Arsip Penulis: Irman

Tentang Irman

Absurd, tapi punya fisik nyata, bisa dilihat, diraba, diplototin, sekaligus bikin ngangenin banyak orang.. Ciyuss

Hari ketiga Training ESQ tanggal 25 Februari 2018

Seperti biasa coach Iman mengawali dengan menari, ehh satu hal yang belum saya sampaikan ke teman-teman semua, bahwa pada setiap sesi permulaan setiap training ini selalu diawali dengan doa Alfatihah, bahkan ditengah sesi ketika kita sama-sama berdoa juga sering diselipkan oleh Pak Ary pelafalan Al-fatihah, dan puncaknya di hari ketiga, kita bersama-sama sampai kepada konsep ke 4 yaitu Learning Principle, yang bermuara ke surat Alfatihah. Ummul Qur’an yang 17 kali kita baca dalam salat setiap hari.

 

Yang saya kaget di Training ini ada Non Muslim, hehehee.. Mungkin setidaknya semoga menjadi jalan hidayah buat mereka, karena basic training ini kuat sekali berbicara tentang tauhid.

 

Baiklah, tidak berlama-lama, saya rangkum saja kesimpulan training ESQ New Chapter sebagai berikut.

 

7 NILAI DASAR ESQ 165

 

1.JUJUR adalah pengabdian kepada = AL-MU’MIN

2.TANGGUNGJAWAB = AL-WAKIL

3.VISIONER = AL-ÂKHIR

4.DISIPLIN AL-MATIN

5.KERJASAMA = AL-JÂMI’

6.ADIL AL- ADL

7.PEDULI = AL-BASHIR

 

 

 
   

 

 

THE ESQ WAY 165 and SD ISLAM AL-HUSNA

 

 

 

 

 

IKRAR THE ESQ WAY 165

Satu Nilai, Enam Prinsip, Lima Langkah

 

1 (Satu) Hati:

Allah melihat setiap langkahku

 

6 (enam) Prinsip:

  1. Allahadalah Tuhanku
  2. Malaikatmencatat perbuatanku
  3. Nabidan Rasul teladanku
  4. Kitab Sucipedomanku
  5. Hari Kemudiancita – citaku
  6. Ikhlasdan Tawakal sikapku

 

5 (lima) Langkah:

  1. Pengabdian kepada Allah syahadatku
  2. Sholatkarakterku
  3. Puasabentengku
  4. Zakatkeluarkan potensiku
  5. Hajiderap langkahku

 

THE ESQ WAY 165 and SD ISLAM AL-HUSNA

6 (ENAM) PRINSIP Membangun Mental:

 

  1. STAR PRINCIPLE

Orientasi hanya kepada Allah Yang Maha Esa.

  1. ANGEL PRINCIPLE

Integritas Malaikat, tanpa pamrih.

 

  1. LEADERSHIP PRINCIPLE

Meneladani kepemimpinan Nabi dan Rasul.

  1. LEARNING PRINCIPLE

Manusia pembelajar, berpedoman pada kitab suci-Nya.

 

  1. VISION PRINCIPLE

Visi jauh kedepan (Dunia & Akhirat).

  1. WELL ORGANIZED PRINCIPLE

 

Siap dan ikhlas menghadapi segala peran, kondisi, tantangan dan resiko.

Kenang-kenangan Sertifikat dan Kartu Peserta

Kenang-kenangan sertifikat dan nametage

(Sumber: myalhusna1987.wordpress.com)

 

Kalo ada yang mau ikutan trainingnya rekomended ye, nilai uang yang Anda keluarkan bukan sesuatu apapun dibanding dengan apa yang Anda dapatkan. Training terdekat bulan Mei, saya lupa tanggalnya. Boleh WA saya sekalian kalo mau ikut, nanti saya bantu arahkan ke panitia

0838-1846-0939

Iklan

Training ESQ New Chapter hari kedua

Sabtu 24 Februari 2018, seperti biasa yang memandu awal training adalah Coach Iman, seorang yang humble dengan suaranya yang khas, pembawaannya meyakinkan, kita diajak menari-nari lagi, lumayan cukup membuat keringat keluar dari pori-pori. Dan dikejutkan dengan datangnya gubernur DKI Jakarta, Pak Anies Baswedan, hehee.. bikin heboh, pak Anies berpesan pembangunan karakter dimulai dari diri pribadi, dengan berkontribusi ke sesama, tetangga, dan orang yang paling terdekat. Beliau memuji konsep Menara 165 dengan nilai-nilainya. Luar biasa… hehheee

Pak Anies Baswedan, datang ke ESQ 165

 

Coach Iman menyentuh ke sisi Prinsip kedua dalam konsep ESQ, tentang, mau dimanapun apapun yang diperbuat, sendiri atau banyak orang semua tercatat dalam amalan, karena DIA Maha Mengetahui, sebagaimana konsep malaikat yang berhati suci berbuat baik tanpa syarat lagi.

Setelahnya Pak Ary Ginanjar menceritakan tentang sosok Nabi Muhammad, sebagai konsep ketiga yaitu Leadership Principle, mengapa kita meneladani dan mencintai Rosul, tidak lain karena Beliaulah yang memplopori sehingga kita berada dalam agama suci, melanjutkan konsep Ibrahim tentang agama Tauhid, suasana menjadi emosional ketika diceritakan begitu luhurnya pribadi Nabi, dan betapa Beliau mencintai umatnya, dibuktikan ketika sakratul maut, beliau menyebut-nyebut umati, umati, umati. Konsep ketiga inilah yang ditanamkan ke peserta, meneladani Nabi dalam sosok pemimpin ideal, lewat sikap-sikapnya.

Apa yang membuat seseorang dijadikan pemimpin

Pertama Beliefnya, dan Nabi punya belief yang teguh, kepada Tauhid. Inilah yang menjadi pegangan yang amat kokoh dalam kehidupan.

Kedua Valuesnya, Apa values Nabi, mengambil ke konsep sikap Nabi yang Amanah, Fathanah, Tabligh, siddiq.

Ketiga Actionnya, Nabi ketika berjalan seperti menuruni puncak bukit, dan seterusnya, begitu banyak konsep action nabi yang bisa kita teladani.

 

Di sini dikisahkan pula tentang nabi Ibrahim bagaimana Beliau bermimpi untuk memotong Isma’il, dan kemudian dikisahkan dengan sangat baik oleh pak Ary Ginanjar, di mana secara filosofis menggambarkan bagaimana kita melepaskan kecintaan-kecintaan kita terhadap dunia, sehingga satu tujuan kita adalah Allah, seperti State atau dasar yang digambarkan, Laaillahaillallah…

 

Pada prinsipnya setiap orang mempunyai kekuatan, dan seperti sikap Asmaul Husna Allah, manusia juga mempunyai percikan, percikan sikap itu dengan kadar terbatas. Berbeda dengan sikap Allah yang tak terbatas. Di sini pak Ary menyuruh peserta untuk mengenal dirinya dengan lebih baik, seperti apa yang disampaikan Nabi, barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.

Terakhir kita diajak untuk mengikuti permainan, seru tapi kalo lebih seru lagi kalo kalian ikut sendiri Trainingnya, hehehhehee…… tapi karena saya orangnya baik ya saya ceritain deh yee…

Kita diajak mengikuti permainan meniup balon, lalu kemudian balon itu dilepas dengan mengarah tujuan tertentu, yang menang dapat piala, bahwa sesungguhnya meniup balon adalah bagian dari usaha kita, sementara sekuat apapun ikhtiar kita dalam meniup balon, yang lebih dahulu sampai belum tentu kita, karena bergantung kepada nasib balon yang terbang ke depan atau malah ke samping. Mengikuti konsep Sa’i dalam haji, bulak balik Siti Hajar mencari air sampai 7 kali balik, tetapi air malah munculnya di kaki Isma’il.

Kenang-kenangan bareng Coach Iman yang Kece, heheeee

lanjut ke bagian ketiga yaa DI SINI

Mengikuti Training ESQ New Chapter 23-25 Februari 2018 (Hari Pertama)

 

Apa yang saya dapat dari training ESQ ini? Jawabannya banyak, walau tidak berwujud materi, tetapi selalu ada hal yang lebih berharga dari sekedar materi. Sesuai temanya ESQ (Emosional, Spiritual Qoutient).

 

Secara umum pertama kali training saya bingung, ini kok banyak geraknya, nari-nari, tepok tangan, dan gerakan lucu lainnya, hehehee… Ternyata itu adalah bagian dari cara menyampaikan materinya pak Ary Ginanjar, supaya peserta tetep bersemangat, karena gerak membuat jiwa kita lebih fokus setelahnya. Atau saya pernah mendengar istilah NLP dari seorang teman, I Follow you, I Follow you, you follow me, saya kira hal inilah yang dipraktekan pak Ary Ginanjar dalam trainingnya.

 

Secara penjelasan ada yang namanya Kinestetic-Audiotery-Visual, kinestetic adalah gerakan, Audiotery pendengaran, dan visual adalah penggambaran, secara umum penyampaian pak Ary Ginanjar berpegang pada prinsip ini. Dan total banget pembawaannya, bikin yang menyaksikan merinding. Satu hal yang paling merasuk ke saya adalah senyuman tulus Pak Ary Ginanjar yang tak berkesudahan, dari hari pertama sampai hari ketiga. Padahal beliau sehari sebelumnya baru pulang umroh dan sebelumnya lagi dari Australia, Singapur, dan Malay, gak ada hari liburnya ini orang, bener total sama apa yang sudah jadi bagian hidupnya.

 

Isi materi trainingnya kembali ke Fitrah manusia, secara sadar atau tidak sadar kita sering bertanya ke dalam diri sendiri siapa dan mau kemana kita? Dan di sinilah menurut saya keunggulan ESQ dari materi training motivasi lain. Menemukan tujuan dan siapa jatidiri manusia. Bagaimana caranya, secara garis besar pemahaman ESQ basicnya Al-Quran dan Hadist, dikisahkan bagaimana seorang Ibrahim meminta kepada Allah untuk mempunyai keyakinan hati yang menghujam di hati. Dan ketika itu Allah suruh Ibrahim memanggil burung-burung dan kemudian dia mencincang-cincangnya dan memisahkan tubuh burung yang dicincangnya itu di antara bukit-bukit, kemudian Allah suruh Ibrahim untuk memanggil kembali burung itu ke hadapannya. Dan itulah kisah Ibrahim yang Agung.

 

Lalu bagaimana dengan kita yang manusia biasa untuk memperoleh keyakinan yang menghujam di hati? Dikisahkan secara visual tentang penciptaan Alam semesta yang pada prinsipnya berkesesuaian dengan apa yang disampaikan Al-Quran, ada yang tahu teory Bigbang ya? Kalo belum, googling deh, terus baca ayat Al-Quran tentang penciptaan alam semesta di bawah ini.

 

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” isi Surah Al Anbiya Ayat 30.

 

Penggambaran multimedia yang keren membuat peserta dapat secara feelnya, digambarkan tentang manusia sebagai makhluk kecil seperti debu dibandingkan alam semesta yang megah. Di bagian ini banyak yang terisak secara emosi, tercabik-cabik secara ego, kita manusia selama ini kadang bersikap sombong, merasa paling kaya, paling cantik, paling pintar, dan paling  ini dan itu lainnya, tetapi nyatanya kita hanya seonggok daging kecil yang membawa kotoran kemana-mana, kecil, kecil sekali.

 

Ini basic dalam hidup, menyadari sesadar-sadarnya, siapa kita dan mau kemana, bagaimana bersikap dan tetap optimis dalam mencapai tujuan.

 

Di bagian akhir peserta diajak menyelami alam bawah sadar yang secara teory menguasai diri manusia dalam bersikap dan kita diajak membuang apa yang membuat terbelenggu di dalam dada, bagian ini cukup berhasil membuat peserta teriak sekeras-kerasnya, membuang apa yang tidak disukai dari dirinya, perasaan gak percaya diri, kurang syukur dan lainnya.

Ehh, btw ini pesertanya sampai 500 an orang, buanyak yaahh… Harga tiketnya lumayan loh, bahkan ada yang dari singapura dan Malaysia…

 

Lanjut Bagian Kedua yaw….

Di sini

 

Di Jual tanah lokasi parung Bogor

Tanah dijual surat tanah Akta Jual Beli, tanah warisan, jadi tidak bermasalah.

Cocok untuk dijadikan rumah tempat tinggal, atau untuk investasi, mau buat perumahan juga monggo, di bawahnya sudah ada perumahan Inkopad, akses mudah, ada angkot 117 parung bojonggede, kondisi tanah di atas, jadi tidak rawan banjir.

Lokasi dekat pemukiman
harga murah dan letak strategis
bisa untuk buat rumah sekaligus kebun yang luas
10 menit dari pasar parung dan 20 menit dari statiun bojonggede

Buka Harga 300 Juta(Nego Tipis)

Boleh jika mau survey terlebih dahulu hubungi saya Irman
Hubungi saya di 0838-1846-0939

atau yang ada Whastapp silahkan klik link di bawah

 https://api.whatsapp.com/send?phone=6285714078512&text=Halo%20Admin%20Saya%20Mau%20tanya%20tanahn

 

Sinopsis dan Review Film DANGAL

DANGAL

Foto oleh Irman

Foto oleh Irman

 

Film India ke sekian yang saya tonton. Berkisah sosok laki-laki yang diperankan Aamir Khan yang hobi dan merupakan mantan Atlet Gulat, yang pernah mengubur cita-citanya karena keadaan ekonomi.

“Aku sangat sayang dengan anak-anak perempuanku, tetapi, ketahuilah, hanya anak laki-laki yang bisa mewujudkan cita-citaku” Sepotong percakapan Mahavir phogat dengan istrinya, ketika dia merasa sangat bersedih karena tidak mendapatkan anak laki-laki sampai anak ke 4nya lahir.

Mahavirpun mulai melupakan mimpi dan cita-citanya, untuk meraih emas untuk negaranya dalam olahraga gulat. Karena ketika dia memutuskan berhenti dalam olahraga gulat, dia berjanji jika dia tidak mendapatkan emas dan membela negaranya, kelak anak laki-lakinya yang akan mewujudkannya. Walau sayangnya dia tidak pernah mempunyai anak laki-laki.

 

Harapan itupun datang, ketika Geeta dan Babitha dimarahi oleh tetangganya, karena memukul anak laki-laki sampai babak belur.

Bukan marah, Sang Ayah malah merasa bangga, dan berjanji akan melatih kedua anaknya untuk menjadi pegulat. “Buah memang tidak jauh jatuh dari pohonnya” Demikian perkataan sang Ayah pada dirinya sendiri, ketika Geeta dan Babitha menceritakan kronologis kejadian itu.

“Hukuman yang sangat mengerikan oleh karena memukul anak laki-laki” Dengung Geeta, ketika bercakap dengan Babitha, sambil merasa menyesal sudah melakukan perkelahian itu.

Pasalnya kedua anak perempuan itu disuruh bangun setiap jam 5 pagi, tidak boleh ikut memasak, bermain, atau bernyanyi. Ayahnya benar-benar menyiapkan diri mereka untuk menjadi seorang pegulat. Berlari, berenang, dan aktivitas fisik lainnya.

Lucu, menarik, heroik dan penuh kekesalan bercampur aduk di film ini. Geeta dan Babitha  awal-awal teramat enggan untuk meneruskan latihan ini sehingga merencanakan banyak hal, supaya ayahnya bisa menerima kalo mereka ingin menjadi perempuan normal yang bisa memasak, bermain, bernyanyi. Bukan pegulat yang merupakan olahraga laki-laki.

Tetapi jalan cerita berubah, ketika seorang anak perempuan berumur 16 tahun teman Geeta dan Babitha itu dipaksa menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah dikenal sebelumnya.

“Kalian punya ayah yang hebat, yang memikirkan masa depan, aku iri kepada kalian, sedangkan aku dipaksa menikah dengan laki-laki yang bahkan tak pernah kulihat sebelumnya” Cetus sahabat mereka, pernyataan yang membuat mereka berpikir dan terpecut untuk serius menjalani latihan yang diberikan ayahnya.

Dan akhirnya, hari itupun tiba, Mahavir membawa Geeta untuk bertarung melawan anak laki-laki, walau kalah Geeta melakukan perlawanan yang sengit dan mendapat hadiah khusus sebesar 50 Rupee dari seorang tokoh.

Kekalahan itu ternyata membuat Geeta tak bisa tidur, dan menanyakan kembali kepada sang Ayah, kapan ada pertarungan lagi. Cemoohan masyarakat di awal berubah menjadi puji-pujian ketika Geeta bisa mengalahkan anak laki-laki dalam setiap pertandingan. Mahavir menorobos tradisi kampung yang teramat kokoh ketika itu, bahwa anak perempuan cukup bisa masak, dan ketika sudah mencapai usia remaja dicarikan suami tanpa ada keahlian lainnya.

“Akan aku buat merekalah (Geeta dan Babitha) yang akan memilih lelaki, bukan dipilih” Begitu pernyataan mahavir kepada istrinya, ketika ditanya bagaimana nanti masa depan anaknya, apa akan ada laki-laki yang mau memilih mereka untuk dijadikan istri karena menjadi atlet gulat.

Hari demi hari mengantarkan Geeta menjadi juara nasional, dan oleh karenanya diapun berhak mewakili India untuk ikut kejuaraan tingkat dunia. Tiga kali kesempatan itu geeta gagal, bahkan kalah dibabak-babak awal.

Ada momen yang amat emosional, ketika Geeta menganggap, apa yang diajarkan ayahnya adalah cara kuno, berbeda dengan apa yang diajarkan pelatihnya. Dan 3 kekalahan Geeta, membuat dia merenung dan meminta maaf kepada sang Ayah.

Dan pada kesempatan ke 4 inilah, sang ayah yang melatih Geeta dan Babitha langsung, walau secara sembunyi-sembunyi. Hal ini tidak disukai oleh pelatihnya, sehingga membuat hukuman buat mereka berdua, dan sang ayahpun dilarang untuk menemui mereka berdua selama pelatihan.

“Mereka hanya melarangku untuk bertemu, tetapi tidak untuk melatih” Begitu kata sang ayah kepada keponakan yang menemaninya.

Sang ayah mempelajari setiap pertandingan Geeta, kekalahan di Australi, Rusia dan Jakarta menjadi refrensi penting, melihat gaya permainan Geeta yang berubah. Dan di kejuaraan Commonwealth Games inilah puncaknya untuk Geeta untuk membuktikan dan mewujudkan mimpi ayahnya untuk mendapatkan mendali emas untuk negaranya.

“Jangan senang dulu, ini belum apa-apa” Kalimat itu selalu keluar dari mulut sang Ayah ketika Geeta atau babitha memenangkan sebuah pertarungan, tetapi setelah pertarungan yang amat sulit final melawan orang Australia itu Sang Ayah berkata “kali ini aku bangga padamu” Sambil mengusap air mata yang keluar.

Ada kalimat penyemangat yang luarbiasa ketika sebelum pertandingan final itu dari sang Ayah.

“Kau memang sudah dipastikan akan memperoleh perak, tetapi kau akan dilupakan. Raihlah mendali emas, maka kelak kau tidak hanya menjadi juara, tetapi kau akan dikenang karena telah mendobrak tradisi yang menganggap kalau wanita hanya bisa memasak, menikah dan punya anak” Dengung mahavir sebelum pertandiangan final.

Film yang membuat saya pribadi merasa diaduk-aduk secara emosional, lucu, sedih, heroik dan penuh perjuangan. Tidak ada pacar-pacaran, rekomend buat teman, anak, atau siapapun yang ingin mendapat pelajaran, bahwa tidak ada cita-cita yang tak bisa diraih, jika kita tetap mau berjuang, apapun tantangannya.

 

Terima kasih sudah menyimak tulisan saya ini.

Tentang Apa Profesimu?

Ada perasaan bangga pas orang nanya “Lu ngajar ya sekarang?” Begitu kata seorang teman kemarin pas ngobrol via Whatsapp. Kebetulan teman satu ini sedang masa bulan madu di dunia mengajar. Saya bersyukur, karena dia menemukan jalan hidupnya.

 

Saya awali dengan sebuah Quote “Bukan tentang apa pekerjaanmu, tetapi tentang bagaimana kau menghargai apa yang kau kerjakan”

Quote di atas tidak ditujukan untuk pekerjaan negatif seperti maling, copet, wanita malam, atau pekerjaan yang negatif lainnya.

Ehh kawan, sekarang saya mau tanya apa profesimu saat ini? Tukang tambal ban kah? Kuli bangunan? Karyawan? Pedagang? Direktur? Atau apah? Balik lagikei Quote di atas, bukan tentang pekerjaannya, tetapi bagaimana kau menghargai apa yang kau kerjakan.

Orang yang bangga dengan pekerjaannya akan lebih menikmati setiap momen yang di lakukannya, bekerja  dengan sepenuh hati, dan sadar sesadarnya bahwa pekerjaannya itu penting buat orang banyak. Tukang sampah yang sadar dengan apa yang dikerjakannya akan bahagia melihat lingkungan yang menjadi bersih, dan ada kesadaran khusus, yang membuatnya sadar akan pentingnya kebersihan.

 

Begitu pula, tukang tambal ban yang membantu pengendara yang bannya bocor sehingga bisa digunakan kembali, akan merasakan kebahagiaan lain selain mendapat uang upahnya. Apalagi jika kejadiannya malam. Ada yang pernah? Tengah malam, ban bocor, dorong sendirian, ketemu tukang tambal ban serasa ketemu angin surga yang melepas sesak di kaki yang pegel.. J.

Begitulah kira-kira, jadi balik lagi, seberapa bangga dan rasa syukurmu kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan kau untuk melakukan sesuatu yang penting, bukan tentang profesi apanya. Pernah dengar cerita seorang tukang pipa, yang setiap selesai pengerjaan beberapa hari kemudian menanyakan kembali bagaimana hasil pekerjaannya?  Tukang pipa inilah yang kemudian dijadikan sosok general manager di Mersedez benz, mau simak kisahnya, bisa klik di sini.

 

Bagaimana cara supaya kita merasa bangga terhadap apa yang kita kerjakan? Cukup sadari sesadar-sadarnya, bahwa apa yang kita lakukan adalah peran yang nyata dari Tuhan, peran yang bukan figuran, karena setiap orang adalah pemeran utama, tanpa tukang bersih-bersih, sampah akan kemana-mana, bau menyengat, dan kotor. Tanpa tukang tambal ban banyak orang yang akan kesulitan ketika bannya bocor, tanpa OB orang kantor gak ada yang membantu ini itu. Dan sebagainya. Sebaliknya, jika posisi  kita berada di atas, hayoo hargai mereka yang secara struktural masih di bawah dengan penghargaan yang memang pantas, karena sebagai manusia, kita tidak bisa hidup sendiri.

Demikian, terima kasih sudah menyimak celotehan sore ini.

 

Gagal Berhenti

 

Salah satu seorang teman yang menjadi bagian tim saya dalam pengerjaan proyek

Setelah bergulat dengan proyek selama dua bulan, dan hasil perhitungan budget dan modal yang sudah keluar dinyatakan rugi tenaga, rugi uang, rugi perasaan, hahahaa.. Tapi untung hikmah dan pengalaman. Alhamdulillah.

Kemarin, saya dan tim ngumpul, membicarakan ini, tepatnya membayar gajih mereka. Tidak full, karena memang proyek ini jebol. Klien yang satu ini istimewa detailnya, walau  hari ini bilang sudah puas tetapi besok ada lagi, dan ada lagi, dan dengan budget itu-itu juga tanpa tambah lagi uang. Seperti yang saya ceritakan di bagian Klik Ini.

Ada satu momen yang membuat saya sedih sekaligus bahagia, pertama mereka menyemangati saya, dengan banyak motivasi, kedua mereka berharap saya gak kapok maen proyek seperti ini. Mengapa? Karena mereka berharap bisa kerja lagi bareng, supaya dapur ngebul, supaya kebutuhan terpenuhi, yaaaa, kebutuhan ekonomi mereka yang memang kerja buruh serabutan, kadang kerja, kadang ngga, membuat mereka punya harapan supaya saya tetap meneruskan usaha proyek ke proyek ini. Alhamdulillah, menjadi salah satu wasilah rejeki buat orang lain, hakekatnya Allah tempat bergantung. Saya tak punya kuasa apapun dalam hal ini.

Sampai di sini saya jadi mikir buat bergrilya lagi, tidak patah, cukup intropeksi proyek sebelumnya kemudian jalan lagi. Karena ada yang berharap, walau berharap dengan makhluk banyak bikin kecewa. Hahaaaa…

Tadinya saya mau stop dulu ini semua, pengen pergi ke kampung inggris, terus cuti sebulanan, mau nikmatin hidup. Xixixi… Tetapi Allah menakdirkan lain, atau Allah memberikan pilihan takdir lain, untuk tetap menjadi wasillah rezeki buat orang lain. Yaa, seperti itu.

Akhirnya saya gagal untuk berhenti…

Maka pagi ini, saya ucapkan syukur Alhamdulillah, sambil menarik napas panjang dan mengeluarkannya kembali dengan perasaan lega…. Allahuakbar……

AlhamdulillahirabbilAlamin….

 

Tajurhalang

23 Januari 2018