Dalam Tanya (sebuah kesedihan)

Masih terdengar jelas jejak-jejak langkahmu di sanubari. Jejak-jejak itu memutus heningnya malam seperti suara-suara yang saling bertautan, satu-satu daun-daun jatuh berserakan ke sana kemari, namun seketika menua, dan menghilang. Brrr…. 

Masih terlihat jelas wajahmu bergulat di depan mata, senyum manis mengikis sedih, adakah yang bisa mengerti tentang perpisahan, perpisahan antara jasad dan ruh. Mungkin ada yang bisa memberi penjelasan? Tentunya selain lantunan ayat-ayat suci yang tegas mengatakan, setiap yang bernapas akan mati, kembali kepada Sang Pencipta. Adakah itu??

Tetapi, tetapi kesedihan ini membuat merubah banyak hal, hatiku mungkin juga hatimu.

Meski, meski aku tidak pernah tahu, apa hatimu masih seperti dulu, selalu berucap perlindungan ketika menjelang mata terpejam, meski itu pejaman mata yang terakhir.

Sudahlah, lepas kesedihanmu itu. Katamu semalam dalam mimpiku. Tapi, tapi aku tidak mampu, bahkan untuk menengok wajahmu kembali malam itu.

Seutai tanya, menusuk dada. Apa kebarsamaan kita sampai di sini? Bolehkah ku titipkan kata tanya itu kepada Tuhan?

Kembalilah sayang untuk malam ini, meski hanya dalam mimpi.

Dalam sedih yang menghujam, dalam titipan tanya untuk Tuhan Semesta Alam.

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s