Catatan untuk Anakku

Apakah postingan ini calon Ibumu baca? Hm, Ayah kira tidak nak, dia tidak terlalu aware mengenai postingan ini. Atau mungkin dia baca secara diam-diam, Ayah tidak tahu. Postingan ini memang bukan diperuntukan untuknya. Tetapi lebih kepada catatan pribadi Ayah, setidaknya untuk mengenang semua perjalanan. Baik, Ayah akan melanjutkan cerita tentang calon Ibumu itu.

Kau tahu nak, kemarin Ayah menunjukan foto calon Ibumu ke nenekmu. Kau tahu nak, apa yang dikatakan nenek pertama kali ketika melihat foto calon Ibumu ini “Idungnya pesek yaa” Hehehheee.. Ayahpun tertawa nak, yaapp.. Hidung calon Ibumu memang pesek nak, tapi dia cantik nak, tubuhnya memang agak pendek dan gemuk, hidungnya pesek, kulitnya putih dan sedikit komedo di hdungnya. Tapi dari semua itu dia terlihat cantik di mata ayah nak. Dan satu lagi nak, dia lulusan 6 tahun di pesantren, 4 tahun kuliah di UIN Ciputat, dan bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang training dan pengembangan diri, walau lebih khususnya dia bekerja di travelnya. Tapi dari track recordnya itu, Ayah mengambil kesimpulan, dia bisa dijadikan Ibu untukmu nak, Ibu yang luar biasa untuk menjadikanmu luar biasa kelak nak. InshaAllah…

Dan sekarang tugas Ayah adalah mempersiapkan semuanya nak, mempersiapkan semuanya, dalam waktu 3 bulan ini kami bersepakat untuk tidak berkomunikasi kecuali penting sekali. Dan setelah 3 bulan ini kami akan bertemu lagi dan mengambil kesimpulan kiranya hubungan ini mau dibawa kepelaminan kah? Dan sungguh ini saat-saat yang mendebarkan buat ayah, pertama Ayah harus mempersiapkan materinya dan yang kedua ayah harus mempersiapkan mental.

Ohh iya, tanggal 04 April besok calon Ibumu ini akan berulang tahun, kemungkinan ayah akan memberikan satu buku yang memang sudah lama ayah incar, buku karya Mba Sinta Yudisia, Psikologi penganten, itupun akan ayah kirim via jasa pengiriman, kita sudah bersepakat untuk tidak bertemu. Jadi, tak mengapa, kita akan mengikuti aturan main ini. InshaAllah.

Apalagi yang harus ayah persiapkan untukmu nak, selain seorang ibu yang baik yang akan menjadikanmu manusia seutuhanya kelak. InshaAllah nak, doakan ayah dan calon Ibumu yah. InshaAllah, semoga kita segera bertemu ya nak, Ayah sangat menanti kehadiranmu, mengelusmu ketika berada di dalam perut Ibumu, dan membaca ayat-ayat kebaikan menjelang tidur dan mengadankanmu setelah Ibumu berjuang melahirkanmu. Ayah merindukanmu nak, selalu merindukanmu. Semoga Allah mudahkan jalan kita semua untuk segera bertemu kelak.

Dari Ayah yang menyayangimu nak…………………………

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s