Arsip Bulanan: Maret 2014

(Puisi) Aku ingin mencintaimu dengan kejam

Aku…
Aku ingin mencintaimu dengan kejam
Seperti kejamnya asap rokok terhadap para pecandu yang membunuhnya secara perlahan

Aku…
Aku ingin mencintaimu dengan kejam
Seperti kejamnya api kepada kayu yang membakarnya hingga menjadi abu

Aku…
Aku ingin mencintaimu dengan kejam
Seperti kejamnya air kepada api yang menjadikannya padam

Aku…
Aku ingin mencintaimu dengan kejam
Seperti kejamnya arak yang memabukkan para peminumnya

Kelak aku akan sangat lembut
ketika kau telah lunglai jatuh karena terbunuh oleh cintaku

Iklan

(Puisi) Siapakah engkau

Siapakah engkau
Siapakah engkau yang terjerat rindu
Dan kemudian diam dalam ambigu

Siapakah engkau
Siapakah engkau yang menyelinap masuk dalam hening
Mengadu padu dalam sepi yang menunggu

Siapakah engkau
Siapakah engkau goretan pena yang mengharu biru
Dan pipimu mulai merah malu-malu

Siapakah engkau
Siapakah engkau tentang rasa yang tanda tanya
Tentang masa yang telah lalu

Siapakah engkau berwajah lugu
Berharap sesuatu yang belum tentu

Kelak jika kita bertemu
Aku ingin semuanya berjalan seperti itu
Tidak pernah layu
Dan tidak pula menggugu
Seperti puisiku yang mengharu biru

Mengenang Rina Shu

“Harus ikhlas menerima perubahan-perubahan, kadang dalam hidup ini ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan walau seberapa kerasnyapun kita berusaha”

Saya masih teriang-iang dengan kata-kata di atas, kata-kata tersebut saya copas dari status  facebook terakhir dari sahabat Saya yang bernama Rina Shu, sebelum fisiknya lusuh tak mampu menopang semangat hidupnya.Yaa, kemarin tepatnya hari kamis 20 maret 2014 Rina sahabat saya menghembuskan nafas terakhir, hari berkabung buat keluarga dan bagi siapapun yang mengenalnya.

Saya ingin berbagi sedikit tentang sosok Rina. Lahir dan tumbuh besar dengan membawa serta sebuah penyakit muscullar distropy (kelainan otot) sehingga kamar tidur dan kursi roda menjadi dunianya sehari-hari. Bahkan, untuk sekedar bangun dari tempat tidurnya pun Rina butuh bantuan orang lain, tetapi semua itu tidak pernah membuat semangatnya padam untuk mengejar mimpi-mimpinya. Menulis adalah kebiasaan yang digandruminya setelah ia putus sekolah ketika SMA, impian menjadi Psikolog dan ahli bahasa seakan runtuh waktu itu, tetapi Rina berkeyakinan tetap bisa maju meski keluar dari sekolah. Tujuan hidupnya adalah memberi arti ke sesama, dia pernah bilang betapa takutnya dirinya akan hidup yang berakhir begitu saja, tidak memberi arti apapun bagaikan seonggok daging yang jatuh ke bumi lalu hilang ditelan masa. Mengawali karir menjadi seorang penulis bukanlah hal yang mudah, Rina sempat mogok menulis, merasa tidak berbakat menulis karena penolakan-penolakan dari redaksi majalah yang ia kirimi, tetapi keyakinannya tumbuh kembali, dan ia pun menulis novel yang akhirnya bisa terbit melalui Divapress dengan sebelumnya diterbitkan lebih dulu melalui selfpublishing Nulisbuku.com. Setelah novel pertamanya terbit, buku-buku lain yang berupa antologi, cerpen, dan buku yang ia tulis bersama temannyapun menyusul terbit. Bahkan yang saya ketahui Rina sempat membuat sebuah penerbit selfpublishing bersama teman-temannya yang diberikan nama Jentera Pustaka.

Saya mengenal Rina dari seorang sahabat yang waktu itu adalah rekan kerja saya, mayang namanya yang merupakan sepupu dari Rina, karena saya sering ke rumahnya saya jadi akrab dan bercerita banyak hal, bahkan Rina tidak jarang memberikan saya support ketika saya merasa down, dan momen yang tidak mungkin saya lupakan adalah pekerjaan saya sekarang sebagai layouter penerbit indie yang berawal info lowongannya dari Rina, bahkan Rina mensupport saya berkali-kali untuk supaya saya segera melamar pekerjaan ini walau saya tak begitu pede ketika itu. Maklum, saya belum bisa design layout ketika itu. Dan alhamdulilah, tak terasa hampir 3 tahun berjalan, dan sekarang saya sudah jago layouter dengan Indesign. Bukan hanya soal pekerjaan, saya juga sering curhat masalah asmara dengan Rina, bercanda ini itu dan ledek-ledekan meski via online di fb. Rina bagi saya adalah kakak yang dipertemukan ketika saya sudah dewasa, sosok yang begitu periang, asik buat ngobrol, penyemangat. Saya bersyukur sempat memberikan hadiah ketiga buku untuknya sebagai ucapan terima kasih waktu itu karena saya diterima di tempat kerja.

Mengenal Rina bagi saya adalah sebuah pembuktian dari Tuhan bahwa benarlah firmanNya jika kita bersyukur maka akan diberikan lebih banyak lagi kelebihan-kelebihan, kemudahan-kemudahan bahkan dengan sesuatu yang kita bilang tak masuk akal, Rina dalam kondisi difabel mampu menjadi penulis, menginspirasi banyak orang, menjadi orang yang begitu percaya diri, dan semua itu karena rasa syukur bukan dengan kesibukan mengeluhi keadaan dan mengutuki kekurangannya. Tidak, tidak pernah keluhan itu keluar dari mulutnya.

Saya jadi ingat apa yang dikatakan Rina dalam antologi Berjalan Menembus Batas bersama Ahmad fuadi dan kawan-kawan, begini kira-kira:

“Yang aku butuhkan bukan kaki untuk berjalan tetapi yang aku butuhkan adalah semangat untuk berjuang, bahkan dengan semangat aku bisa menjelajahi tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh sepasang kaki. Aku yakin itu”

Untukmu Rina, kami yakin kamu sedang berlari dan menari-nari di Taman surga sambil tersenyum, sesuatu yang tak pernah bisa kau lakukan di alam nyata. Doa-doa terbaik selalu menyertaimu.

Alfatihah….

 

Salam

Irman

 1972485_745280318816652_282995044_n

Mengurus STNK Hilang

Galau..! galau..! galau..! itu yang ada di otak saya beberapa hari belakangan, pasalnya dompet saya hilang entah dimana. Sepulang kerja, terakhir saya ingat dompet ada di kantong celana (cukup sampai di sini cerita hilangnya tidak penting yang penting cerita ngurus surat-suratnya oke). Sebenarnya masalahnya bukan pada dompetnya tetapi lebih kepada isi dompetnya, hehehehe.. (temen-temen udah pada tahu kali). Kesan pertama yang ada di otak saya, ini pasti bakalan ribet, ini pasti bakalan ribet (jangan ditiru ini sugesti negatif) tetapi tak ada pilihan lain selain maju (dikiranya perang hehehe..) dan benar saja, walau tidak seribet benang kusut..! Simak baik-baik ya kawan, Saya ingin berbagi pengalaman mengenai pengurusan STNK yang hilang, kalau masalah KTP, itu tinggal urus ke RW saja, saya buat cuma Rp 40.000 (aslinya gratis mungkin) dengan membawa kelengkapan Kartu keluarga, foto, dan surat kehilangan dari kepolisian, seminggu juga udah jadi, kalau Atm silahkan blokir aja dulu setelah KTP jadi baru diurus lagi deh, biayanya murah cuma Rp 15.000, nah, kalau SIM silahkan buat lagi aja ya, biayanya sekitar Rp 150.000 (kalau jalur resmi tanpa calo), sampailah kita pada surat yang agak ribet ini, STNK (Surat Tanda Kendaraan Bermotor), sebenarnya untuk mengurus surat ini biayanya tidak mahal, hanya saja birokrasinya yang ribet bin rumit. Ketika saya yakin bahwa dompet hilang, yang pertama saya lakukan adalah mengurus surat kehilangan di Polsek Tonjong Bogor. Apa ada biaya administrasinya? tentunya ada kawan, tetapi petugasnya tidak menarif berapa biayanya, ternyata kasus Jendral Djoko Susilo bikin Kepolisian melakukan reformasi Adminstratif yaa..! “pikir saya” Akhirnya saya kasih dehh Rp 20.000, tapi itu kebanyakan kawan, kalau bisa diulang saya kasih Rp 10.000 aja deh buat urus surat beginian (belaga pelit).. hahaha..
Setelah Surat Kehilangan dari Kepolisian sudah berada di tangan. Akhirnya berangkatlah saya dengan PEDE ke Samsat Cibinong, setibanya di Samsat saya langsung ke petugas pengecekan disuruh cek fisik kendaraan terlebih dahulu, bayar cek fisik masih seikhlasnya saya kasih itu orang Rp 15.000, saran saya cukup Rp 10.000 saja, karena pada dasarnya mereka udah pada digajih kok.. Setelah cek fisik disinilah PEDE saya runtuh berhamburan tak bertuan (boleh kan lebay dikit.. hehehe) Saya serahkan itu surat kehilangan dari polsek beserta fotocopy BPKB dan hasil dari cek fisik tersebut. Aihhkk kemudian petugas malah mengeluarkan form untuk mengurus STNK yang hilang, saya lihat ada 13 point yang harus diurus, wahh masih banyak sekali kekurangan kelengkapan saya buat urus STNK, ini saya foto saja formnya supaya jelas.

Mengurus_STNK_Hilang

Ini saya tulis isinya kalau belum jelas.
1. Laporan Kehilangan dari Kepolisian
2. BAP dari Sat Reskrim Polres
3. BPKB Asli/ Surat keterangan dari Lisence
4. Fotokopi Arsip STNK Jika ada
5. KTP Asli dan fotocopy
6. Surat Keterangan tidak terlibat Laka Lantas
7. Keterangan STNK tidak dalam Reg. Tilang
8. Hasil cek fisik kendaraan bermotor
9. Kwitansi dari Biro Iklan
10. Bukti Kliping Koran 3 minggu berturut-turut
11. Nota Dinas dari Sat Reskrim Polres
12. Kendaraan Bermotor hadir untuk difoto
13. Surat Pernyataan STNK Hilang
Dibawahnya ada catatan:
BAGI YANG MEMILIKI BPKB ASLI DIWAJIBKAN UNTUK BBN II ATAU GANTI NOPOL DAN TIDAK PERLU IKLAN KORAN

Sebenarnya semua bisa diurus kawan, asal ada duitnya.. hehehe.. Jika surat diatas belum lengkap sebenarnya ada pilihan instan, serahin aja pada petugas yang bersangkutan, loohh.. bagaimana?? Yaa gitu dehh.. saya aja ditawarin sama petugas tersebut, yaa itu mungkin sampingan mereka, memanipulasi atau menjadi calo tepatnya saya ngga tau, yang saya ingat nama petugas itu adalah pak Asep, petugas samsat cibinong, tetapi saya lebih memilih urus sendiri semuanya, lohh.. orang biayanya mahal banget sampai Rp 850.000 (plus pajak saya yang udah jatuh tempo). Padahal saya udah baca di mbah google sebelumnya, biaya urus STNK yang hilang Cuma Rp 50.000, hehehe.. saya bingung juga sih gimana urus surat-suratnya lagi, akhirnya saya lebih memilih duduk aja di kursi antrian, dan saya coba lagi kepetugas yang lain untuk menyakinkan, di petugas yang ini saya dikasih form kelengkapan lagi, saya jawab aja belum lengkap, ehh terus ditawarin lagi bisa dibantuin katanya, dengan biaya Rp 560.000 non pajak.. Wahhh..! bingung saya biayanya mahal-mahal, ehh kebetulan banget tiba-tiba seorang wanita cantik dateng menghampiri petugas (tapi sayang sama suaminya.. hehehe.) ternyata mungkin ini yang dinamakan jodoh.. hehehe.. jangan berpikir yang ngga-ngga ya kawan, maksud saya jodoh untuk saya tanya-tanya, orang dia udah ada suaminya kok.! soalnya si mbk e yang cantik ini punya kasus yang sama dengan saya, setelah si mbk ini menyerahkan berkasnya kemudian dicek petugas, dan kemudian petugas bilang sudah lengkap hanya kurang pernyataan STNK yang hilang ajah, sii mbk yang menuju ke tempat fotocopyan buat beli form surat pernyataan saya ikutin ajah. Saya tanya-tanya deh, ngurus surat ini dimana ngurus surat itu dimana, untung sii mbknya baik banget mau ngasih tahu saya semuanya, hehehe.. dari info si mbk tadi Saya langsung cabut aja ke Polres, disana saya coba tanya-tanya (karena tepatnya luas), buat urus surat ini dimana, buat urus surat itu dimana, saran saya jangan sampai salah tanya kawan, ternyata di Polres juga ngga bersih dari yang namanya calo, lahh orang saya salah tanya orang, saya tanya ehh malah dia bilang malah mau ngebantuin, saya pikir itu orang petugas kepolisian toh seragamnya putih dengan lambang merah di pundaknya. Ehh ternyata dia minta Rp 150.000 buat urus tiga surat, saya tawar Rp 50.000 dia ngga mau, ehh saya taikin jadi Rp 100.000 dia tetep ngotot ngga mau, “ini kan tiga surat” katanya tegas, ketika saya yakin ini calo saya ambil lagi aja berkas-berkas yang tadi saya berikan ke dia, “saya urus sendiri aja pak” tekan saya, ehh ya udah Rp 100.000 aja ngga apa, dia menjawab lunak, “ngga..! Saya mau urus sendiri ajah” tegas saya.. Rp 100.000 ngga apa-apa, katanya masih memaksa, saya ambil aja langsung suratnya. “Orang lagi kesusahan sii malah dimanfaatin begini” pikir saya. Akhirnya saya tanya-tanya aja lagi kepada polisi yang berseragam untuk membuat BAP, Keterangan tidak terlibat laka lantas, dan Surat Ket STNK tidak sedang Reg tilang. Jangan salah kawan, ini tempatnya masing-masing berbeda, jadi kita butuh banyak tanya di sini dan dibutuhin juga kepekaan kita supaya ngga dimanfaatin sama calo, satu lagi banyak doa… hehhee itu mah dari awal kali.. Alhamdulilah setelah tanya sana tanya sini akhirnya beres deh urus surat-suratnya, administrasinya cuma rp 15.000 itu diminta hanya pada pembuatan Surat keterangan bahwa STNK tidak sedang Reg tilang, urus surat lainnya gratis kawan, kalaupun dipinta paling seikhlasnya tanpa ditarif. Inget ya kawan, kalau kita udah datang disana, baik polres ataupun samsat, ngapain segala pakai calo, kalau memang awalnya pengen diurus sama calo lebih baik menggunakan jasa yang ada di dekat wilayah kita, jadi ngga perlu ke Samsat segala. Cerita ini sii belum selesai, karena saya sedang menunggu proses pembuatan KTP, setelahnya saya siap maju lagi ke Samsat (InsyaAllah tanpa calo..)Hehehheehe).

Samsat_Cibinong

Seminggu berlalu setelah pembuatan surat-surat untuk pengurusan STNK yang hilang itu, KTP saya udah ada, jadi amunisi saya lengkap dalam kondisi siap tempur, kali ini saya tentu makin PEDE, sampai di samsat, masih sepi karena masih sangat pagi, saya tunggu sekitar setengah jam sampai petugasnya datang, ketika petugas datang maka bersiap-siaplah saya menghampiri, saya serahkan dengan PEDE-nya itu semua berkas-berkas, tahu ngga kawan ternyata masih ada lagi arsip yang harus diurus, beuhhh… nurun lagi deh PEDE saya, pertama cek fisik kendaraan saya belum ditandatangani dan belum ada stempel bukti cek fisik, yang kedua adalah pengarsipan di gedung arsip, yaa sudahlah, dari pada banyak ngeluh lebih baik saya maju lagi, pertama saya urus dulu ke pengesahan cek fisik, tak ada biaya administrasi kecuali pada gedung arsip yang meminta biaya administrasi seikhlasnya, saya kasih aja Rp 5000, makin lama makin sadar saya dari awal diminta seikhlasnya saya kasih Rp 20.000 untuk surat keterangan hilang, di POLRES diminta seikhlasnya masih saya kasih Rp 20.000, di bagian cek fisik diminta seikhlasnya saya kasih Rp 15.000 dan yang terakhir ini di gedung arsip diminta seikhlasnya saya kasih Rp 5000, hehehe… (makin sadar sambil belaga pelit), akhirnya beres semuanya, dan saya serahkan kembali kepetugas pengecekan berkas, ehh petugas malah menyerahkan form buat diisi, form keterangan bahwa saya akan mengganti nomor polisi kendaraan saya, sesuai dengan peraturan yang sudah saya jelaskan di atas, setelahnya tinggal tunggu dehh sekitar setengah jam, sampai tiba panggilan atas nama saya, dan kasir laki-laki yang memakai seragam itu menyebutkan nominal Rp 316.400 (plus pajak 1 tahun) dan kemudian saya menunggu kembali untuk pencetakan STNK baru, Alhamdulilah akhirnya beres semua.

kalau dirinci biaya pengurusan STNK plus pajak satu tahun saya adalah sebagai berikut:
– Urus KTP hilang Rp 40.000 (kalau KTP tidak diurus lebih dahulu STNK tidak bisa diurus)
– Biaya keterangan surat hilang di Polsek Rp 20.000 (tidak ditarif)
– Biaya cek fisik mesin motor Rp 15.000
– Biaya keterangan surat bahwa STNK sedang tidak di tilang Rp 15.000
– Biaya di pengarsipan surat Rp 5000
– Biaya STNK plus pajak satu tahun Rp 316.400

STNK

Nah silahkan dipratekkan bagi yang membutuhkan ya. Semoga artikel ini manfaat.