Arsip Bulanan: November 2016

Menikah Butuh Modal

Baiklah, saya akan berbagi sedikit tentang persiapan menikah.

Cieee yang mau menikah ciee…

Hahahaa… Wajah saya seketika memerah loh diledekin gitu, walau pada dasarnya saya belum benar-benar pasti akan menikah dalam waktu dekat-dekat ini. Mohon do’anya…

Tetapi baiklah, kira-kira apa saja yang harus dipersiapkan dalam hal pernikahan? Selain kesiapan berupa mental dan kedewasaan tentu persiapan dalam bentuk real yang kita bilang berupa finansial adalah salah satu faktor penting. Apa gak boleh nikah aja tanpa persiapan finansial? Boleh dong, ngga ada yang melarang, tetapi setiap kebijakan pasti ada pengorbanan yang harus dijalani. Kalo belum siap dari segi financial ada resiko berjuang, tentu pasti akan menyenangkan bisa berjuang kalo dengan pasangan. Itu kenapa saya dulu sangat ingin menikah muda, walau akhirnya sampai usia hampir 27 tahun ini belum dapet-dapet juga. Hahahahahaa.. *Muka melas…

Walau saya yakin seyakin yakinnya kalo udah ada financial pasti lebih menyenangkan lagi, karena kita tinggal membangun cintanya yang bisa dijalanin sambil jalan-jalan ke Eropah, atau berlayar ke negeri antah berantah. Ada yang mau? Hahahahaa…. Sayangnya cuma ada di FTV yaa.. *Yukk dek wujudin…

Setiap sesuatu yang direncanakan dengan matang selalu lebih baik dari pada sesuatu yang dikerjakan grabak grubuk. Tuhan menciptakan langit bumi saja dengan berproses 6 hari, bukan berarti Tuhan tidak mampu mengerjakannya secara spontan tetapi Tuhan mengajarkan tentang pentingnya proses kepada manusia. Nah, kalo begitu sudahkah Anda mempersiapkan waktu dan tempat akan berlangsungnya suatu acara nan sakral dalam hidup Anda? Menikah….

Kalo saya ingin Februari tahun depan yang tinggal 3 bulanan lagi, haduhhh… mepet deadline nih… Apalagi 10 Februari adalah ulang tahun saya yang ke 27, sungguh amat spesial jika target saya ini tercapai. Kalo boleh dibilang kesiapan saya dalam bentuk kedewasaan dan mental + usia sudah siap. Kalo belum siap, maka akan saya siapkan. Loh orang Nabi aja nikah di umur 25, masa saya sebagai umatnya yang udah melewati masa itu malah ngeblenye dan tiba-tiba bilang takut dan gak siap. Sungguh, saya teramat takut kalo ngga diakuin sebagai umat beliau. Hehehehe….

Terus kalo masalah financial bagaimana???

Saya ceritakan sedikit berupa prolog… Semenjak memilih berhenti bekerja dari februari tahun 2016 lalu kegiatan saya adalah di rumah ajah.. Ngapain?? Yaaaituuu dia, saya sekarang punya usaha yang berkembang, yang boleh dibilang cukup baik walau belum menjadi sangat baik. Penghasilan saya angin-anginan, bulan lalu 7 jutaan, bulan ini baru 500 ribuan, tapi syukurnya ada proyek di puncak yang sedang dikerjain, semoga dapat profit lumayan. Hahahaa….

Selain usaha sebenarnya ada freelance layout buku, atau jualan online dropshipan. Tapi cukup, ini tentang bagaimana kesiapan saya sekarang? Bukan tentang darimana pengahasilan. Hm… Secara tabungan nikah, uang pribadi saya ada 15 jutaan, kalo dikerahin semua dengan segala macemnya (termasuk bantuan dari ortu), saya yakin bisa sampai 30an juta. Apa sudah cukup?? Hmm.. tergantung bangett.. Bisa ya bisa tidak.

Baik saya mau jujur-jujuran aja, beberapa waktu ini saya bertemu dengan satu sosok yang membuat saya kagum.. Yaaa kagum, hingga akhirnya suka chat dan komen-komenan di grup. Sosoknya tentu seorang wanita, saya cari asal-usulnya, dan intinya saya suka sama dia… Yayayayayaa.. Saya menyukai dia….  Lalu apa? Hm, memang untuk seorang wanita yang berbeda dan tangguh dibutuhkan pengorbanan dari biasanya, uang yang lebih dari biasanya… Saya tanya-tanya, mengenai hal bagaimana cara keluarganya menikah dan termasuk uang yang dipinta dari orang tuanya dan segala macemnya. Akhirnya saya tahu, karena dia merupakan orang luar jawa yang kalo menikah jadi butuh biaya exstra, berupa transport dan segala macemnya. Kira-kira untuk total biaya nikah sama dia sekitar 80 jutaan. Dan itu angka yang amat lumayan buat saya. Hehehehheee,…. Apakah saya berkecil hati? Nyatanya saya belum menyerah, ada keyakinan dalam hati bahwa saya berjodoh sama dia. Semoga, mohon doakan yaa. Sekarang yang saya bisa adalah berusaha sebaik-baiknya lalu kemudian bertawakal berserah diri kepadaNya. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Tetapi untuk urusan hasil DIA yang menentukan segalanya. Berikhtiar tanpa mengesampingkal tawakal. InshaAllah, semoga diberikan jalan terbaik. Terima kasih…

Iklan

Mengenang Dzulhijah

Dzulhijah sudah terlewati, muharrampun sudah lengkap satu purnama. Tadinya saya tidak berniat menulis tulisan ini. Namun, momen yang menggreges di hati rasa-rasanya teramat sayang untuk tidak mendapat satu catatan kenangan.

Mungkin mengeluarkan hewan qurban bagi kebanyakan orang adalah hal yang sangat biasa. Tetapi izinkan saya berbagi di sini, karena saya belum menjadi barisan orang yang sudah terbiasa mengeluarkan hewan qurban itu. Bulan dzulhijah tahun ini adalah bulan yang amat menggembirakan, ini kali pertama saya mengeluarkan hewan qurban. Bukan untuk saya pribadi, tapi biarkanlah keutamaan hewan qurban itu menjadi berkah untuk satu sosok spesial dalam hidup saya. Sosok itu bernama Ibu, semoga hewan qurban itu menjadi amal bakti kepada beliau, walau saya yakin seyakin-yakinnya, persembahan ini tidak ada apa-apanya dari perjuangan beliau melahirkan, dan mengurus saya sampai sebesar ini. Cuma secuil kebaktian, yang bahkan nilai keikhlasannyapun belum tentu ada, atau mungkin hanya ajang ujub belaka. Semoga Allah mengampuni jika rasa itu terbersit di dada.

Tetapi, ini bukan tentang persembahan hewan qurban. Ada rasa yang mengalir di hati. Saya amat dan teramat bahagia, momen yang teramat saya tunggu. Walau belum bisa memberangkatkan haji orang tua, syukurnya saya bisa memberi satu persembahan hewan qurban untuk sosok yang amat spesial itu. Semoga ini menjadi jalan, suatu saat nanti bisa memberikan sesuatu yang lebih besar, dan lebih bermanfaat, atau mungkin sekalian saya bawain aja dalam bentuk menantu pengertian, yang didambakan para orang tua. Hehehehe…

Sesi pemotongan hewanpun menjadi momen yang menggetarkan, air mata saya meleleh sambil memegang sang hewan yang sudah teronta-ronta karena dipenggal, momen ini menjadi suatu hal yang istimewa. Sejarah untuk pertama kalinya saya mengeluarkan hewan qurban untuk seseorang yang spesial, dan semoga berlanjut tahun ke tahunnya, atau bulan ke bulan, atau minggu ke minggu, atau hitungan jam, menit dan detik, tentunya dalam bentuk pengabdian lain, bukan hanya tentang hewan qurban. Semoga dengan begini bertambah Iman dan Taqwa, untuk saya dan untuk orang-orang spesial dalam hidup, atau untuk kita semua. Bahwa sesungguhnya berbagi itu sungguh memberikan efek yang luar biasa. Alhamdulillah..

Tulisan ini dibuat dalam rangka kenangan, agar terarsip baik dalam wordpress ini.

pemotongan-hewanqurbanpemotongan-hewan-qurban2