Mencintai Purnama

Menatapmu dari kejauhan, mengagumimu dari gelap malam, siluet cahaya wajahmu berkilauan, cantik, cantik sekali..

 

Duhai, entah bagaimana Tuhan menciptakanmu, entah bagaimana kecantikanmu itu merasuki mata, turun ke hati, mengembang rasa, dan membuat darahku berdesir aneh. Entah bagaimana caranya mengendalikan kekaguman ini? Entahlah, tolong ajari aku bagaimana caranya kali ini saja..

 

Suara jangkrik perlahan bersautan, menemani kekosongan malam yang hening, wajahmu masih terlihat di sana, persis diufuk timur pukul 10 malam, butuh waktu genap sebulan untuk bertemu dan memandang wajahmu sempurna, sungguh itu bukan barang sebentar.

Malam ini, mungkin sama dengan malam kemarin, kukatakan dalam hati, andai aku bisa meraihmu, menatapmu lebih dalam, belajar mengenalmu seumur hidup. Duhai purnama, Aku mencintaimu dan terlebih-lebih mengagumi keindahanmu, dan teragung-agung kepada penciptaMU, penciptaKU, pencipta alam semesta raya. Tidak ada yang menggetarkan hati kecuali hadist Nabi yang bilang “Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenali Tuhannya”

Biarkan kekaguman ini adalah wujud pengenalan diriku terhadap diri sendiri, dan dengan begitu tunailah seperti hadist Nabi, mengenal diri, mengenal alam semesta dan mengenal Tuhan.

Kutunggu kau datang kembali purnama, jika tidak malam esok, mungkin malam-malam berikutnya…

 

 

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s