Melihat Langit

​Jika kau ingat teori vibrasi yang pernah kau ceritakan padaku.
Jika kau ingat teori mestakung yang juga pernah aku sampaikan padamu.
Bukankah kedua teori itu yang pernah membawa kita berjumpa?
Namun sayangnya ada teori yang lebih kuat untuk membuat kita memilih saling menjauh.
Sejauh apa pun hati kita telah memunggungi saat ini, bukankah mata kita masih bisa melihat langit yang sama?
Sebentar saja…
Maukah kau menengok langit malam ini?
Ini 7 malam terakhir ramadhan bukan?
Jika kita pernah memiliki vibrasi (yang kita anggap) sama, pernah memiliki rencana tujuan yang sama–yaitu menuju Allah
Mungkinkah doa kita pada malam-malam penutupan ramadhan ini masih sama?
Karena rupanya, hatiku masih tetap sama
Namun, jika kau telah berbeda, mohon doakan agar hatiku mampu berpaling darimu.
*Ratry

Iklan

Tentang Irman

Pembaca kehidupan. Apa? Mengapa? Kapan? Siapa? Yang mana? Bagaimana? Ohw Tuhan. Sungguh begitu banyak pertanyaan di otak ini.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s