Budaya Nyekar dan Maqam

​”Nanti, kalo gue mati, lu mah cuma setahun sekali datengin ke kuburan gue ya!”
Tadi malam, menjelang berangkat tahlil di rumah tetangga yang belum lama ini meninggal. Ibu saya berucap, beberapa hal. Intinya malam jum’at ini bakal ada pengajian akbar di makam, biasa menjelang puasa, ada budaya nyekar dan yasinan semalam suntuk di area pemakaman.
Saya dengan maksud bercanda, malah ditanggapi serius sama Ibu.
“Besok gak dateng aahh” cetus saya sambil senyum kuda.
“Emang lu mau kemana? Cuma dateng setahun sekali aja susah banget, siapa yang baca yasinan entar, kalo gue ngga bisa. Tuhh, coba lihat si x, dia mah tiap jumat datengin makam uwanya. Elu, setahun sekali juga susah amat”
“Deegg” Saya diam seribu kata.
“Nanti, kalo gue mati, lu mah cuma setahun sekali datengin ke kuburan gue ya!” Emak saya melanjutkan..
Makin merinding sayah.

Belum siap, saat itu tiba. Atau memang kita kan belum tahu, entah saya dulu, atau siapa dulu. Kita tidak pernah benar-benar tahu umur sampai di mana.
Mendengar pernyataan Ibu malam tadi, saya jadi mikir, nanti kalo saya mati bagaimana ya.
Satu yang saya kurang sepakat adalah kebanyakan di kampung, kalo maqam seperti dijadiin rumah buat yang ada di maqam, maksudnya. Maqam di bangun tembok keramik, katanya supaya ketara dalam jangka waktu lama. 
Saya pribadi, jika meninggal nanti, ingin dimakamin seperti layaknya saja. Kuburan saya gak usah ditembok. Cukup berurugan tanah merah yang di kasih batu nisan di atas kepala. Semoga saya jadi pribadi manfaat, yang jika mati nanti, dikenang atas kemanfaatannya, dikenang karyanya. Bukan dikenang bentuk kuburannya.
Nak, ini pesan buat kamu kelak jika ayah berumur panjang. Kamu mengerti kan?….

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s