedua di minggu ini dan masih bejendol, dan tadi pagi baru pecah, mengeluarkan darah plus nanah.. Hmm.. Jijik ya?? Ahh abaikan saja..

Baiklah kita mulai serius, sejatinya mata bintitan bukanlah dari hasil oleh-oleh dari ngintipin orang mandi, BAB dan sebagainya, tetapi berasal dari Tuhan.. Upss.. Yaa benarkan, dari Tuhan.. Semoga bukan sejenis kutukan buat para orang yang hobinya ngintips.. #Abaikan..

Sebenarnya bintitan terjadi karena kuman bakteri dari debu yang berseliweran, bagi bikers pasti sering dong kena debu saat berkendara. Nah itu dia salah satu penyebabnya. Boleh jadi, mata yang terkena debu dan sudah terjangkit bakteri tersebut sering dikucek sehingga mengalami iritasi dan infeksi pada pangkal bulu mata, dan duarrrr.. jadi deh tuh bejendol bintit,yang awalnya ketika belum tumbuh akan ada reaksi serasa nyeri atau gatal pada bagian dekat bulu mata (berbagai sumber) dan itulah yang memang saya alami di dua kali bintit ini. Dan sejak itu saya jadi berazzam bulan depan saya mau beli mobil.. Aamiin… hihii
Malu juga sih punya benjolan di mata itu tapi setelah beberapa hari jadi terbiasa, hahaa.. saya sih memilih fokus kepada rasa syukurnya.. biarain aja, penyakit kalo lagi dikasih ya kita terima dan berusaha mengobatinya bukan mengutukinya.. hahaha.. Alhamdulilah..

Kalo ada temen yang kena bintitan atau penyakit apapun saran saya sadari dan terima dulu penyakit itu dan jangan mengutuki atau mengeluh, tapi coba terima dan fokus kepada rasa syukur dengan nikmatNya yang lebih banyak, InshaAllah kita tidak jadi orang yang panikan, karena dari pengalaman saya “Sesuatu yang belum bisa diterima dengan baik biasanya akan terjadi berulang sampai kita benar-benar paham dan dengan penerimaan yang lapang”
Baik, mari kita balik ke bintitan.. Nah, terus apa obatnya?? Nah ini nih rekomendasi dari beberapa blog yang saya copas di sini dan sebagain memang sudah saya coba sendiri.

Terdapat langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala serta ketidaknyamanan karena bintil tersebut. Beberapa di antaranya adalah:

1. Cara Mengobati Mata Bintitan dengan Daun Sirih
Daun sirih adalah tanaman obat yang memiliki sifat anti bakteri atau bisa dibilang anti septik di Ilmu kedokteran, cara untuk mengatasi mata bintitan adalah dengan membersihkan mata dengan menggunakan air rebusan daun sirih.
2. Dengan mengkompres air hangat
Cara mudah lainnya adalah dengan mengompres mata dengan air hangat. Kompres mata dengan air hangat supaya benjolannya bisa mengecil, rutin dengan jangka waktu 10 hingga 15 menit
3. Mengobati bintitan dengan bawang putih
Bawang putih memang dikenal sebagai tanaman 1001 khasiat, anda bisa mengoles mata anda dengan bawang putih setelah mengompresnya dengan air hangat, getah bawang putih bermanfaat untuk membunuh kuman infeksi pada mata yang bintitan.
4. Jangan menekan mata yang bintitan.
Tangan yang kotor jika menyentuh mata yang terjangkit bintit akan malah memperparah benjolan. Jadi jangan pernah menyentuh mata yang bintitan dengan tangan yang kotor, jadi dika anda ingin mengucek mata lebih baik mencuci tangan terlebih dahulu, atau lebih baik lagi jangan dikucek, tapi cuci muka saja.
5. Dengan salep
Salep seperti Amoxicilin dan Ciprofloxacin dapat digunakan untuk menyembuhakn mata yang bintitan, karena salep tersebut merupakan anti biotik yang dapat membunuh bakteri staphylococcus. Oleskan secara teratur pada mata yang bintitan.
6. Dengan obat tetes mata.
Obat mata ini sebaiknya sebagai pilihan terakhir untuk pengobatan, memang obat tetes bisa membersihkan kotoran, tapi kadang obat tetes mata malah menyebarkan bakteri tersebut sehingga benjolan bisa timbul di lain tempat di sekitar mata.

Salah satu obat yang saya gunakan selain bawang putih adalah salep antibiotik pada gambar, namanya ERLAMYCETIN CHLORAMPHENICOL. Silahkan dicari di Apotik terdekat.

salep-bintitan

Demikian, semoga bermanfaat

Belajar dari Haji Yaqub

H. Yakub

Namanya Haji Yaqub, seorang pedagang kripik, makroni dan jajanan lainnya. Beliau menggunakan keranjang untuk membawa dagangannya, hampir setiap pagi saya bisa menemukan beliau yang mangkal di depan statiun kalibata, dekat pangkalan ojek. Rumahnya yang cukup jauh yaitu di Poman Bogor tidak menyurutkan beliau untuk berdagang. Saya sempat menyapa beliau, orangnya asik, ramah dan sangat terbuka. Dari mulai nama dan tempat tinggal beliaupun bercerita bagaimana tingkah para pembeli, ada yang baik banget, ada juga yang cuma lihat-lihat ngga jadi beli. Kalo lihat secara fisik beliau ini boleh jadi umurnya sudah 70 atau 80 tahunan, cukup tua ya, yaa walau saya ngga pernah nanyain umurnya ke beliau. Umur yang sudah cukup tua untuk melakukan aktivitas berdagang yang lumayan jauh dari bogor ke jakarta. Saya jadi tertampar, karena banyak mengeluh terutama dalam hal jarak tempat kerja dari rumah, padahal saya bekerja di ruangan ber AC ngga kepanasan, coba kalo beliau, kepanasan dan umurnya sudah sangat dan amat senja untuk melakukan aktivitas itu. Nah, ketampar sendiri deh saya… Kita memang selalu bisa belajar dari pengalaman orang lain… hehehee

Ohw iya, padahal ngga jauh dari beliau mangkal juga loh seorang kakek, ya mungkin seumuran tapi kakek ini mangkal buat mengemis bukan berdagang, makin salutkan saya sama pak haji Yaqub ini.

Nah, kalo temen-temen berkesempatan di pagi hari naik KRL pas turun di Kalibata, bolehlah beli keripik atau apapun jualan Pak Haji Yaqub, cukup beli saja, bukan dengan memberi uang cuma-cuma, karena beliau sedang jualan bukan sedang mengemis. Tetapi, jika memang sedang ada uang lebih, silahkan membeli sambil memberi. Seperti orang yang saya temui tadi, beliau membeli satu makroni yang harganya Rp 6 ribu perak, dan menyerahkan uang 10 ribunya kepada Si Bapak, ketika SI Bapak menyerahkan kembaliannya, beliaupun menolak. Yaa, Si Bapakpun mengucapkan terima kasih sambil tersenyum. Yaa memang sesederhana itulah kebaikan…

Yaa.. Apa salahnya berbagi sedikit kebahagian…