TV di rumah Rusak, Alhamdulillah..

Seminggu lalu TV di rumah rusak, ketika ditonton tiba-tiba mati dan listrik kilometernya turun. Satu sisi sebenarnya secara jujur saya bersyukur atas itu semua, hehehee.. Jahat banget yaa… Mau tahu alasannya kenapa? Baik, saya bakalan cerita sedikit. Jadi saya pribadi sekarang termasuk yang jarang sekali nonton TV, yang paling sering nonton TV itu ya Bapak dan Ibu saya + keponakan yang kadang dateng dan inap di rumah. Dan paling sebel sama keponakan yang akhirnya ngga sekolah dan nonton TV melulu, selain itu ibu saya juga seneng banget sama sinetron, dan malah keponakan yang lain lagi suka banget sama FTV, hahahhaaa… Maka kalo TV rusak sih, saya bersyukur banget, karena itu TV dibeli dari uang saya pribadi hehehee.. Dan ngga mau nambah dosa karena tontonan yang malah bikin lalai ke Allah. Hm, tapi bagaimana coba??

Seminggu TV rusak, yang terlihat paling merana adalah Ibu saya, setelah Isya biasanya duduk nongkrong di depan TV, sekarang tidur, hehehhee.. Dan saya tak tega juga walau kadang ngeledekin dia dengan sindir, “Maa, kok langsung tidur, ngga nonton TV dulu?” Biasanya dijawab dengan gaya ngelesnya. Dan akhirnya tidur pules beneran. Hm, maka dengan pertimbangan itu semua, akhirnya hari ini TV saya service juga, itupun dengan keterpaksaan, karena disodorin tukang sama Ibu… Huhuuu.. Memang pinter ya gaya Ibu-ibu, sodorin, tukang dateng dan yang bayar sayah.. xixixixixixiii…

Kalo ditanya sejarah TV yang ada di rumah, itu TV sudah ada sekitar 5 tahunan lalu, dibeli dari seorang teman yang nipu-nipu saya, hehheee… Jadi intinya itu TV kenang-kenangan dari si Penipu. Hahahahhahaa… Tapi ya sudahlah, saya tak mau cerita banyak tentang si penipu itu, saya malah ingin cerita tentang TV hitam putih yang sudah saya jual dan kiloin, padahal itu TV peninggalan dari saya kecil banget. Dan itu TV yang dibeli oleh uang pribadi saya juga yang dari hasil sunatan. Xixixixi… Bekenang sekali bukan, di sini saya tidak ingin menunjukan TV yang sekarang di service, tapi ingin menunjukan TV jadul, 22 tahun lalu yang dibeli dari hasil uang sunatan yang sekarang lagi nulis di sini. Kalian kenal siapa? Iyap betul, itu TV yang dibeli dari hasi uang sunatan saya. Hehehheheee…

Kalian ingat uang sunatan kalian jadi apa dulu?? Kalo saya, pistol-pistolan plus TV hitam putih di foto ini.  Heeyyy terima kasih sudah menyimak yaaa… Love you…….


Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s