Merayakan 1 Tahun Resign

Akhirnya tiba juga tanggal 10 februari, ini adalah momen dimana satu tahun lalu saya resign dari dapurbuku tempat saya bekerja. Sekaligus tanggal 10 ini adalah momen hari ulang tahun saya yang ke 27. Bagaimana rasanya tahun lalu, di hari ultah sekaligus dapet kejutan farewell perpisahan bareng atasan karena terakhir kerja? Menyenangkan, dan ada rasa haru yang dalam.

Setahun perjalanan, saya masih menjalani wirausaha, borongan dari proyek ke proyek, kadang dropshiper kadang layouter juga. Satu tahun ini proyek yang lumayan besar ada beberapa, pertama proyek pembuatan taman di Indocement, nilainya puluhan juta, dan yang kedua terbesar adalah proyek Pengecatan di Pusat Pengendali Satelit Telkomsel Cileungsi yang nilainya puluhan juta juga. Selain itu pernah juga di Kementrian Keuangan. Sejauh ini proyek yang paling sering digarap adalah proyek dari satu rumah ke rumah lain. Alhamdulillah, ada aja jalannya.

Apa tantangan berwirausaha? Selain tentang meraih hati klient tantangan wirausaha selanjutnya adalah menjaga kwalitas pekerjaan, tapi jauh dari semua itu tantangan berwirausaha yang paling mendasar adalah melawan diri sendiri. Yaap, melawan rasa malas, melawan moodyan, melawan pengen leliguran,melawan ketidak fokusan, dan lainnya yang berhubungan selfcontrol. Saya juga masih tahap belajar untuk hal itu. Sungguh itu godaan kawan. Alhamdulillah, berteman dengan teman-teman yang baik adalah selfcontrol yang manjur buat kita maju kedepan dan produktif.
Impian saya selanjutnya adalah membuat CV atau bendera atas nama sendiri, dan satu lagi, punya kantor sendiri, sejauh ini saya ngantor di kamar. Nyaman, tetapi selanjutnya saya ingin memberdayakan, baik kawan atau tetangga rumah yang belum bekerja. Yaap, itu impian saya. Menjadi berdaya dan memberdayakan orang-orang sekitar lingkungan tempat saya tinggal. Apa yang sudah saya capai? Usaha-usaha saya selama ini melibatkan orang yang belum bisa dibilang banyak, tapi sudah lumayan. Tukang-tukang yang bekerja walau freelance tetapi mereka merasa terbantukan dengan adanya pekerjaan. Dan yang paling saya membuat haru adalah Bang Udin, saudara saya yang jualan tutut, dari satu postingan Alhamdulillah sekarang penghasilan omsetnya sekitar 5 jutaan perbulan. Itu nilai yang besar, dan sekarang dia fokus jualan tutut mentah dan matang. Saya berucap banyak syukur untuk itu. Semua karena Allah, saya hanya sebagai wasilah.

Ke depan, saya ingin semakin berdaya dengan memberdayakan, harus bisa selesai dengan diri sendiri sehingga makin bisa manfaat buat orang banyak. Satu impian yang belum selesai adalah menikah, hm… Ini impian yang belum juga padam, hahahaha, doakan ya kawan.

Satu hal lagi yang belum saya lakukan adalah mengunjungi tempat kerja lama, dan ini kemungkinan minggu depan akan saya wujudi, kangen bocah-bocah anak bos, Syafiq, Hanna, Alifia, bocah-bocah itu yang dulu sering gangguin saya kerja, duhh kangen…. Sudah saya agendakan untuk mengunjungi mereka di minggu ini.

Duhh, ini tanggal 12 februari, tapi izinkan saya tetap merayakan 10 februari di pagi ini. Sampai bertemu lagi di postingan lainnya, cerita kehidupan yang biasa-biasa saja bukan?

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s