Mengulangi Kebiasaan Baik

Setiap orang punya rutinitas yang setiap hari di kerjakan, dari bangun sampai bangun lagi. Pertanyaannya, apakah kebiasaan atau rutinitas yang kita lakukan itu membawa kepada sesuatu yang baik? Atau sebaliknya?

Seperti apa yang dikatakan orang-orang terdahulu. Diri kita yang sekarang adalah hasil dari repetisi (pengulangan) yang kita lakukan di masa lalu. Ehh, coba cek, bagaimana diri kita yang sekarang ini? Sudah cukup baik? Atau ada hal-hal yang harus diperbaiki? Hm, yaaa seperti itu kira-kira.

Bagaimana cara melewatinya? Beberapa waktu lalu saya pernah mengikuti sebuah training bersama Mbak Nikmah Nursyam, nah di sini diajarkan bagaimana cara mengubah sesuatu dalam diri kita, supaya menjadi lebih baik.

Pertama, lakukanlah kebiasaan baik secara berulang, secara teori 21 hari berturut-turut akan menjadikan alam bawah sadar terbiasa, dan kalo sudah terbiasa sulit untuk tidak melakukannya. Coba, bagaimana gelisahnya ketika orang yang sudah melakukan kebiasaan shalat, tiba-tiba di tengah jalan atau di manapun sehingga dia tidak bisa melakukan shalat. Nah, dimulai dari situ semuanya. Tentang kebiasaan baik, tentu teman sudah tau ya, karena kebaikan itu universal, sementara salah benar selalu relatif.

Yang kedua, mencatat ungkapan atau apa yang mau dilakukan tiap harinya di pagi hari, ini lumayan ampuh untuk kita belajar disiplin kepada diri sendiri. Hal-hal yang dicatat menjadi komitmen pribadi yang kita jadikan pegangan untuk aktivitas di hari yang akan di lewati.

Yang ketiga, buatlah catatan ungkapan syukur setiap menjelang tidur, setiap hari. Ungkapan syukur mampu menenangkan batin dan tanda penerimaan diri kita terhadap apa yang sudah kita capai di hari ini.

Contoh: Terima kasih Yaa Allah untuk hari ini, terima kasih hari ini saya sudah diberikan hembusan nafas yang tak berhenti, terima kasih Yaa Allah, hari ini saya ditraktir temen indomie, dan seterusnya.

Buat sesederhana mungkin, agar kita merasakan nikmat, bahkan sesuatu yang tadinya kita meremehkan sekalipun.

 

Intinya, makin baik seseorang maka akan semakin baik pula prilakunya ke sesama, semakin dalam batinnya kepada Yang Maha Kuasa. Itu dulu tulisan hari ini, sampai bertemu yaap.. See you..

Iklan

Bertemu Costumer yang ngeselin

Pembeli adalah raja, yaaa itu benar adanya, tetapi raja yaa harus adil, dan tahu diri, penjual tidak melayani sesuatu yang melebihi dari apa yang dibeli, kalaupun ada itu bonus namanya.  Kalau dari sudut pandang seorang teman bilang, pembeli itu memang raja, tetapi ada ketentuan berlaku yang membatasinya. Begitu kira-kira.

 

Terus kamu mau apa? Haaahh, sok jadi raja? Atau sok jadi rakyat? Ahh, lupakan, saya mau cerita, hahahaa… Bukan tentang raja atau rakyat jelata. Tapi ini kisah pribadi, yang berhubungan dengan costumer yang boleh dibilang raja, yang lumayan bikin pusing, Hihihiiii…

 

Ada apa? Hm, dua bulan ini saya dan tim berhubungan dengan orang kaya yang boleh dibilang orang kaya bangetttt, soalnya mobilnya banyak sampai 7 di garasi, Innova, Ferrarinya dua, terus merk lain yang saya gak hafal namanya. Pas ngobrol-ngobrol juga dia cerita kalo rumahnya ada 8 di Jakarta, hahahaa.. Kaya ya kan?? Dari segi materi iya. Tapi dari segi sikap saya gak bisa menghakimi, hanya saja, sepanjang kerjasama dengannya, saya merasa tertekan. Karena ribetnya minta ampun, apalagi kalo soal uang, ngeluarinnya ribet bro, entah ini orang pernah ditipu orang atau kenapa, sampai hati-hati banget dan lama dalam melangkah sesuatu yang berhubungan dengan uang. Lah bayangin, saya bikin kwitansi aja direvisi berulang-ulang, bahkan ada satu momen uang gak keluar karena kwitansinya dia bilang salah. Huhuhhh, naahh itu sederhana masalah kwitansi, bagaimana soal pengerjaan proyeknya?? Duuh ribet dah pokoknya, bikin pusing, yang lebih pusing lagi uang pribadi saya udah kemakan lumayan di proyek ini.

Terus bagaimana saya nyikapinnya, yaaa gitu. Kan standar prosedurnya, pembeli adalah raja, tapi yaa saya gak bisa nanggepin sesuatu yang di luar kuasa saya. Apalagi sesuatu yang bisa melebihi budget kalo diturutin. Dan itulah yang terjadi, xixixixixxx…. Bahkan uang pribadi saya udah kepake di proyek ini, yaa lumayan lah nilainya, buat ongkos sama uang jajan ke bali mah cukup sepertinya. Tapi dia ini gak ada puasnya, ini masih hubungin saya lagi, whatsapp, katanya kurang ini ituh. Duhhh, saya manusia pak, bukan Tuhan yang bisa sempurna, dan lebih-lebih ngga banget dah pengen sesempurna mungkin dengan budget seminim-minimnya. Gilaa pak, hahahaaaa…

 

Jadi gimana dong? Hm, Jadi uang yang hilang biarin sajalah, daripada saya dibuat pusing sama ini orang, saya mending nutup buku. Lepas aja ini proyek, dan untuk pekerja-pekerja yang belum dibayar, saya yang bayar aja, rezeki mah InshaAllah, dari proyek lain juga melimpah.  Jadi pengen liburan setelah melewati ini semua. Hhaaa…

 

Satu yang saya pelajari bertemu dengan seorang dari etnis tertentu ini buat saya punya kesimpulan, ini nih yang bener-bener encex, teliti dan agak killer, walau dikesempatan lain saya juga bertemu dengan costumer etnis yang sama tapi baiknya minta ampun. Bukan tentang suku, atau etnisnya tetapi ini tentang bagaimana sosoknya. Itu ternyata, dan berhati-hati berurusan dengan orang yang kaya banget, kadang sisi bijaknya yang kosong melompong, kurang bisa menghargai orang lain dan neken abis.

 

Sekian cerita malam ini, kalo ceritamu mana? Sini, biar saya baca.. J

DISEWAKAN RUMAH POTONG AYAM DI SAWANGAN DEPOK

DIKONTRAKAN RUMAH POTONG AYAM DI DEPOK

RUMAH POTONG AYAM (SEWA RPA)

 

Dikontrakan Rumah Potong Ayam Manual, Anda pengusaha Ayam potong? Mencari tempat untuk pemotongan ayam. Silahkan hubungi kami, ada tiga pemotongan ayam yang sedang kosong di kami.

Hubungi kami langsung di

0817-652-333-7 (NAFAH FAHRIZAL)

Atau Nomor Telpon 0251-861-48-01

Jika Anda punya whatsapp, silahkan langsung klik Link di bawah ini:

https://api.whatsapp.com/send?phone=628176523337&text=Halo%20Admin%20Saya%20Mau%20Order%20Buat%20kontrakan

Spesifikasi:

  • Tempat luas, dan parkiran luas muat 5 mobil.
  • Depan Jalan raya, jadi lokasi strategis.
  • Kondisi siap digunakan.
  • Tidak bermasalah dengan lingkungan, karena bersih dan Aman. Dan limbah dibuang ke Ikan Lele. Serta sudah diskusi dengan warga RT dan RW

Alamat kami di Jalan setu pengasinan No. 14 Rt 02/01 Sawangan Depok 16518

Pin Dipasang

https://goo.gl/maps/71H8PsyNKPJ2

      

DIKONTRAKAN RUMAH POTONG AYAM DI DEPOK15

DIKONTRAKAN RUMAH POTONG AYAM DI DEPOK15

 

Hubungi kami langsung di

0817-652-333-7 (NAFAH FAHRIZAL)

 

 

 

 

https://tukangayampotong.wordpress.com/2018/01/20/dikontrakan-rumah-potong-ayam-di-depok/

Ngawur tengah malem

Kalian pernah bohong? Gue pernah, bahkan kalo dikumpulin dari kecil mungkin kebohong-bohongan gue dah numpuk sebesar gunung uhud. Di mulai duit kembalian beli cabe nyokap yang gue bilang hilang sampai ke duit bayaran yang pernah gue tilep buat beli mobil tamiya atau maen Peesan. Yaa Allah, Igfirlana…

 

Tapi di atas semua itu apa yang bakalan gue ceritain di sini adalah kebohongan terhadap diri sendiri. Yaa Tuhan, bagaimana semua ini terjadi di hidup gue. Gue masih percaya setiap orang mungkin pernah bohong terhadap orang lain. Tetapi, bagaimana caranya bohong terhadap diri sendiri. Gue yakin lu pasti juga pernah, eh lagi-lagi gue curhat nih, beberapa waktu lalu, satu sosok ngwhatsapp yang intinya dia udah nemuin belahan jiwanya, dan rencana nikah April ini. Yaa bagus dong, orang yang udah mau niat baik bakalan mau nikah kan bagus, tapi brooo, gue kok di dalam hati ada perasaan bahagia memang, tapi gue gak bisa bohong juga kalo ada yang ketarik di hati, ditarik entah gimana rasanya. Loose aja gitu broo, ada yang hilang, ehh kenapa? Bukan berarti ini gue sama dia belum ada prospek ya, ini gue udah ikhtiarin InshaAllah maksimal, tapi belum jodoh, gak dapet restu bro dari ortunya, perihal banyak ini itu. Ahh, kelamaan yaah curhatnya, ini lebih kepada, gue seakan-akan bahagia, senyum sana-sini, tapi dalam hati kok ada yang hilang, hahaaa… Sedih juga sih, si doi kan sosok pertama yang gue kenalin ke ortu dan udah sampai tahap ketemuan antar keluarga. Tapi, kalo jodoh kan ngga bisa dipaksain. Allah yang Maha mengatur segala sesuatu, tugas kita mencoba mengikhtiarin. Jangan-jangan jodoh gue eluu bro, iya elu yang baca ini tulisan??? Tapi Eluu nya cewek yaa, bukan lekong.. Stttt  Gue normal bro jangan takut…

Ehh, nyambung ngga sih ini kebohongan pribadi terhadap diri sendiri, yang malah ujung-ujungnya ke curhatan pribadi yang belum juga udah-udah. Sabar yaaa ngadepin gueeeeeh.. Heheheeeee

 

Sampai jumpa lagi di tulisan ngawur…

Tulisan Malam-malam yang Dingin

Hey, apa kabar? Saya mau menulis sedikit tentang bagaimana rasanya merasa gagal, hahaaa… Respon dalam diri saya kok aneh, galau gak karuan, merasa kesel sendiri, dan ihh ini salah saya, salah orang-orang disekitar saya, dan banyak yang ingin disalahkan. Hahaaa… Yang paling serem yaaa nyalahin Allah, nyalahin Tuhan semesta alam.

 

Jadi ingat bagaimana sikap para Nabi, heeeyy ini para Nabi loh, dari Nabi Adam, sampai Nabi Yunus bilang Rabbanaa, Dzalamnaaa Angfusanaa… Ketika sesuatu terjadi itu semua salah diri kita, bukan yang lain. Nabi Adam Doanya, Rabbana Dzalamnaa, Angfusana, Waillam Taghfirlana, Lanakulana minal Khosirin, kalo Nabi Yunus Doanya LaaaillahaillaAnta, Subhanaka Inni Kuntu Minadzalimin.

 

Jadi sekelas para Nabi aja kelasnya dalam menyikapi sesuatu adalah mengakui, bahwa diri sendirilah yang Dzalim bukan di luar apa yang ada pada diri kita. Terus kalian siapaaaa? Ehh tepatnya saya siapa? Nyalahin sana sini ngga karuan, padahal diri sendirlah yang Dzalim.

 

Ceritanya, saya sedang merasa gagal dalam satu proyek di mana uang pribadi saya sudah keluar banyak dalam proyek ini. Dan masih belum beres juga pembayarannya. Hahaa, yaaaaa, apa mau di kata. Ini semua salah saya, yang miskin ilmu, cuma bisa doa aja sekarang, semoga Allah melembutkan hati Client tersebut, supaya cepet-cepet dibayar, Laaaillahailla Anta Subhanaka Inni Kuntu minadzalimin, Lahaula Walaquwata Illa Billahil AliyilAdzim.

 

Ketika sesuatu terjadi, bagaimana cara menyikapinya? Nah, saya jadi punya tips nih, di awal coba sadari dulu, bahwa semua terjadi sudah menjadi bagian takdir yang memang kalo sudah terjadi yaa terjadilah, begitu kata Ari Lasso.. 😉 Diterima saja, tarik napas dalam, keluarin dari mulut, terus ikutin aja deh prosesnya, kalo bahasa agama diikhtiarin prosesnya. Dan terakhir tinggal berserah diri, Tawakkal ke Allah untuk masalah hasilnya. Banyakin doa, istighfar, inshaAllah semua bakal kelewat kok, masa jomblo juga bakalan berakhir, semua ada masanya, dengan bersikap seperti itu hati kita jadi jauh lebih tenang.

 

Demikian tulisan malam-malam yang dingin ini..

KALEIDOSKOP 2017

Tahun yang luar biasa, sungguh amat luar biasa. Di tahun ini beberapa kejadian penting terjadi dalam hidup saya. Ada yang menoreh luka, ada yang buat bahagia, ada juga yang membuat bangga, adapula yang bikin merasa terhina. Ada yang datang dan adapula yang pergi. Siklus seperti ini sebenarnya biasa saja. Tidak ada yang membuat sesuatu menjadi spesial, kecuali diri kita sendiri. Tetapi apapun itu, mari mereviewnya kembali. Momen yang tepat untuk mengawali semuanya dengan lebih baik.

 

Alhamdulillah, terima kasih untuk semuanya, untuk masalah yang rumit namun memberi cara bagaimana bersikap, untuk kemudahan yang membuat kita berucap syukur, untuk keluarga  yang selalu ada, untuk yang memberikan pelajaran lewat luka, untuk yang datang dan pergi, sahabat yang luar biasa. Mitra usaha yang wow. Costumer yang ramah, costumer yang mengajari untuk menjadi lebih baik lewat cerewet dan sikap perfectnya, dan banyak lagi. Tahun 2017 adalah tahun luar biasa.

 

Bismillah, saya siap mengawali tahun 2018 dengan keajaiban yang Allah berikan.

Tulisan Ngasal

Jumat 03 November 2017

Kalo di total, sudah 5 hari ini saya sudah tidak mandi-mandi, bukan sedang di hutan atau punya pantangan ilmu kanuragan. Tapi, demam di tubuh ini baru saja surut, rencananya hari inilah saya akan mandi air hangat. Asik sekali bukan? Bayangkan, seperti orang yang kehausan kemudian mendapat air sejuk, passs.. Begitu pula yang akan dirasakan tubuh ini ketika dibanjuri air hangat nanti.

Ngomong-ngomong soal mandi, seingat sepanjang hidup 27 tahun ini, record tak mandi saya yang paling lama adalah ketika sakit cacar air, 2 minggu gak mandi, baauuu? Ya sudah tentu, tapi tak perlu dibahas lagi, karena ada bagian lebih ngeri lagi di saat sakit cacar itu. Kalian tahu apa? Hm….. Demi alasan katanya obat, saya makan cicak binatang melata itu, yang sering dinyanyiin, cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap…… ssttt (kalo hafal silahkan diteruskan sendiri). Saya makan cicak itu dengan lahap seperti layaknya makan sate dari tusuknya. Uhhhhh… Kalo ingat sekarang gak lagi-lagi deh..

Balik lagi ke sakit ini, senin sempet berangkat ke alam sutera, di sana saya malah meriang gak karuan. Pulang maghrib, abis salat langsung mengigil, tidur, bangun, tidur bangun, maksa salat isya jam 00.30 an dinihari, sambil kepala keliyengan. Satu hal yang saya bakalan inget betul ketika kita sakit gitu adalah, ada orang yang kasihnya sepanjang masa. Nyokapppp, iya benar… Sepanjang saya tidur bangun, tidur bangun, nyokaplah yang setia menemani, nempelin daun Ustajab di kepala, ambilin aer hangat, mijitin kepala saya yang makin pening, nanya mana yang sakit, mana yang begah, dan sebagainya. Kalo kaya gini kan saya mau bilang apa, selain. Makasih mamaaah.. Muaccch.. Hehehhee.. Pokoknya kasih ibu sepanjang masa, itu benar adanya. Kalo Anda punya seorang anak laki-laki, pastikan, cinta pertamanya adalah untuk ibunya. Sedangkan untuk anak perempuan, dia kelak akan merasakan cinta yang sama ketika mempunyai anak laki-laki kelak. Dah, titik aja.. Makasih lohhh..