Arsip Bulanan: April 2014

Suatu Masa

Ada suatu masa, di mana kita tak lagi mampu membedakan antara benci dan cinta, dan karenanya kita membiarkan burung-burung dalam hati berkicau lirih, dan saat itu kita memilih menepi dan memikirkan satu hal yang sama, Apakah perpisahan sebagai solusi atau … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi | Meninggalkan komentar

Merasakan takut

Saya lumayan takut untuk memulai, mungkin sama takutnya dengan seorang bayi yang baru melihat dunia dengan mata kepalanya, mungkin setiap bayi yang dilahirkan merasa khawatir karena dunia tidak senyaman perut seorang ibu atau mungkin dia sedang merasakan udara yang dingin … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Curhat | Meninggalkan komentar

Di Penghujung Senja

Ku tatap rindu menawan ketika sore menunjukan warna yang tak biasa. Bayang mentari yang menguning mengantarkannya kepada senja. Aku selalu merindukan peristiwa ini, peristiwa yang sudah lama rasa-rasanya hilang entah kemana. Bukan senja yang menghilang tetapi kau ya kau, sosok … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Meninggalkan komentar

Hanif (Dzikir dan Pikir)

HANIF (Dzikir dan Pikir) Oleh : Reza Nufa Harga : Rp. 45000 Ukuran : 14x20cm Tebal : 384 hlm Terbit : Mei 2013 Penerbit : DIVA Press Saya tertarik dengan Novel ini ketika seorang teman yang juga seorang penulis memberikan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Review Buku | Meninggalkan komentar

Pertama Kali Saya Mengumandangkan Adzan (curhat)

Dulu, ketika menjadi santri TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an), saya pernah dipaksa mengikuti lomba Adzan oleh guru, karena memang khusus untuk lomba Adzan semua santri lelaki wajib ikut, dan ikutlah saya, dan jreng.. hasilnya bagaimana?? Saya adalah satu-satunya santri yang salah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Curhat | Meninggalkan komentar

Untuk Gadis (cerpen)

Akhirnya kita bertemu di sini, di sebuah tempat yang membuat kulit mengigil, tepat di pemakaman sepupumu itu, waktu berjalan sangat cepat, mengalahkan rasa yang sudah tertinggal jauh di belakang, Kamu telah kehilangan sepupumu itu dan Akupun begitu, air mata yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Meninggalkan komentar

Gadisku yang hilang

Daun jatuh bersama tetes air hujan yang masih basah, sejenak memberikan suasana sejuk akan terik yang tadi siang begitu pengat. Aku masih di sini, di sisi jalan yang tak bernama, menemani setiap jejakmu yang hilang pergi, rasanya baru tadi pagi, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Meninggalkan komentar

Lelaki cermin (Cerpen)

Lelaki itu menatap wajahnya tepat di depan cermin, kemudian ia bergumam “Adakah manusia penyepi selain diriku di dunia ini?, Tentu saja ada” kemudian ia menjawab sendiri seakan-akan lelaki yang di dalam cerminlah yang menjawabnya, begitu setiap harinya berulang dan berulang, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Meninggalkan komentar