Langkah-langkah memaafkan orang lain atau diri sendiri dari sudut pandang quantum

Ada yang merasa kesulitan untuk memaafkan orang lain? Boleh jadi kita pernah merasa disakiti, merasa dizalimi orang lain. Kemudian respon daripada itu timbullah “kemarahan” di hati.

Apakah boleh kita marah? Tentu sangat manusiawi ketika kita merespon marah sesuatu. Tapi, tapi sampai kapan marah atau perasaan kecewa itu bersemayam di hati? Apakah marah akan menyelesaikan masalah? Hmm… Nyata-nyatanya tidak, tetapi banyak orang yang memilih untuk berlaku marah berhari-hari, berbulan-bulan atau bahkan ada pula yang bilangan tahun. Bagaimana dengan kita? Silahkan dijawab sendiri ya. Heheee…

Boleh jadi kita ingin memaafkan seseorang tetapi belum mampu, karena rasa sakit yang dibuat menjalar ke setiap bagian tubuh, hingga diri kita dikuasai perasaan dendam, dan rasa sakit yang berkepanjangan.
Belajarlah memaafkan, kalau tidak bisa yaa paksakan dek. Sambil pake doa “Allahuma Paksaken”…
Bagaimana sih cara memaafkan seseorang, atau supaya rasa sakit itu tidak kembali menyakiti kita kembali ketika mengingatnya?

Baik kita simak dulu Qoute indah dari para bijak.

“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan” (HR Ath-Thabrani)
“Yang lemah tidak pernah bisa memaafkan, pengampunan atau memaafkan adalah atribut orang kuat” Mahatma Gandi

“Ketika Anda memaafkan Anda sama sekali tidak bisa merubah masa lalu, tetapi Anda yakin bisa merubah masa depan” Bernard Meltzer

Memaafkan bukan berarti melupakan masa lalu. Tetapi memaafkan adalah melepas pada setiap buhul-buhulnya perasaan sakit, perasaan kecewa. Sehingga rasa sakit itu boleh jadi menjadi kenangan yang membuat kita tertawa jika mengingatnya.

“Dulu gue pernah begitu lohhhh” Kira-kira begitu dialognya.. Hahaa..

Silahkan dirasakan sendiri nikmatnya kenangan bahkan rasa sakit sekalipun ketika kita sudah melepaskannya. Ingat Forgiven Not Forgotten. Memaafkan bukanlah melupakan.

Baik, saya mau tanya, kira-kira berapa lama Anda bisa memaafkan dalam peristiwa yang menyakiti hati? Sehari? Sebulan? Setahun? Silahkan dijawab sendiri masing-masing ya. 

Kemudian kita coba lihat anak-anak kecil yang bermain, kemudian berantem marah-marahan, kira-kira berapa lama marahnya mereka ya? Heheee …..

Pada umumnya habis nangis saling marah anak-anak kemudian bisa langsung baikan kembali. Kenapa begitu? Karena pemikiran anak-anak simple dan polos sehingga jika mereka marah-marahan kemudian bisa saling memaafkan tanpa beban. Sementara orang dewasa tidak demikian. Pertama ada ego jika seseorang ingin meminta maaf atau memaafkan. Minta maaf adalah perbuatan orang kuat yang berani melawan ego. Dan yang memberinya punya keluasan yang luar biasa yang bisa memaafkan orang yang meminta maaf. Kemudian mana yang lebih utama, meminta maafkah atau memaafkan. Keduanya mulia maka ini dengan dengan istilah saling memaafkan.

Baik sekarang kita fokus ke bagaimana cara memaafkan termasuk memaafkan diri sendiri.
Ada yang merasa kesulitan dalam hal memaafkan?

Berikut saya baru mendapat 3 tips bagaimana cara yang membantu kita untuk memaafkan orang lain atau bahkan diri sendiri.

Pertama dengan teknik Graphotherapy, grapho yang sama-sama kita ketahui adalah tulisan, goresan tangan. Tulisan ternyata bisa dijadikan sarana sebagai therapi yang membantu kita dalam memaafkan orang lain. Maka kita sering mendengar istilah terapi menulis. Nah, kali ini jangan cuma didengar, tapi silahkan dipraktekan kaka…. 
Perlu diketahui cara sederhananya, ketika kita sedang marah baik kepada diri sendiri ataupun ke orang lain, tulislah semua unek-unek kemarahan itu di kertas dan tulislah dengan tekanan yang ringan, setelah puas menulis robek dan buanglah ke tong sampah.

Untuk memaafkan diri sendiri atau orang lain. Coba tulis dengan tekanan yang kuat dan setelah itu letakan tulisan itu di dada sebagai sugesti “Bahwa Saya sudah memaafkan” Untuk lebih melegakan lakukan hal tersebut 21 hari sampai 99 hari.

Dan perlu diketahui pula jika ketika kita menuliskannya tiba-tiba kepala sakit, pusing atau perut mual itu artinya kemarahannya sangat kuat. Cara mengecek seseorang sudha memaafkan atau belum cukup dengan menulis kembali nama dan peristiwa yang membuatnya marah tersebut. Jika tiba-tiba pusing, mual, atau perut sakit itu artinya yang bersangkutan belum memaafkan peristiwa tersebut.

Tetapi jika kita menuliskannya malah tertawa, senyum, mengingat kenangan itu dan malah mendoakan kebaikan itu artinya kita sudah memaafkan.

Teknik kedua adalah dengan Teknik Ilusi Perceptual.

“Hidup yang nyata ini adalah hanya sebuah ilusi, bahkan yang paling jelas sekalipun” Albert Einsten
Sesungguhnya diri kita dan peristiwa yang terjadi pada diri adalah ilusi. Kita tercipta dari berbagai partikel-partikel zat kosong namun mempunyai gelombang elektromagnetik yang saling tarik menarik.

Sesungguhnya diri kita sejati adalah berada di level quantum. Dengan memahami ini kita akan belajar untuk selalu mengakses level quanta dan vibrasi yang selalu bersih. Dalam Islam ini dikenal sebagai Fitrah. Fitrah manusia ya kembali kepadaNya. Cara mengakses level quanta dan vibrasi yang selalu bersih adalah dengan cara menyadari bahwa pikiran adalah cermin yang berarti semua hal yang terjadi, hanyalah pantulan sebuah perantara yang dapat kita lihat, rasakan dan dengarkan. Sehingga kita bisa memisahkan diri dengan apa yang terjadi dan membuat kita tidak mudah larut di dalamnya. Contoh misal kita habis ditolak oleh calon mertua. Kita harus sadari itu hanyalah sebuah ilusi, semua akan berlalu, dan hidup akan tetap berjalan. Menyadari fitrah bahwa kita adalah seorang hamba adalah hal utama lalu kemudian kita bisa berlaku sabar dan syukur dan melakukan hal lainnya di atas lapisan fitrah. Yang menerapkan hal ini dengan sangat berhasil salah satunya adalah anak-anak, karena bagi mereka semua adalah khayalan sehingga ketika mereka saling marah tak lama kemudian langsung saling memaafkan. Bagi anak-anak semua adalah khayalan yang mengasyikan sehingga mereka tidak larut di dalamnya. Itu mengapa anak-anak begitu mudah berubah-ubah.

Apa bahayanya jika kita berlarut-larut dengan sesuatu yang terjadi?

1. Membuang-buang waktu kepada hal yang tidak bermanfaat.
2. Sulit move on, karena seolah-olah apa yang terjadi di masa lalu itu berkelanjutan di masa depan, padahal itu hanyalah ilusi. Maka mengutip kata para ahli vibrasi yang mengatakan “Sesuatu yang belum mampu diterima dengan baik, biasanya akan terjadi berulang-ulang sampai kita paham dan bisa menerimanya dengan baik”
Sesungguhnya kita hidup di alam energi quanta dan vibrasi, sedangkan hukum gravitasi itu adalah energi yang tidak terlihat di alam quanta sehingga bisa menarik ke bawah yaitu berupa kesedihan-kesedihan. Contohnya pada suatu benda yang jatuh, kita bisa melihat bendanya tetapi kita tidak bisa melihat energi yang membuatnya jatuh ke bawah. Kesedihan kita terlihat tetapi energi yang menariknya atau yang membuatnya menjadi sedih itu tidak terlihat, bahkan bisa mengendap ke dalam pikiran bawah sadar. Dan bahayanya pikiran bawah sadar kekuatannya bisa mencapai 88 %

Maka dari itu kita tidak boleh hanyut dalam perasaan kecewa, dendam, dan sebagainya. Boleh jadi di awal ketika peristiwa menyakitkan terjadi respon kita demikian marah, kecewa, dendam dan sebagainya, tetapi selanjutnya kita harus mengendalikan diri kita untuk tidak hanyut dalam perasaan itu. Semua adalah ilusi, peristiwa yang menyakitkan itu adalah ilusi, yang ke depannya akan hilang dan hidup kita akan tetap berjalan.

Closing Appluse
“Tidak perlu membuang energi untuk membalas seseorang yang sudah berbuat salah kepada kita dengan dendam dan kemarahan. Cukup dimaafkan saja, karena memaafkan adalah cara pembalasan terbaik”
Bahasan di grup WhatsApp B Trans semalam, pemateri oleh Ibu Primasari Nafisah T.Z.

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

4 Balasan ke Langkah-langkah memaafkan orang lain atau diri sendiri dari sudut pandang quantum

  1. NN berkata:

    Indah sekali tulisannya. Izin share di facebook saya yaaaa 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s