Memoar, Life story

Dilahirkan bulan februari tahun 1990. Katanya waktu itu bertepatan dengan isu gerhana bulan, coba deh searching tentang gerhana bulan di februari tahun 90an. Hehehee… Makanya kini dia jadi lain dari yang lain. Apa coba? Punya kekuatan kaya sinetron gerhana, film masa-masa kita bocah? Hahaha… Ngga ding, bukan, bukan itu. Tapi dia jadi berkulit hitam legam. Hehehee… yang pernah ketemu pasti percaya yah? Hahaa

Merupakan anak ke 6 dari 6 bersaudara dan laki-laki satu-satunya.

Bapa dan ibunya tidak pernah menyicipi bangku sekolah, dulu katanya di daerah saya belum ada sekolah, bahkan kapan lahirnya saja bapak dan ibunya tidak tercatat, jadi tidak tahu umurnya berapa. Syukurnya bapaknya pernah menjadi ketua RT jadi ketika itu mau tidak mau belajar membaca secara otodidak.

Dilahirkan dari rahim seorang ibu yang teramat penyayang. Dulu ketika ibunya mengandung dalam usia 7 bulan, pernah suatu ketika di malam yang gelap, belum ada listrik pula, di bawah kolong tempat tidur ada suara aneh yang setelah dicek oleh ibu saya dengan menggunakan pelita ternyata itu adalah suara ular yang sedang diserang oleh 2 ekor kucing. Nah, 2 ekor kucing inilah yang menjadi wasilah menyelamatkan sang ibu dan bayi yang di kandungnya. Dan karena kejadian itu satu ekor kucing mati, digigit sama ularnya dan satu ekor lagi matanya jadi beda sebelah karena terkena semburan racun ular.

Beruntungnya kucing yang matanya menjadi berbeda sebelah itu berumur panjang, hingga menjadikan bayi yang berada di dalam kandungan itu bisa melihatnya sampai ketika umurnya 11 tahun.

Waktu SD tepatnya MI (Madrasah Ibtidaiyah) ia merupakan murid yang sangat biasa dari segi prestasi, paling bagus dapet peringkat 2, yang menarik adalah dari kelas satu sampai kelas 6 dia duduk bertiga dengan temannya, persahabatan itu sampai kini rasanya belum pernah usai walau sudah banyak yang berubah. Hehehe..

Dia juga sering ikut bapaknya dagang apa saja, kadang rambutan, kadang pisang yang dibawa ke pasar parung. Kadang juga ikut kaka iparnya yang jualan bubur ayam ketika ia libur. Sayangnya masa-masa ikut jualan itu sirna ketika ia menginjak SMP, alasannya malu kalo ketemu teman sekolah, yaa udah pas SMP benar-benar berhenti ikut jualan. Tapi pas SMA dia malah jualan sendiri, jualan pisang, singkong, dan buahan apa aja yang ditaruh di keranjang terus dipikul deh.. Ada pergeseran mindset kayanya deh waktu itu. Hehehe…
Kelas 2 SMA dia jadi marbot masjid, jadi tukang adzan sambil bersih-bersih masjid setiap pulang sekola, dia masih ingat betul, gajih pertamanya adalah 40 ribu sebulan.. Hehehe, kalo tidak salah sampai setahun naik jadi 60 ribuan. Yaahh lumayan buat bantu bayar LKS dan uang jajan.

Kelas 3 SMA dia bantu-bantu ngajar TPA saudaranya, ngajarin iqro walau dia sendiri belum begitu lancar. Hehee… Belajar sambil mengajar..
Setelah lulus sekolah, masih ingat banget, pengen banget kuliah di UIN Jakarta, ehh tapi saya terlalu takut waktu itu untuk memperjuangkannya. Dan ada wacana saudara ngajak pesantren, tapi akhirnya gagal karena orang tua ga izinin, sungguh ketika itu dia amat sangat bersedih. Nangis di kamar mandi. Hihiiii…

Akhirnya masuklah dunia kerja, pertama masuk kerja pada toko baby and kids, ya pokonya perlengkapan bayi dan anak gitu deh, daerah ciputat, 3 bulan pertama jadi SPB (Sales Promotion Boy) ehh pas 3 bulan dia diinterview dan diajak buat masuk back office, jadi deh itu hari-hari pembelajaran buat dia, pertama buat belajar ngoperasiin komputer. Jadilah dia staff HRD, jadi tukang manggilin orang di telpon, interview calon SPG/SPB dan bikin form penilaian karyawan ngisi database karyawan dan sebagainya. Sekitar satu tahunan dia malah disuruh jadi kepala toko, waktu itu ditempatkan daerah Tiptop pondok bambu. Nah, di situ dah dia mulai ngga betah jadi kepala toko, terutama mikirin omset yang kadang bikin ketar ketir juga, dan yang ribet karena toko di dalam toko tepatnya toko di dalam Tiptop banyak barang yang dilarang buat jualan oleh pihak Tiptopnya. Berhentilah dia dari situ, dan melamar pekerjaan di tempat lain dapet di bimbingan belajar, sayangnya itu juga tak lama, akhirnya dia terjebak dunia SATPAM, masuk SATPAM di PT Sepatu Bata yang kantornya di daerah Fatmawati. Hehehhe… BT jadi SATPAM akhirnya dia jadi kerjaan lagi, dapetlah di Dapurbuku, dunia penerbitan buku. yaa, sampai sekarang udah sekitar 3 tahun. Staff umum, kerjaannya kadang design layout, cover, kadang urus ISBN kadang jadi EO buat adain Workshop dan lain-lain. Oh iya, dia juga pernah kuliah walau akhirnya berhenti di STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Sosok Dia adalah saya, dan saya adalah dia. Dua sosok yang berbeda yang berada dalam satu fisik.

Memoar 26 Januari 2016 (Setelah Life Story di grup sensing)

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Memoar. Tandai permalink.

13 Balasan ke Memoar, Life story

  1. Jejak Parmantos berkata:

    Eh itu kucingnya berarti berumur lbh dari 11 tahun ya? waah… maaf oot πŸ™‚

  2. Kang Darsono berkata:

    wah… orang dapur buku nih ternyata…
    bantu saya yah biar bukunya cepat terbit… xixixixiixixx

  3. Eh masih muda yaaaa… duh langsung berasa tua. Walau sama2 Februari tahunnya beda 8 tahun

  4. Adi Purnama berkata:

    Wah, si akang ternyata bekerja di dapur buku. Entar kalo mau nerbitin buku bisa kontak-kontak dong kang, hehehe πŸ˜€

  5. rizzaumami21 berkata:

    keren banget perjalanan hidupnya, lika-likunya dari kecil. alhamdulillah enggak kelihatan nakalnya ya *atau sengaja disembunyikan? haha*. tapi kece lho, dari kerja satpam bisa masuk penerbitan, dua jempol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s