Blablablaaa

Hujan rintik-rintik sore ini beralun klasik, mengingat masa di mana  sapi mengemuh, kambing mengembik, kuda mengikik, dan kita bersama terseok-seok dalam hati yg tercabik. Di dekapan mimpi yg terusik.

Hujan rintik-rintik sore ini bersamaan Adzan Maghrib, mengingat masa di mana kita berpeluh mengutuki nasib, ketika itu orang-orang sibuk menjejali kebohongan, dengan onar di mata, nanar di wajah, dan umpatan kata hajar yg berdebar. Sayangnya kita hanya diminta banyak bersabar.

Hujan rintik-rintik sore ini kita habiskan untuk berdoa. Seketika terdengar desir suara.
“Berdoalah.. Niscayaku perkenankan”
Apakah itu suara Tuhan?

Dalam rintik..
Menunggu kereta di Statiun Kalibata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s