Bertemu Seorang Guru

Apa yang harus saya lakukan setelah ini? Itu yang jadi PR saya pribadi, setelah berjuang total untuk sesuatu yang saya ingin capai, tapi jawaban Tuhan belum menganggukan, apa yang harus saya lakukan? Hm, sepertinya, obrolan minggu sore dengan Pak harry bakulan unik menjadi jawabannya. Dia bilang, begini, coba kita semua bersinergi. Rodhi, yang sudah lama berkawan dengan saya juga menjadi bagian di dalam obrolan ini. Dan di sini saya baru tahu, kalau Rodhi beli kursi roda dari wasilah dari bantuan saya yang iklanin fanpage facebooknya beberapa bulan lalu. Duh, ngga nyangka juga, tapi kita memang belum maksimal bersinergi. Kata pak Harry gitu. Maka sore itu pak harry memetakan semuanya. Apa yang bakalan kita lakukan? Pertama, kita memang sudah menjadi bagian dari agen kebaikan, kita bisa maksimalin di sini, saling bantu ini itu.

Yang kedua, dalam dunia usaha, kiranya apa yang bakalan kita lakukan untuk bersinergi. Ini yang masih kita pikirkan bersama, kalo dengan rodhi, saya jelas bakalan menjadi patner yang baik untuknya. Target awal adalah membuat acara di Car Freeday untuk rodhi, membuat sketsa sederhana dengan cepat, dan harganya seikhlasnya. Dan yang kedua, mengiklankan hasil sketsanya, yang intinya untuk promo keahliannya dalam pembuatan sketsa. Dan untuk lukisan, ini yang belum kita dapat bagaimana cara menjualnya.

Tetapi, pertemuan kemarin, membuat kita membuka banyak hal, saya pribadi belajar bagaimana dengan Pak Harry Bakulan unik, beliau dulu seorang pengusaha percetakan di instansi pemerintah, sampai akhirnya beliau hijrah, karena di sana banyak hal buruk yang intinya membuat rizkinya kurang berkah. Dan beliau memutuskan hijrah baru di tahun 2011 lalu, itu di usianya yang ke 41 tahun. Tidak muda lagi, tapi bukan alasan untuk mencoba hal baru. Nah, di tahun itu juga beliau membuat rumah batik pal batu, dan terjunlah dia di dunia batik membatik. Sesuatu yang baru dimulainya di saat sudah berkepala empat. Tetapi kalo lihat sekarang beliau di anggap seorang expert dalam dunia batik. “Intinya fokus man, dalemin apa yang lu nyakinin” Katanya menyakinkan saya. “Kondisi gue, pernah berada di titik bawah banget, sampe istri gue ninggalin ketika itu, tapi gue belajar dari semua itu. Yang terjadi diterima aja, jangan disangkal atau buat kita marah kepada Tuhan” Katanya lagi meneruskan…

Dan, akhirnya sore itu saya dan rodhi seperti mendapat spirit baru, bagaimana akan memulai sesuatu. Rodhi bakal berubah, gak akan bahas kejombloan melulu di postingan, dan saya juga berniat memfokuskan bakal kemana arah yang akan saya tuju kemudian. Soal jodoh, itu bonus dari Allah, ketika kita sudah layak untuk memikulnya. Alhamdulillah, banyak belajar lagi. Tinggal eksekusinya yang harus di Istiqamahin.

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s