Di Jual tanah lokasi parung Bogor

Tanah dijual surat tanah Akta Jual Beli, tanah warisan, jadi tidak bermasalah.

Cocok untuk dijadikan rumah tempat tinggal, atau untuk investasi, mau buat perumahan juga monggo, di bawahnya sudah ada perumahan Inkopad, akses mudah, ada angkot 117 parung bojonggede, kondisi tanah di atas, jadi tidak rawan banjir.

Lokasi dekat pemukiman
harga murah dan letak strategis
bisa untuk buat rumah sekaligus kebun yang luas
10 menit dari pasar parung dan 20 menit dari statiun bojonggede

Buka Harga 300 Juta(Nego Tipis)

Boleh jika mau survey terlebih dahulu hubungi saya Irman
Hubungi saya di 0838-1846-0939

atau yang ada Whastapp silahkan klik link di bawah

 https://api.whatsapp.com/send?phone=6285714078512&text=Halo%20Admin%20Saya%20Mau%20tanya%20tanahn

 

Iklan
Dipublikasi di jualan | Meninggalkan komentar

Sinopsis dan Review Film DANGAL

DANGAL

Foto oleh Irman

Foto oleh Irman

 

Film India ke sekian yang saya tonton. Berkisah sosok laki-laki yang diperankan Aamir Khan yang hobi dan merupakan mantan Atlet Gulat, yang pernah mengubur cita-citanya karena keadaan ekonomi.

“Aku sangat sayang dengan anak-anak perempuanku, tetapi, ketahuilah, hanya anak laki-laki yang bisa mewujudkan cita-citaku” Sepotong percakapan Mahavir phogat dengan istrinya, ketika dia merasa sangat bersedih karena tidak mendapatkan anak laki-laki sampai anak ke 4nya lahir.

Mahavirpun mulai melupakan mimpi dan cita-citanya, untuk meraih emas untuk negaranya dalam olahraga gulat. Karena ketika dia memutuskan berhenti dalam olahraga gulat, dia berjanji jika dia tidak mendapatkan emas dan membela negaranya, kelak anak laki-lakinya yang akan mewujudkannya. Walau sayangnya dia tidak pernah mempunyai anak laki-laki.

 

Harapan itupun datang, ketika Geeta dan Babitha dimarahi oleh tetangganya, karena memukul anak laki-laki sampai babak belur.

Bukan marah, Sang Ayah malah merasa bangga, dan berjanji akan melatih kedua anaknya untuk menjadi pegulat. “Buah memang tidak jauh jatuh dari pohonnya” Demikian perkataan sang Ayah pada dirinya sendiri, ketika Geeta dan Babitha menceritakan kronologis kejadian itu.

“Hukuman yang sangat mengerikan oleh karena memukul anak laki-laki” Dengung Geeta, ketika bercakap dengan Babitha, sambil merasa menyesal sudah melakukan perkelahian itu.

Pasalnya kedua anak perempuan itu disuruh bangun setiap jam 5 pagi, tidak boleh ikut memasak, bermain, atau bernyanyi. Ayahnya benar-benar menyiapkan diri mereka untuk menjadi seorang pegulat. Berlari, berenang, dan aktivitas fisik lainnya.

Lucu, menarik, heroik dan penuh kekesalan bercampur aduk di film ini. Geeta dan Babitha  awal-awal teramat enggan untuk meneruskan latihan ini sehingga merencanakan banyak hal, supaya ayahnya bisa menerima kalo mereka ingin menjadi perempuan normal yang bisa memasak, bermain, bernyanyi. Bukan pegulat yang merupakan olahraga laki-laki.

Tetapi jalan cerita berubah, ketika seorang anak perempuan berumur 16 tahun teman Geeta dan Babitha itu dipaksa menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah dikenal sebelumnya.

“Kalian punya ayah yang hebat, yang memikirkan masa depan, aku iri kepada kalian, sedangkan aku dipaksa menikah dengan laki-laki yang bahkan tak pernah kulihat sebelumnya” Cetus sahabat mereka, pernyataan yang membuat mereka berpikir dan terpecut untuk serius menjalani latihan yang diberikan ayahnya.

Dan akhirnya, hari itupun tiba, Mahavir membawa Geeta untuk bertarung melawan anak laki-laki, walau kalah Geeta melakukan perlawanan yang sengit dan mendapat hadiah khusus sebesar 50 Rupee dari seorang tokoh.

Kekalahan itu ternyata membuat Geeta tak bisa tidur, dan menanyakan kembali kepada sang Ayah, kapan ada pertarungan lagi. Cemoohan masyarakat di awal berubah menjadi puji-pujian ketika Geeta bisa mengalahkan anak laki-laki dalam setiap pertandingan. Mahavir menorobos tradisi kampung yang teramat kokoh ketika itu, bahwa anak perempuan cukup bisa masak, dan ketika sudah mencapai usia remaja dicarikan suami tanpa ada keahlian lainnya.

“Akan aku buat merekalah (Geeta dan Babitha) yang akan memilih lelaki, bukan dipilih” Begitu pernyataan mahavir kepada istrinya, ketika ditanya bagaimana nanti masa depan anaknya, apa akan ada laki-laki yang mau memilih mereka untuk dijadikan istri karena menjadi atlet gulat.

Hari demi hari mengantarkan Geeta menjadi juara nasional, dan oleh karenanya diapun berhak mewakili India untuk ikut kejuaraan tingkat dunia. Tiga kali kesempatan itu geeta gagal, bahkan kalah dibabak-babak awal.

Ada momen yang amat emosional, ketika Geeta menganggap, apa yang diajarkan ayahnya adalah cara kuno, berbeda dengan apa yang diajarkan pelatihnya. Dan 3 kekalahan Geeta, membuat dia merenung dan meminta maaf kepada sang Ayah.

Dan pada kesempatan ke 4 inilah, sang ayah yang melatih Geeta dan Babitha langsung, walau secara sembunyi-sembunyi. Hal ini tidak disukai oleh pelatihnya, sehingga membuat hukuman buat mereka berdua, dan sang ayahpun dilarang untuk menemui mereka berdua selama pelatihan.

“Mereka hanya melarangku untuk bertemu, tetapi tidak untuk melatih” Begitu kata sang ayah kepada keponakan yang menemaninya.

Sang ayah mempelajari setiap pertandingan Geeta, kekalahan di Australi, Rusia dan Jakarta menjadi refrensi penting, melihat gaya permainan Geeta yang berubah. Dan di kejuaraan Commonwealth Games inilah puncaknya untuk Geeta untuk membuktikan dan mewujudkan mimpi ayahnya untuk mendapatkan mendali emas untuk negaranya.

“Jangan senang dulu, ini belum apa-apa” Kalimat itu selalu keluar dari mulut sang Ayah ketika Geeta atau babitha memenangkan sebuah pertarungan, tetapi setelah pertarungan yang amat sulit final melawan orang Australia itu Sang Ayah berkata “kali ini aku bangga padamu” Sambil mengusap air mata yang keluar.

Ada kalimat penyemangat yang luarbiasa ketika sebelum pertandingan final itu dari sang Ayah.

“Kau memang sudah dipastikan akan memperoleh perak, tetapi kau akan dilupakan. Raihlah mendali emas, maka kelak kau tidak hanya menjadi juara, tetapi kau akan dikenang karena telah mendobrak tradisi yang menganggap kalau wanita hanya bisa memasak, menikah dan punya anak” Dengung mahavir sebelum pertandiangan final.

Film yang membuat saya pribadi merasa diaduk-aduk secara emosional, lucu, sedih, heroik dan penuh perjuangan. Tidak ada pacar-pacaran, rekomend buat teman, anak, atau siapapun yang ingin mendapat pelajaran, bahwa tidak ada cita-cita yang tak bisa diraih, jika kita tetap mau berjuang, apapun tantangannya.

 

Terima kasih sudah menyimak tulisan saya ini.

Dipublikasi di review film | Meninggalkan komentar

Tentang Apa Profesimu?

Ada perasaan bangga pas orang nanya “Lu ngajar ya sekarang?” Begitu kata seorang teman kemarin pas ngobrol via Whatsapp. Kebetulan teman satu ini sedang masa bulan madu di dunia mengajar. Saya bersyukur, karena dia menemukan jalan hidupnya.

 

Saya awali dengan sebuah Quote “Bukan tentang apa pekerjaanmu, tetapi tentang bagaimana kau menghargai apa yang kau kerjakan”

Quote di atas tidak ditujukan untuk pekerjaan negatif seperti maling, copet, wanita malam, atau pekerjaan yang negatif lainnya.

Ehh kawan, sekarang saya mau tanya apa profesimu saat ini? Tukang tambal ban kah? Kuli bangunan? Karyawan? Pedagang? Direktur? Atau apah? Balik lagikei Quote di atas, bukan tentang pekerjaannya, tetapi bagaimana kau menghargai apa yang kau kerjakan.

Orang yang bangga dengan pekerjaannya akan lebih menikmati setiap momen yang di lakukannya, bekerja  dengan sepenuh hati, dan sadar sesadarnya bahwa pekerjaannya itu penting buat orang banyak. Tukang sampah yang sadar dengan apa yang dikerjakannya akan bahagia melihat lingkungan yang menjadi bersih, dan ada kesadaran khusus, yang membuatnya sadar akan pentingnya kebersihan.

 

Begitu pula, tukang tambal ban yang membantu pengendara yang bannya bocor sehingga bisa digunakan kembali, akan merasakan kebahagiaan lain selain mendapat uang upahnya. Apalagi jika kejadiannya malam. Ada yang pernah? Tengah malam, ban bocor, dorong sendirian, ketemu tukang tambal ban serasa ketemu angin surga yang melepas sesak di kaki yang pegel.. J.

Begitulah kira-kira, jadi balik lagi, seberapa bangga dan rasa syukurmu kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan kau untuk melakukan sesuatu yang penting, bukan tentang profesi apanya. Pernah dengar cerita seorang tukang pipa, yang setiap selesai pengerjaan beberapa hari kemudian menanyakan kembali bagaimana hasil pekerjaannya?  Tukang pipa inilah yang kemudian dijadikan sosok general manager di Mersedez benz, mau simak kisahnya, bisa klik di sini.

 

Bagaimana cara supaya kita merasa bangga terhadap apa yang kita kerjakan? Cukup sadari sesadar-sadarnya, bahwa apa yang kita lakukan adalah peran yang nyata dari Tuhan, peran yang bukan figuran, karena setiap orang adalah pemeran utama, tanpa tukang bersih-bersih, sampah akan kemana-mana, bau menyengat, dan kotor. Tanpa tukang tambal ban banyak orang yang akan kesulitan ketika bannya bocor, tanpa OB orang kantor gak ada yang membantu ini itu. Dan sebagainya. Sebaliknya, jika posisi  kita berada di atas, hayoo hargai mereka yang secara struktural masih di bawah dengan penghargaan yang memang pantas, karena sebagai manusia, kita tidak bisa hidup sendiri.

Demikian, terima kasih sudah menyimak celotehan sore ini.

 

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Gagal Berhenti

 

Salah satu seorang teman yang menjadi bagian tim saya dalam pengerjaan proyek

Setelah bergulat dengan proyek selama dua bulan, dan hasil perhitungan budget dan modal yang sudah keluar dinyatakan rugi tenaga, rugi uang, rugi perasaan, hahahaa.. Tapi untung hikmah dan pengalaman. Alhamdulillah.

Kemarin, saya dan tim ngumpul, membicarakan ini, tepatnya membayar gajih mereka. Tidak full, karena memang proyek ini jebol. Klien yang satu ini istimewa detailnya, walau  hari ini bilang sudah puas tetapi besok ada lagi, dan ada lagi, dan dengan budget itu-itu juga tanpa tambah lagi uang. Seperti yang saya ceritakan di bagian Klik Ini.

Ada satu momen yang membuat saya sedih sekaligus bahagia, pertama mereka menyemangati saya, dengan banyak motivasi, kedua mereka berharap saya gak kapok maen proyek seperti ini. Mengapa? Karena mereka berharap bisa kerja lagi bareng, supaya dapur ngebul, supaya kebutuhan terpenuhi, yaaaa, kebutuhan ekonomi mereka yang memang kerja buruh serabutan, kadang kerja, kadang ngga, membuat mereka punya harapan supaya saya tetap meneruskan usaha proyek ke proyek ini. Alhamdulillah, menjadi salah satu wasilah rejeki buat orang lain, hakekatnya Allah tempat bergantung. Saya tak punya kuasa apapun dalam hal ini.

Sampai di sini saya jadi mikir buat bergrilya lagi, tidak patah, cukup intropeksi proyek sebelumnya kemudian jalan lagi. Karena ada yang berharap, walau berharap dengan makhluk banyak bikin kecewa. Hahaaaa…

Tadinya saya mau stop dulu ini semua, pengen pergi ke kampung inggris, terus cuti sebulanan, mau nikmatin hidup. Xixixi… Tetapi Allah menakdirkan lain, atau Allah memberikan pilihan takdir lain, untuk tetap menjadi wasillah rezeki buat orang lain. Yaa, seperti itu.

Akhirnya saya gagal untuk berhenti…

Maka pagi ini, saya ucapkan syukur Alhamdulillah, sambil menarik napas panjang dan mengeluarkannya kembali dengan perasaan lega…. Allahuakbar……

AlhamdulillahirabbilAlamin….

 

Tajurhalang

23 Januari 2018

Dipublikasi di Curhat | Meninggalkan komentar

Mengulangi Kebiasaan Baik

Setiap orang punya rutinitas yang setiap hari di kerjakan, dari bangun sampai bangun lagi. Pertanyaannya, apakah kebiasaan atau rutinitas yang kita lakukan itu membawa kepada sesuatu yang baik? Atau sebaliknya?

Seperti apa yang dikatakan orang-orang terdahulu. Diri kita yang sekarang adalah hasil dari repetisi (pengulangan) yang kita lakukan di masa lalu. Ehh, coba cek, bagaimana diri kita yang sekarang ini? Sudah cukup baik? Atau ada hal-hal yang harus diperbaiki? Hm, yaaa seperti itu kira-kira.

Bagaimana cara melewatinya? Beberapa waktu lalu saya pernah mengikuti sebuah training bersama Mbak Nikmah Nursyam, nah di sini diajarkan bagaimana cara mengubah sesuatu dalam diri kita, supaya menjadi lebih baik.

Pertama, lakukanlah kebiasaan baik secara berulang, secara teori 21 hari berturut-turut akan menjadikan alam bawah sadar terbiasa, dan kalo sudah terbiasa sulit untuk tidak melakukannya. Coba, bagaimana gelisahnya ketika orang yang sudah melakukan kebiasaan shalat, tiba-tiba di tengah jalan atau di manapun sehingga dia tidak bisa melakukan shalat. Nah, dimulai dari situ semuanya. Tentang kebiasaan baik, tentu teman sudah tau ya, karena kebaikan itu universal, sementara salah benar selalu relatif.

Yang kedua, mencatat ungkapan atau apa yang mau dilakukan tiap harinya di pagi hari, ini lumayan ampuh untuk kita belajar disiplin kepada diri sendiri. Hal-hal yang dicatat menjadi komitmen pribadi yang kita jadikan pegangan untuk aktivitas di hari yang akan di lewati.

Yang ketiga, buatlah catatan ungkapan syukur setiap menjelang tidur, setiap hari. Ungkapan syukur mampu menenangkan batin dan tanda penerimaan diri kita terhadap apa yang sudah kita capai di hari ini.

Contoh: Terima kasih Yaa Allah untuk hari ini, terima kasih hari ini saya sudah diberikan hembusan nafas yang tak berhenti, terima kasih Yaa Allah, hari ini saya ditraktir temen indomie, dan seterusnya.

Buat sesederhana mungkin, agar kita merasakan nikmat, bahkan sesuatu yang tadinya kita meremehkan sekalipun.

 

Intinya, makin baik seseorang maka akan semakin baik pula prilakunya ke sesama, semakin dalam batinnya kepada Yang Maha Kuasa. Itu dulu tulisan hari ini, sampai bertemu yaap.. See you..

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Bertemu Costumer yang ngeselin

Pembeli adalah raja, yaaa itu benar adanya, tetapi raja yaa harus adil, dan tahu diri, penjual tidak melayani sesuatu yang melebihi dari apa yang dibeli, kalaupun ada itu bonus namanya.  Kalau dari sudut pandang seorang teman bilang, pembeli itu memang raja, tetapi ada ketentuan berlaku yang membatasinya. Begitu kira-kira.

 

Terus kamu mau apa? Haaahh, sok jadi raja? Atau sok jadi rakyat? Ahh, lupakan, saya mau cerita, hahahaa… Bukan tentang raja atau rakyat jelata. Tapi ini kisah pribadi, yang berhubungan dengan costumer yang boleh dibilang raja, yang lumayan bikin pusing, Hihihiiii…

 

Ada apa? Hm, dua bulan ini saya dan tim berhubungan dengan orang kaya yang boleh dibilang orang kaya bangetttt, soalnya mobilnya banyak sampai 7 di garasi, Innova, Ferrarinya dua, terus merk lain yang saya gak hafal namanya. Pas ngobrol-ngobrol juga dia cerita kalo rumahnya ada 8 di Jakarta, hahahaa.. Kaya ya kan?? Dari segi materi iya. Tapi dari segi sikap saya gak bisa menghakimi, hanya saja, sepanjang kerjasama dengannya, saya merasa tertekan. Karena ribetnya minta ampun, apalagi kalo soal uang, ngeluarinnya ribet bro, entah ini orang pernah ditipu orang atau kenapa, sampai hati-hati banget dan lama dalam melangkah sesuatu yang berhubungan dengan uang. Lah bayangin, saya bikin kwitansi aja direvisi berulang-ulang, bahkan ada satu momen uang gak keluar karena kwitansinya dia bilang salah. Huhuhhh, naahh itu sederhana masalah kwitansi, bagaimana soal pengerjaan proyeknya?? Duuh ribet dah pokoknya, bikin pusing, yang lebih pusing lagi uang pribadi saya udah kemakan lumayan di proyek ini.

Terus bagaimana saya nyikapinnya, yaaa gitu. Kan standar prosedurnya, pembeli adalah raja, tapi yaa saya gak bisa nanggepin sesuatu yang di luar kuasa saya. Apalagi sesuatu yang bisa melebihi budget kalo diturutin. Dan itulah yang terjadi, xixixixixxx…. Bahkan uang pribadi saya udah kepake di proyek ini, yaa lumayan lah nilainya, buat ongkos sama uang jajan ke bali mah cukup sepertinya. Tapi dia ini gak ada puasnya, ini masih hubungin saya lagi, whatsapp, katanya kurang ini ituh. Duhhh, saya manusia pak, bukan Tuhan yang bisa sempurna, dan lebih-lebih ngga banget dah pengen sesempurna mungkin dengan budget seminim-minimnya. Gilaa pak, hahahaaaa…

 

Jadi gimana dong? Hm, Jadi uang yang hilang biarin sajalah, daripada saya dibuat pusing sama ini orang, saya mending nutup buku. Lepas aja ini proyek, dan untuk pekerja-pekerja yang belum dibayar, saya yang bayar aja, rezeki mah InshaAllah, dari proyek lain juga melimpah.  Jadi pengen liburan setelah melewati ini semua. Hhaaa…

 

Satu yang saya pelajari bertemu dengan seorang dari etnis tertentu ini buat saya punya kesimpulan, ini nih yang bener-bener encex, teliti dan agak killer, walau dikesempatan lain saya juga bertemu dengan costumer etnis yang sama tapi baiknya minta ampun. Bukan tentang suku, atau etnisnya tetapi ini tentang bagaimana sosoknya. Itu ternyata, dan berhati-hati berurusan dengan orang yang kaya banget, kadang sisi bijaknya yang kosong melompong, kurang bisa menghargai orang lain dan neken abis.

 

Sekian cerita malam ini, kalo ceritamu mana? Sini, biar saya baca.. J

Dipublikasi di Curhat | 3 Komentar

DISEWAKAN RUMAH POTONG AYAM DI SAWANGAN DEPOK

DIKONTRAKAN RUMAH POTONG AYAM DI DEPOK

RUMAH POTONG AYAM (SEWA RPA)

 

Dikontrakan Rumah Potong Ayam Manual, Anda pengusaha Ayam potong? Mencari tempat untuk pemotongan ayam. Silahkan hubungi kami, ada tiga pemotongan ayam yang sedang kosong di kami.

Hubungi kami langsung di

0817-652-333-7 (NAFAH FAHRIZAL)

Atau Nomor Telpon 0251-861-48-01

Jika Anda punya whatsapp, silahkan langsung klik Link di bawah ini:

https://api.whatsapp.com/send?phone=628176523337&text=Halo%20Admin%20Saya%20Mau%20Order%20Buat%20kontrakan

Spesifikasi:

  • Tempat luas, dan parkiran luas muat 5 mobil.
  • Depan Jalan raya, jadi lokasi strategis.
  • Kondisi siap digunakan.
  • Tidak bermasalah dengan lingkungan, karena bersih dan Aman. Dan limbah dibuang ke Ikan Lele. Serta sudah diskusi dengan warga RT dan RW

Alamat kami di Jalan setu pengasinan No. 14 Rt 02/01 Sawangan Depok 16518

Pin Dipasang

https://goo.gl/maps/71H8PsyNKPJ2

      

DIKONTRAKAN RUMAH POTONG AYAM DI DEPOK15

DIKONTRAKAN RUMAH POTONG AYAM DI DEPOK15

 

Hubungi kami langsung di

0817-652-333-7 (NAFAH FAHRIZAL)

 

 

 

 

https://tukangayampotong.wordpress.com/2018/01/20/dikontrakan-rumah-potong-ayam-di-depok/

Dipublikasi di jualan | Meninggalkan komentar

Ngawur tengah malem

Kalian pernah bohong? Gue pernah, bahkan kalo dikumpulin dari kecil mungkin kebohong-bohongan gue dah numpuk sebesar gunung uhud. Di mulai duit kembalian beli cabe nyokap yang gue bilang hilang sampai ke duit bayaran yang pernah gue tilep buat beli mobil tamiya atau maen Peesan. Yaa Allah, Igfirlana…

 

Tapi di atas semua itu apa yang bakalan gue ceritain di sini adalah kebohongan terhadap diri sendiri. Yaa Tuhan, bagaimana semua ini terjadi di hidup gue. Gue masih percaya setiap orang mungkin pernah bohong terhadap orang lain. Tetapi, bagaimana caranya bohong terhadap diri sendiri. Gue yakin lu pasti juga pernah, eh lagi-lagi gue curhat nih, beberapa waktu lalu, satu sosok ngwhatsapp yang intinya dia udah nemuin belahan jiwanya, dan rencana nikah April ini. Yaa bagus dong, orang yang udah mau niat baik bakalan mau nikah kan bagus, tapi brooo, gue kok di dalam hati ada perasaan bahagia memang, tapi gue gak bisa bohong juga kalo ada yang ketarik di hati, ditarik entah gimana rasanya. Loose aja gitu broo, ada yang hilang, ehh kenapa? Bukan berarti ini gue sama dia belum ada prospek ya, ini gue udah ikhtiarin InshaAllah maksimal, tapi belum jodoh, gak dapet restu bro dari ortunya, perihal banyak ini itu. Ahh, kelamaan yaah curhatnya, ini lebih kepada, gue seakan-akan bahagia, senyum sana-sini, tapi dalam hati kok ada yang hilang, hahaaa… Sedih juga sih, si doi kan sosok pertama yang gue kenalin ke ortu dan udah sampai tahap ketemuan antar keluarga. Tapi, kalo jodoh kan ngga bisa dipaksain. Allah yang Maha mengatur segala sesuatu, tugas kita mencoba mengikhtiarin. Jangan-jangan jodoh gue eluu bro, iya elu yang baca ini tulisan??? Tapi Eluu nya cewek yaa, bukan lekong.. Stttt  Gue normal bro jangan takut…

Ehh, nyambung ngga sih ini kebohongan pribadi terhadap diri sendiri, yang malah ujung-ujungnya ke curhatan pribadi yang belum juga udah-udah. Sabar yaaa ngadepin gueeeeeh.. Heheheeeee

 

Sampai jumpa lagi di tulisan ngawur…

Dipublikasi di Curhat | Meninggalkan komentar

Tulisan Malam-malam yang Dingin

Hey, apa kabar? Saya mau menulis sedikit tentang bagaimana rasanya merasa gagal, hahaaa… Respon dalam diri saya kok aneh, galau gak karuan, merasa kesel sendiri, dan ihh ini salah saya, salah orang-orang disekitar saya, dan banyak yang ingin disalahkan. Hahaaa… Yang paling serem yaaa nyalahin Allah, nyalahin Tuhan semesta alam.

 

Jadi ingat bagaimana sikap para Nabi, heeeyy ini para Nabi loh, dari Nabi Adam, sampai Nabi Yunus bilang Rabbanaa, Dzalamnaaa Angfusanaa… Ketika sesuatu terjadi itu semua salah diri kita, bukan yang lain. Nabi Adam Doanya, Rabbana Dzalamnaa, Angfusana, Waillam Taghfirlana, Lanakulana minal Khosirin, kalo Nabi Yunus Doanya LaaaillahaillaAnta, Subhanaka Inni Kuntu Minadzalimin.

 

Jadi sekelas para Nabi aja kelasnya dalam menyikapi sesuatu adalah mengakui, bahwa diri sendirilah yang Dzalim bukan di luar apa yang ada pada diri kita. Terus kalian siapaaaa? Ehh tepatnya saya siapa? Nyalahin sana sini ngga karuan, padahal diri sendirlah yang Dzalim.

 

Ceritanya, saya sedang merasa gagal dalam satu proyek di mana uang pribadi saya sudah keluar banyak dalam proyek ini. Dan masih belum beres juga pembayarannya. Hahaa, yaaaaa, apa mau di kata. Ini semua salah saya, yang miskin ilmu, cuma bisa doa aja sekarang, semoga Allah melembutkan hati Client tersebut, supaya cepet-cepet dibayar, Laaaillahailla Anta Subhanaka Inni Kuntu minadzalimin, Lahaula Walaquwata Illa Billahil AliyilAdzim.

 

Ketika sesuatu terjadi, bagaimana cara menyikapinya? Nah, saya jadi punya tips nih, di awal coba sadari dulu, bahwa semua terjadi sudah menjadi bagian takdir yang memang kalo sudah terjadi yaa terjadilah, begitu kata Ari Lasso.. 😉 Diterima saja, tarik napas dalam, keluarin dari mulut, terus ikutin aja deh prosesnya, kalo bahasa agama diikhtiarin prosesnya. Dan terakhir tinggal berserah diri, Tawakkal ke Allah untuk masalah hasilnya. Banyakin doa, istighfar, inshaAllah semua bakal kelewat kok, masa jomblo juga bakalan berakhir, semua ada masanya, dengan bersikap seperti itu hati kita jadi jauh lebih tenang.

 

Demikian tulisan malam-malam yang dingin ini..

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KALEIDOSKOP 2017

Tahun yang luar biasa, sungguh amat luar biasa. Di tahun ini beberapa kejadian penting terjadi dalam hidup saya. Ada yang menoreh luka, ada yang buat bahagia, ada juga yang membuat bangga, adapula yang bikin merasa terhina. Ada yang datang dan adapula yang pergi. Siklus seperti ini sebenarnya biasa saja. Tidak ada yang membuat sesuatu menjadi spesial, kecuali diri kita sendiri. Tetapi apapun itu, mari mereviewnya kembali. Momen yang tepat untuk mengawali semuanya dengan lebih baik.

 

Alhamdulillah, terima kasih untuk semuanya, untuk masalah yang rumit namun memberi cara bagaimana bersikap, untuk kemudahan yang membuat kita berucap syukur, untuk keluarga  yang selalu ada, untuk yang memberikan pelajaran lewat luka, untuk yang datang dan pergi, sahabat yang luar biasa. Mitra usaha yang wow. Costumer yang ramah, costumer yang mengajari untuk menjadi lebih baik lewat cerewet dan sikap perfectnya, dan banyak lagi. Tahun 2017 adalah tahun luar biasa.

 

Bismillah, saya siap mengawali tahun 2018 dengan keajaiban yang Allah berikan.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar