Catatan Ringan

Seorang teman facebook kemarin mengirimkan pertanyaan melalui chatnya. Kira-kira pertanyaannya begini.
M: “Mas, mau tanya.. Hm,….Boleh ya..”

Saya: “Yaa boleh dong, masa saya larang”

M: “Apa laki-laki memandang perempuan itu melulu tentang fisiknya ya?”

Jreeeg, pertanyaan yang bikin kaget juga mendapatinya.Gimana jawabnya, walau saya lelaki sungguh itu pertanyaan yang sulit, karena jawabannya akan sangat relatif.
Untuk mencairkan suasana maka saya jawab aja pertanyaannya seperti ini.

“Pertanyaannya sulit banget buat dijelasin. Mau jawabannya kaya gimana nih? Apa yang mau relegius atau mau yang logik, atau yang pake perasaan, Ckckckc… Becanda Mb…”

Nah, balik lagi kepertanyaan, Apa laki-laki melulu melihat fisik. Pada pandangan pertama mungkin iya, fisik jadi punya kesan yang dalem buat laki-laki, tapi siapa yang mau kalo cewek sifatnya buruk walau fisiknya cantik. Mungkin bagi yang dibutakan oleh kecantikan tetep aja mau. Balik lagi kepilihan masing-masing. Tetepi bener sih, fisik punya nilai juga buat laki-laki. Bagaimanapun laki-laki kodratnya memang makhluk visual, tetapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu orang yang baik-baik. Tapi ada lagi yang lebih penting dari itu semua. Orang baik-baik yang cocok itu jadi lebih penting. Karena ada orang baik-baik yang belum tentu cocok sama kita.

Demikian penjelasan ngawur sayah pagi ini, menerima pertanyaan yang bikin bingung jawabnya…

Ckcckckkc… Satu hal yang membuat kita menjadi menarik selain fisik itu adalah percaya diri (berkarakter), menerima dengan keadaan kita sekarang, bukan mengutukinya, kalo kata bapak-bapak motivator fokus kepada kelebihan (apa yang kita punya) bukan fokus ke sesuatu yang tidak kita miliki.. Fisik itu penting tapi jauh lebih penting sifat menerima, lepas, dan itu yang membuat kita jadi berkarakter, gak minderan. Ingetkan rumus “Kalo bersyukur maka akan ditambah, kalo kufur?” Banyak kok laki-laki yang jatuh hati ke wanita yang biasa aja, tapi berkarakter..

 
Terima sajalah, apa yang sudah ada, tapi bukan berarti kita menerima tanpa melakukan yang terbaik.. Kata bapak-bapak motivator hasil dari upaya terbaik kita tidak lain dan tidak bukan campur tangan DIA. Ada orang yang melakukan upaya terbaik aja belum sudah nyerah dan nyalahin DIA.

 

M: “Makasih ya mas, jawabannya mencerahkan, cocok jadi bapak-bapak motivator, kadar iman saya memang lagi di bawah, hm, harus bisa meneguhkan diri, makasih atas diskusinya yaa…

Saya; “Sama-sama, sebenarnya saya juga masih suka galau, tapi jawaban itu dari berbagai refrensi yang saya baca dan tonton”…

 

M: “Lohh, sama wae tohh yaa”..

 

Dan kitapun saling tertawa…….

 

Kesimpulannya galau memang sifatnya manusia, ada yang galau karena merasa kurang dari segi fisik, finance, dan sebagainya deh, loh dalam Al-Quran sendiri dah dibilang kalo manusia diciptakan dalam keadaan keluh kesah. Jadi galau adalah sifat bawaan manusia, yang penting adalah bagaimana kita bisa menyikapi kegalauan itu menjadi lebih baik, lebih positif dan tentunya malah membuat kita makin berdaya…

 

Salam Super… Ehh saya bukan Mario Teguh ya…

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Gila-gilaan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Catatan Ringan

  1. Jejak Parmantos berkata:

    Like this!

    Problem perempuan memang seperti itu, kadang tidak pede dengan penampilan fisiknya sendiri. Dia takut kl ada yg menolak gara-gara fisiknya jauh dari yg lain. Padahal itu perasaan dia saja… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s