Memutus Mata Rantai Gajah

 

Sumber gambar (pamongreaders.com)

Sumber gambar (pamongreaders.com)

Gajah liar pintar mencari makan, gagah dan berani bagai petarung sejati. Lalu bagaimana jika gajah ditangkap pemburu? Biasanya pemburu atau kita sebut saja pawang gajah menembak dengan obat bius yang ketika terkena pada tubuh, sang gajahpun akan tertidur pulas. Dan ketika bangun jadilah gajah sadar kalo dia sedang dirantai, berontaklah dia. Tapi sayang rantai terlalu kuat bahkan untuk gajah liar sekalipun. Lapar, yaa itu pasti. Sang gajah kembali berontak berkali-kali karena merasa lapar, datanglah sang pawang gajah membawa makanan, sang gajahpun menjadi tenang, karena diberi makan, maka kebiasaan memberontaknyapun mulai hilang, makin jinaklah si gajah dan berubahlah mindset dalam hidupnya, kalo diam saja dikasih makan ngapain segala susah-susah cari dan lama-kelamaan gajahpun akan semakin jinak dan menurunlah sedikit demi sedikit kemampuannya dalam mencari makan dan bertahan hidup,  karena memang menjadi terbiasa menunggu dikasih makan dari sang pawang.

Tanpa sadar kebanyakan kita terjebak dalam pola seperti itu, pola rantai gajah, menjadi karyawan, berada di zona nyaman membuat kita keenakan, merasa punya gajih bulanan membuat kita memilih menghindari resiko menjadi seorang pengusaha. Tetapi ada masa ketika kita berada di titik jenuh, sehingga hidup terkesan monoton begitu-gitu saja, pulang pergi kantor, dan serasa hidup cuma rentetan rutinitas yang tidak menyenangkan. Bagaiamana menyikapinya?? Hmm…

Pilihannya ada dua pertama ubah sudut pandang, jadikan rutinitas itu sebagai hobi, kita tahukan, melakukan hobi adalah hal yang sangat menyenangkan apalagi jika dibayar, kita lihat saja para pemain sepakbola professional, mereka melakukan sesuatu sepenuh hati sehingga menjadi maksimal dalam pencapaiannya. Bagaimana jika tidak bisa menyenangi suatu pekerjaan? Pilihan ada di tangan kita bukan? Hehehe… Baik kita lanjut ke yang kedua

Pilihan yang kedua adalah keluar, resign memang langkah yang cukup buat jantung dagdigdug, daripada tidak merasa betah di suatu tempat yaa lebih baik mengundurkan diri secara baik-baik kemudian terserah Anda, mau melamar kerja lagi atau menjadi pengusaha. Ingat jika melamar kerja kembali pilihlah yang memang menurut Anda bisa dijadikan hobi jika tidak bisa maka silahkan kerjakan hobi Anda sendiri di rumah, yaa jadilah pengusaha. Hehehe…

Ingat pola rantai gajah di atas… Gajah butuh keberanian dan kekuatan untuk memutus rantai di atas, begitupun kita.. Pilihan ada di tangan kita lagi.. Hehehee

Yang perlu diingat hidup yang begitu-begitu saja adalah hidup yang sama sekali tidak menyenangkan, menjadi orang kebanyakan, pulang pergi kantor tidur, makan dan tua pensiun, lalu mati selesai. Nah, lagi-lagi pilihan ada di tangan Anda  yaa…

Saya jadi ingat teori bakal kapalnya Tariq Bin Ziyad yang menaklukan Andalusia ketika itu, beliau memilih membakar kapalnya lalu kemudian berpidato di depan para pasukannya. Memilih mati syahid, perang melawan musuh atau memilih lari dan mati konyol tenggelam di lautan, karena kapal sudah tak ada lagi, habis dibakar. Apa perlu kita membakar kapal kita? Untuk mengetahui seberapa tangguhnya kita dalam mengarumi hidup sama seperti Tariq Bin Ziyad yang membakar kapal-kapalnya untuk mengobarkan semangat pasukannya. Lagi-lagi itu pilihan… Hehhee

Sebenarnya ini bukan lagi pada ranah hobi atau bukan hobi tetapi lebih kepada pilihan hidup. Mau sampai kapan Anda begini terus? Mau sampai kapan gundah gulana atau mengeluhi pekerjaan terus? Hayolah hidup terlalu mahal untuk dihabiskan untuk mengeluh ini itu, tapi mari kita menjadi lebih baik entah itu yang bekerja atau yang memilih memberanikan diri untuk menjadi seorang pengusaha. Hehehe

 

Nasehat kepada diri sendiri yang mulai merasakan kejenuhan akut dalam bekerja dan sedang mengumpulkan keberanian untuk resign dan memulai usaha sendiri. Mohon doanya…

Bismillah…

 

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Memutus Mata Rantai Gajah

  1. naniknara berkata:

    semoga segera mantap dengan pilihannya.
    Semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s