Asam manis menjadi pengangguran.

Kira-kira apa ada manisnya kalo jadi pengaguran? Bukannya cuma rasa asem kecut doang yang bisa dirasain? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di otak saya.

Asem, yaa bener, dengan umur saya yang menuju 27 tahun, kali ini saya lebih memilih mengabdi menjadi seorang pengangguran. Kenapa? Sejak hampir 7 bulan lalu memutuskan berhenti bekerja saya boleh dibilang aktif menjadi pengangguran. Bukan pengangguran yang bener-bener nganggur, tapi lebih kepada freelance dan usaha. Alhamdulillah semua berjalan baik, walau tidak bisa dibilang sangat baik. Hehehehehehee……

Mau tahu apa aja yang saya lakukan setelah memutuskan berhenti bekerja?

USAHA

Saya buka usaha jasa pembuatan taman, pembuatan saung gazebo, pembuatan kolam minimalis.

Alhamdulillah ini sudah lumayan berjalan.

JADI DROPSHIPER

Saya juga membuat banyak fanspage fb jualan yang menjual berbagai macam barang, yang barangnya dari dropship dari teman. Ini beneran ngga ribet deh, yang penting kita lebih tahu dahulu prodak knowledgenya. Nah, biasanya saya iklanin via facebook Ads

FREELANCE

Karena sebelumnya saya ngerti dunia Layouter buku, maka masih ada beberapa pendor yang mempercayakan layout bukunya di saya. Alhamdulillah masih berjalan.

 

KENDALA

Apa kendalanya? Hm, jujur kendala yang paling tinggi adalah balik ke pribadi, bagaimana menjaga mood buat ngerjain sesuatu, dan bagaimana tidak tergoda untuk facebookan melulu, nonton tv atau yang paling menggoda adalah leliguran.. Hehee…

 

MASALAH

Masalah yang muncul adalah pendapatan saya menjadi tak pasti.

Yang paling tragis adalah waktu pengerjaan saung gazebo proyek 36 juta di kementrian keuangan. Dari proyek sekitar 25 hari lebih itu saya kebagian Rp 200 ribu. Hm, jauh banget dari nominalnya yang besar. Syukurnya saya bisa bantu tukang-tukang dan teman buat jadi wasilah jalan rezeki mereka. Dan itu adalah salah satu kebahagiaan pribadi.

Prodak Dropship kadang prodak knowledge saya masih rendah, jadi kalau ditanya pelanggan ada hal-hal yang belum saya ketahui. Sehingga ini lumayan menyulitkan. Beberapa barang memang secara fisik saya sudah beli. Dan ada juga yang belum pernah saya ambil samplenya. Dan ini yang lumayan menyulitkan, karena saya belum begitu mengerti dalam pengoperasian.

Kalo Freelance layout masalahnya kadang saya sudah sibuk dengan bisnis lain, hihiii… ini yang membuat saya begitu takut membuat jadwal molor karena ngga kepegang, selama ini saya siasati cuma mengambil layout-layout mudah saja, supaya semua kepegang.

 

Dari semua itu, jujur saya masih mengexplorasi, kira-kira apa yang akan saya fokusin, apa terjun kedunia lain, atau tetap bertahan dan fokusin salah satu diatas. Hm, sungguh itu bikin galau. Sejak proyek di kemenkeu itu jebol saya sedikit down di dunia jasa pembuatan taman, jadi bingung lagi, kira-kira apa yang akan saya lakukan setelah ini.

Kalo dropship saya masih agak bingung, karena ada beberapa komplain pada barang-barang yang saya jual.

Kalo Layout saya tidak berharap banyak dari situ.

 

Semua ini membuat saya sedikit goyah, kira-kira mau ngapain lagi. Seorang teman minta dibuatin iklan atau web jasa pembuatan tralis, atau ada juga sumur bor. Tapi saya sedikit khawatir teman tersebut benar bisa pegang, atau cuma luapan sesaat. Karena ini terjadi juga ketika saya membuat Jasa tukang cat yang sekarang terbengkalai, karena teman yang awalnya komitmen buat itu memilih asik sama kerjaan pribadinya sekarang, tak mau, atau tak bisa mobile mengurus jasa tukang cat, seperti survey dan segala macamnya. Mungkin karena dari beberapa survey belum ada yang deal, sehingga membuat dia malas. Hahaha….

PILIHAN

Hm, kalo yang untungnya lumayan besar kemungkinan saya akan jualan property ajalah, sudah masuk grup whatsapp salah satu property mungkin kini tergantung saya pribadi, apa mau benar-benar mendalami, atau numpang lewat aja. Kalo lihat pembahasan di grup secara untungnya saya sangat tertarik. Lumayan gede lah itu, sambil berjalan usaha yang ada saya akan mencoba belajar jualan property, sepertinya ini menjawab kegalauan saya.

 

KOMITMEN

Nikah itu komitmen, tapi komitmen di sini ngga ada hubungannya sama nikah. Hahahhaa… Saya ingin komitmen, memperbaiki gaya hidup, pertama udah jarang olahraga, tidur jam 9 atau 10 bangun setengah 5, hm… ini gaya hidup normal saya. Kemarin sudah olahraga, bagaimana caranya saya akan meningkatkan intensitasnya. Kemungkinan 2 minggu kedepan saya juga mau beli sepeda gunung, buat ngegowes. Nah, masalah tidur, sekarang saya ingin mengubah jadi tidur jam 9 atau jam sepuluh bangun jam 3, atau maksimal jam 4 udah bangun dan rapih siap ke masjid deh.

Chat-chat-chit-chet

Jujur, sekarang-sekarang ini waktu saya juga banyak dihabiskan di grup Whatsup, ngobrol-ngobrol seru, ini itu dan banyak juga bahasan bagus-bagusnya. Sepertinya ini juga akan saya coba kendalikan.

 

Hm, apalagi ya?……

Doakan yaa teman, supaya saya bisa jalanin semua. Syukur-syukur tetep bisa nulis satu hari satu postingan di sini.

Sampai berjumpa lagi, Illa Liqo Fii Amalillah…

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

8 Balasan ke Asam manis menjadi pengangguran.

  1. Ida Raihan berkata:

    Ikutan yang property, Dik. Mbak juga sudah ada dua bulanan terakhir menganggur. Biasa ada kesibukan terus tiduran mulu kek stress rasanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s