​Pada akhirnya kita harus belajar lapang..

​Pada akhirnya kita harus belajar lapang..

Memutuskan ego yang bercampur riak-riak beratasnamakan cinta.

Pada akhirnya kita harus belajar lapang..

Untuk pesan yang tak tersampaikan, untuk hati yang remuk redam, untuk cinta yang tak tergapai.

Pada akhirnya kita harus belajar lapang..

Membujuk hati berkali-kali, walau serasa segan tak karuan…
Pada akhirnya kita harus belajar lapang..

Semoga, seperti yang berkali-kali kau ucapkan. Semoga ini menjadi bagian baktimu kepada sosok-sosok tersayang. Semoga ini menjadi baktimu yang dengannya langit ridha menggenapkan segala kebaikan. 
Semoga demikian.. 

Berkah hidupmu, berkah hidup kita semua..

Kita tidak bisa memilih suku apa, dan dengan orangtua yang mana kita dilahirkan, dan itu sudah menjadi ketentuan langit yang membawa peraturan-peraturan yang harus kita terima dengan lapang..
Salam untuk ayah mama, salam untuk segenap sosok-sosok yang mencintaimu, dan salam untuk orang-orang yang kau cintai..
Terima kasih, saya jadi belajar..
Untukmu, satu sosok berawalan N…

Kenangan.

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s