Pelajaran Mahal

“​Mas mah enak, kalo patah atau gak semangat paling sebentar, temen mas mah lucu2, itu lihat di komentar fbnya”
Kata seorang kawan….

Dia tidak tahu, setelah keputusan yang menyakitkan itu keluar saya berpuasa 3 hari. Seraya membuang segala harapan yang salah, atau mungkin meluruskan hati, membeningkannya kembali daripada perasaan yang tidak seharusnya.

Beberapa malam saya tak bisa tidur, dan bersyukurnya itu bisa dijadiin ladang waktu zikir. Masya Allah tabarakallah, ini semua membuat hati menjadi lebih baik. Bahwa sesungguhnya cukup Allah sebagai sandaran, cukup Allah sebagai penolong. Hasbunallah, wani’mal wakil, ni’mal maula wa’nimanasir, walahaula walaquwata Illa Billah.

Tidak ada yang saya sesali, kecuali sebagai bahan intropeksi. Kata-kata itu, teriang di dalam hati saya, seraya sebagai pecutan yang lumayan dalam.

“Apakah kamu sudah bisa menghidupi anak perempuan orang, dengan keadaan yang dilihat secara riil kamu masih begini?”

Sesak sekali diawal mendengarnya, malam itu, malam nisfu sya’ban, saya cuma tidur ayam. Yang bangun, melek, tidur ngantuk merem ayam, sampai jam 2 pagi, saya putuskan untuk bangun berwudhu, duuuuh, ternyata pelajaran yang paling dalam adalah ketika isak tangis itu tertuju ke Allah. Saya adzamkan dalam hati, bahwa saya ikhlas dengan yang memang Allah takdirkan. Keberserahan diri ini memang bukan perihal gampang. Bahkan, untuk sekedar tak peduli lagi dengan sosok itu.

Memang, akan selalu ada bekas dari yang namanya luka, tapi Allah Maha Baik, akan menyembuhkannya dengan keikhlasannya kita untuk menerima.

Pelajaran yang teramat mahal buat saya pribadi, harga sebuah pelajaran yang harus dibayar dengan perasaan patah.

Tapi yang teramat mahal lagi adalah perasaan menerima atas takdir Allah, atas setiap yang terjadi.

Setiap waktu adalah pelajaran, semua akan terlewati. InshaAllah.

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s