PESAN DARI SEBUAH KEMATIAN

Ba’da Ashar kemarin, terlihat gerumungan orang berkumpul di rumah yang memang dari dulu sudah saya amat kenali. Biasanya memang, orang-orang sering bolak balik beli ini dan itu di rumah yang digerumungi banyak orang itu, beliau buka warung, tepatnya di belakang rumah saya. Orang-orang biasa memanggilnya Emak Eno, sosok yang baik. Saya pribadi mengenalnya dari masih kecil, setiap pagi jajan nasi uduk, ba’wan, dan segala macemnya. Sepanjang mengenalnya, beliau adalah sosok yang baik, selain murah, kalo beli apa-apa orang kadang malah dikasih ini itu.

Tapi ada yang berbeda di sore kemarin. Gerumunan orang membuat saya meransek ke dalam, sosok perempuan 60an tahun itu sedang sakratul maut, dan karena kebetulan dari masjid shalat asharan dan masih punya wudhu, saya disuruh mentalqinkan di telinganya Ashadu Alla ILLA HAILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARASULLALLAH,  demikian saya lantunkan berulang-ulang, sampai akhirnya nafasnya sudah berhenti. Sepanjang hidup ini saya pernah 2 kali ini berhadapan dengan orang yang sakratul maut. 


Dan selalu ada nilai spiritual yang lebih jika berhadapan dengan hal beginian. Suara tangis anak dan saudaranya teriang di telinga, satu anak laki-lakinya malah belum tahu karena sedang bekerja. Sejam kemudian baru sampai rumah, dan air matanyapun jatuh menitik di pipi. Mungkin itu mengapa, alasan orang tua selalu ingin berada dekat anaknya. Alasan pertama adalah supaya di saat-saat terakhir ditemani oleh anaknya. Walau bagaimanapun kita tidak tahu umur akan sampai dimana? Semoga kita bisa mengucapkan kalimat tauhid, syahadat di saat menjelang kematian, jika tidak diucap di mulut, semoga bisa kita ucapkan di dalam hati. Itu, adalah saat penting yang menentukan Kebaikan baik atau yang sering kita sebut Khusnul Khatimah di akhir. InshaAllah…

Pentingnya Talqin bisa kita simak di penggalan hadist Nabi:

Talqinilah orang yang hendak meninggal dengan La Ilaha Illallah dan berilah berita gembira tentang surga, sesungguhnya orang mulia, baik dari kaum laki-laki dan wanita kebingungan di dalam menghadapi kematian dan mengalami ujian. Sesungguhnya setan paling dekat dengan manusia pada saat kematian, dan melihat malaikat kematian lebih berat dari pada penggalan pedang 1000 kali”.

(HR. Abu Naim). 




Sore menjelang maghrib jenazah sudah rapi dimandikan dan dikafani, saya dengan beberapa orang ambil keranda kurung batang dan memasukannya ke dalam kediaman beliau. Ada momen yang buat saya sedikit gusar, ketika kain penutup keranda, tidak ditemukan di sana sini. Saya bulak balik masjid, sampai pada kesimpulan ditutup kain saja. Tapi akhirnya ditemukan, ternyata ada di rumah warga yang memang sudah dibawa.

Setelah dishalatkan ba’da maghrib jenazah dibawa ke pemakaman keramat kampung karet, kami mengiringi sambil membacakan kalimat tauhid di sepanjang jalan. Di pemakaman, saya berdiri di depan, sambil membantu proses pemakaman. Sebenarnya saya ingin turun ke bawah, ke liang lahat, tapi itu hak keluarganya. Saya tak mau melampaui. Dan yang serasa teriris hati adalah ketika sang anak mengadzankan dan mengiqamatkan langsung, suaranya sesak, dalam sekali. Itu tandanya perpisahan telah tiba, di adzankan, di iqamatkan, lalu diurug dengan tanah merah, dan kemudian ditinggal di tempat segi panjang berdindingkan tanah. Selalu ada momen yang membuat hati bergetar ketika mengingat pesan kematian. Suatu hari, saya juga atau siapapun yang hidup akan merasakannya juga. Harapan saya pribadi, semoga nanti jika panjang umur, saat-saat seperti ini bisa diadzankan dan diiqamatkan oleh anak laki-laki saya sendiri, yang bermanfaat buat orang banyak. Aamiin.

Mati adalah kemungkinan pasti, yang tidak bisa kita hindari. Sekuat apapun, sehebat apapun, dan sekaya apapun manusia, mati adalah keniscayaan.

Pesan dari sebuah kematian.

Suatu hari nanti mungkin anak saya membaca ini, dan semoga dia bisa melihat pesan tersirat di dalamnya.

Sampai bertemu lagi.. J

Iklan

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s