Menikah Butuh Modal

Baiklah, saya akan berbagi sedikit tentang persiapan menikah.

Cieee yang mau menikah ciee…

Hahahaa… Wajah saya seketika memerah loh diledekin gitu, walau pada dasarnya saya belum benar-benar pasti akan menikah dalam waktu dekat-dekat ini. Mohon do’anya…

Tetapi baiklah, kira-kira apa saja yang harus dipersiapkan dalam hal pernikahan? Selain kesiapan berupa mental dan kedewasaan tentu persiapan dalam bentuk real yang kita bilang berupa finansial adalah salah satu faktor penting. Apa gak boleh nikah aja tanpa persiapan finansial? Boleh dong, ngga ada yang melarang, tetapi setiap kebijakan pasti ada pengorbanan yang harus dijalani. Kalo belum siap dari segi financial ada resiko berjuang, tentu pasti akan menyenangkan bisa berjuang kalo dengan pasangan. Itu kenapa saya dulu sangat ingin menikah muda, walau akhirnya sampai usia hampir 27 tahun ini belum dapet-dapet juga. Hahahahahaa.. *Muka melas…

Walau saya yakin seyakin yakinnya kalo udah ada financial pasti lebih menyenangkan lagi, karena kita tinggal membangun cintanya yang bisa dijalanin sambil jalan-jalan ke Eropah, atau berlayar ke negeri antah berantah. Ada yang mau? Hahahahaa…. Sayangnya cuma ada di FTV yaa.. *Yukk dek wujudin…

Setiap sesuatu yang direncanakan dengan matang selalu lebih baik dari pada sesuatu yang dikerjakan grabak grubuk. Tuhan menciptakan langit bumi saja dengan berproses 6 hari, bukan berarti Tuhan tidak mampu mengerjakannya secara spontan tetapi Tuhan mengajarkan tentang pentingnya proses kepada manusia. Nah, kalo begitu sudahkah Anda mempersiapkan waktu dan tempat akan berlangsungnya suatu acara nan sakral dalam hidup Anda? Menikah….

Kalo saya ingin Februari tahun depan yang tinggal 3 bulanan lagi, haduhhh… mepet deadline nih… Apalagi 10 Februari adalah ulang tahun saya yang ke 27, sungguh amat spesial jika target saya ini tercapai. Kalo boleh dibilang kesiapan saya dalam bentuk kedewasaan dan mental + usia sudah siap. Kalo belum siap, maka akan saya siapkan. Loh orang Nabi aja nikah di umur 25, masa saya sebagai umatnya yang udah melewati masa itu malah ngeblenye dan tiba-tiba bilang takut dan gak siap. Sungguh, saya teramat takut kalo ngga diakuin sebagai umat beliau. Hehehehe….

Terus kalo masalah financial bagaimana???

Saya ceritakan sedikit berupa prolog… Semenjak memilih berhenti bekerja dari februari tahun 2016 lalu kegiatan saya adalah di rumah ajah.. Ngapain?? Yaaaituuu dia, saya sekarang punya usaha yang berkembang, yang boleh dibilang cukup baik walau belum menjadi sangat baik. Penghasilan saya angin-anginan, bulan lalu 7 jutaan, bulan ini baru 500 ribuan, tapi syukurnya ada proyek di puncak yang sedang dikerjain, semoga dapat profit lumayan. Hahahaa….

Selain usaha sebenarnya ada freelance layout buku, atau jualan online dropshipan. Tapi cukup, ini tentang bagaimana kesiapan saya sekarang? Bukan tentang darimana pengahasilan. Hm… Secara tabungan nikah, uang pribadi saya ada 15 jutaan, kalo dikerahin semua dengan segala macemnya (termasuk bantuan dari ortu), saya yakin bisa sampai 30an juta. Apa sudah cukup?? Hmm.. tergantung bangett.. Bisa ya bisa tidak.

Baik saya mau jujur-jujuran aja, beberapa waktu ini saya bertemu dengan satu sosok yang membuat saya kagum.. Yaaa kagum, hingga akhirnya suka chat dan komen-komenan di grup. Sosoknya tentu seorang wanita, saya cari asal-usulnya, dan intinya saya suka sama dia… Yayayayayaa.. Saya menyukai dia….  Lalu apa? Hm, memang untuk seorang wanita yang berbeda dan tangguh dibutuhkan pengorbanan dari biasanya, uang yang lebih dari biasanya… Saya tanya-tanya, mengenai hal bagaimana cara keluarganya menikah dan termasuk uang yang dipinta dari orang tuanya dan segala macemnya. Akhirnya saya tahu, karena dia merupakan orang luar jawa yang kalo menikah jadi butuh biaya exstra, berupa transport dan segala macemnya. Kira-kira untuk total biaya nikah sama dia sekitar 80 jutaan. Dan itu angka yang amat lumayan buat saya. Hehehehheee,…. Apakah saya berkecil hati? Nyatanya saya belum menyerah, ada keyakinan dalam hati bahwa saya berjodoh sama dia. Semoga, mohon doakan yaa. Sekarang yang saya bisa adalah berusaha sebaik-baiknya lalu kemudian bertawakal berserah diri kepadaNya. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Tetapi untuk urusan hasil DIA yang menentukan segalanya. Berikhtiar tanpa mengesampingkal tawakal. InshaAllah, semoga diberikan jalan terbaik. Terima kasih…

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

4 Balasan ke Menikah Butuh Modal

  1. Jejak Parmantos berkata:

    Semoga dimudahkan kang, kalau sudah jodoh selalu ada jalan! Semangat!

  2. Ming Oming berkata:

    Di doakan. Semangat 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s