Arsip Bulanan: September 2016

Asam manis menjadi pengangguran.

Kira-kira apa ada manisnya kalo jadi pengaguran? Bukannya cuma rasa asem kecut doang yang bisa dirasain? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di otak saya.

Asem, yaa bener, dengan umur saya yang menuju 27 tahun, kali ini saya lebih memilih mengabdi menjadi seorang pengangguran. Kenapa? Sejak hampir 7 bulan lalu memutuskan berhenti bekerja saya boleh dibilang aktif menjadi pengangguran. Bukan pengangguran yang bener-bener nganggur, tapi lebih kepada freelance dan usaha. Alhamdulillah semua berjalan baik, walau tidak bisa dibilang sangat baik. Hehehehehehee……

Mau tahu apa aja yang saya lakukan setelah memutuskan berhenti bekerja?

USAHA

Saya buka usaha jasa pembuatan taman, pembuatan saung gazebo, pembuatan kolam minimalis.

Alhamdulillah ini sudah lumayan berjalan.

JADI DROPSHIPER

Saya juga membuat banyak fanspage fb jualan yang menjual berbagai macam barang, yang barangnya dari dropship dari teman. Ini beneran ngga ribet deh, yang penting kita lebih tahu dahulu prodak knowledgenya. Nah, biasanya saya iklanin via facebook Ads

FREELANCE

Karena sebelumnya saya ngerti dunia Layouter buku, maka masih ada beberapa pendor yang mempercayakan layout bukunya di saya. Alhamdulillah masih berjalan.

 

KENDALA

Apa kendalanya? Hm, jujur kendala yang paling tinggi adalah balik ke pribadi, bagaimana menjaga mood buat ngerjain sesuatu, dan bagaimana tidak tergoda untuk facebookan melulu, nonton tv atau yang paling menggoda adalah leliguran.. Hehee…

 

MASALAH

Masalah yang muncul adalah pendapatan saya menjadi tak pasti.

Yang paling tragis adalah waktu pengerjaan saung gazebo proyek 36 juta di kementrian keuangan. Dari proyek sekitar 25 hari lebih itu saya kebagian Rp 200 ribu. Hm, jauh banget dari nominalnya yang besar. Syukurnya saya bisa bantu tukang-tukang dan teman buat jadi wasilah jalan rezeki mereka. Dan itu adalah salah satu kebahagiaan pribadi.

Prodak Dropship kadang prodak knowledge saya masih rendah, jadi kalau ditanya pelanggan ada hal-hal yang belum saya ketahui. Sehingga ini lumayan menyulitkan. Beberapa barang memang secara fisik saya sudah beli. Dan ada juga yang belum pernah saya ambil samplenya. Dan ini yang lumayan menyulitkan, karena saya belum begitu mengerti dalam pengoperasian.

Kalo Freelance layout masalahnya kadang saya sudah sibuk dengan bisnis lain, hihiii… ini yang membuat saya begitu takut membuat jadwal molor karena ngga kepegang, selama ini saya siasati cuma mengambil layout-layout mudah saja, supaya semua kepegang.

 

Dari semua itu, jujur saya masih mengexplorasi, kira-kira apa yang akan saya fokusin, apa terjun kedunia lain, atau tetap bertahan dan fokusin salah satu diatas. Hm, sungguh itu bikin galau. Sejak proyek di kemenkeu itu jebol saya sedikit down di dunia jasa pembuatan taman, jadi bingung lagi, kira-kira apa yang akan saya lakukan setelah ini.

Kalo dropship saya masih agak bingung, karena ada beberapa komplain pada barang-barang yang saya jual.

Kalo Layout saya tidak berharap banyak dari situ.

 

Semua ini membuat saya sedikit goyah, kira-kira mau ngapain lagi. Seorang teman minta dibuatin iklan atau web jasa pembuatan tralis, atau ada juga sumur bor. Tapi saya sedikit khawatir teman tersebut benar bisa pegang, atau cuma luapan sesaat. Karena ini terjadi juga ketika saya membuat Jasa tukang cat yang sekarang terbengkalai, karena teman yang awalnya komitmen buat itu memilih asik sama kerjaan pribadinya sekarang, tak mau, atau tak bisa mobile mengurus jasa tukang cat, seperti survey dan segala macamnya. Mungkin karena dari beberapa survey belum ada yang deal, sehingga membuat dia malas. Hahaha….

PILIHAN

Hm, kalo yang untungnya lumayan besar kemungkinan saya akan jualan property ajalah, sudah masuk grup whatsapp salah satu property mungkin kini tergantung saya pribadi, apa mau benar-benar mendalami, atau numpang lewat aja. Kalo lihat pembahasan di grup secara untungnya saya sangat tertarik. Lumayan gede lah itu, sambil berjalan usaha yang ada saya akan mencoba belajar jualan property, sepertinya ini menjawab kegalauan saya.

 

KOMITMEN

Nikah itu komitmen, tapi komitmen di sini ngga ada hubungannya sama nikah. Hahahhaa… Saya ingin komitmen, memperbaiki gaya hidup, pertama udah jarang olahraga, tidur jam 9 atau 10 bangun setengah 5, hm… ini gaya hidup normal saya. Kemarin sudah olahraga, bagaimana caranya saya akan meningkatkan intensitasnya. Kemungkinan 2 minggu kedepan saya juga mau beli sepeda gunung, buat ngegowes. Nah, masalah tidur, sekarang saya ingin mengubah jadi tidur jam 9 atau jam sepuluh bangun jam 3, atau maksimal jam 4 udah bangun dan rapih siap ke masjid deh.

Chat-chat-chit-chet

Jujur, sekarang-sekarang ini waktu saya juga banyak dihabiskan di grup Whatsup, ngobrol-ngobrol seru, ini itu dan banyak juga bahasan bagus-bagusnya. Sepertinya ini juga akan saya coba kendalikan.

 

Hm, apalagi ya?……

Doakan yaa teman, supaya saya bisa jalanin semua. Syukur-syukur tetep bisa nulis satu hari satu postingan di sini.

Sampai berjumpa lagi, Illa Liqo Fii Amalillah…

Iklan

Orderan Besar Untung Kecil. Syukuri Dulu..

Lebih besar pasak dari pada tiang. Pribahasa ini sudah sangat dan amat populer di telinga kita. Apalagi buat kalangan orang yang lagi merasa resah, galau karena ditinggal pacar. Hufh ngaco banget ya saya. Hahaha… Maksudnya buat orang yang sedang merasakan pengeluaran seabrek ehh pendapatan secuil. Ada yang pernah merasakannya?? Kalo begitu saya mau cerita sedikit mengenai kegalauan pribadi di sini.

Mendapat orderan 36 juta.

Hati siapa yang tak berbunga kalo mendapat orderan dengan nilai yang lumayan besar, saking berbunganya saya sampai lupa kalo sampai hari ini belum menikah. Hahha… Lupakan… itu cuma kode minta dikenalin cewek. Yaa, saya mendapat orderan yang lumayan besar, dengan nominal 36 juta, untung yang bisa diraih paling sedikit 20 %, itu sih baru hitung-hitungan s. Maka dimulailah semua pengerjaan, persiapan 20 hari sampai finishing bisa selesai. Beda hitungan beda pula real nyata di lapangan. Perhitungan kalkulasi pengerjaan ternyata meleset ditambah lagi banyak komplain mengenai kurang ini itu. Akhirnya biaya operasional membludak. Tapi saya belum terlalu khawatir, karena yakin masih ada untungnya yang lumayan. Sayangnya lagi-lagi saya salah hitung. Setelah uang diambil di bank, mulailah perincian saya mulai sedetail-detailnya. Dan ternyata dari orderan 36 juta saya kebagian 200 ribu, hahahhaa…. Lumayan kan?? Alhamdulillah semua yang membantu prosesnya kebayar dengan wajar. Cuma bagian saya yang ngga wajar, dapet orderan 36 juta kebagiannya 200 ribu. Hehehehe… Ini jadi pengalaman yang amat berharga agar kedepannya saya makin pinter kalkulasiin ini itu. Demikian curhat pagi ini. Ohh, iya, ngomong-ngomong sudah lama juga ngga nulis di sini. InsyaAllah saya bakal rajin lagi nulis. Doakan saja ya teman.

Catatan Ringan

Seorang teman facebook kemarin mengirimkan pertanyaan melalui chatnya. Kira-kira pertanyaannya begini.
M: “Mas, mau tanya.. Hm,….Boleh ya..”

Saya: “Yaa boleh dong, masa saya larang”

M: “Apa laki-laki memandang perempuan itu melulu tentang fisiknya ya?”

Jreeeg, pertanyaan yang bikin kaget juga mendapatinya.Gimana jawabnya, walau saya lelaki sungguh itu pertanyaan yang sulit, karena jawabannya akan sangat relatif.
Untuk mencairkan suasana maka saya jawab aja pertanyaannya seperti ini.

“Pertanyaannya sulit banget buat dijelasin. Mau jawabannya kaya gimana nih? Apa yang mau relegius atau mau yang logik, atau yang pake perasaan, Ckckckc… Becanda Mb…”

Nah, balik lagi kepertanyaan, Apa laki-laki melulu melihat fisik. Pada pandangan pertama mungkin iya, fisik jadi punya kesan yang dalem buat laki-laki, tapi siapa yang mau kalo cewek sifatnya buruk walau fisiknya cantik. Mungkin bagi yang dibutakan oleh kecantikan tetep aja mau. Balik lagi kepilihan masing-masing. Tetepi bener sih, fisik punya nilai juga buat laki-laki. Bagaimanapun laki-laki kodratnya memang makhluk visual, tetapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu orang yang baik-baik. Tapi ada lagi yang lebih penting dari itu semua. Orang baik-baik yang cocok itu jadi lebih penting. Karena ada orang baik-baik yang belum tentu cocok sama kita.

Demikian penjelasan ngawur sayah pagi ini, menerima pertanyaan yang bikin bingung jawabnya…

Ckcckckkc… Satu hal yang membuat kita menjadi menarik selain fisik itu adalah percaya diri (berkarakter), menerima dengan keadaan kita sekarang, bukan mengutukinya, kalo kata bapak-bapak motivator fokus kepada kelebihan (apa yang kita punya) bukan fokus ke sesuatu yang tidak kita miliki.. Fisik itu penting tapi jauh lebih penting sifat menerima, lepas, dan itu yang membuat kita jadi berkarakter, gak minderan. Ingetkan rumus “Kalo bersyukur maka akan ditambah, kalo kufur?” Banyak kok laki-laki yang jatuh hati ke wanita yang biasa aja, tapi berkarakter..

 
Terima sajalah, apa yang sudah ada, tapi bukan berarti kita menerima tanpa melakukan yang terbaik.. Kata bapak-bapak motivator hasil dari upaya terbaik kita tidak lain dan tidak bukan campur tangan DIA. Ada orang yang melakukan upaya terbaik aja belum sudah nyerah dan nyalahin DIA.

 

M: “Makasih ya mas, jawabannya mencerahkan, cocok jadi bapak-bapak motivator, kadar iman saya memang lagi di bawah, hm, harus bisa meneguhkan diri, makasih atas diskusinya yaa…

Saya; “Sama-sama, sebenarnya saya juga masih suka galau, tapi jawaban itu dari berbagai refrensi yang saya baca dan tonton”…

 

M: “Lohh, sama wae tohh yaa”..

 

Dan kitapun saling tertawa…….

 

Kesimpulannya galau memang sifatnya manusia, ada yang galau karena merasa kurang dari segi fisik, finance, dan sebagainya deh, loh dalam Al-Quran sendiri dah dibilang kalo manusia diciptakan dalam keadaan keluh kesah. Jadi galau adalah sifat bawaan manusia, yang penting adalah bagaimana kita bisa menyikapi kegalauan itu menjadi lebih baik, lebih positif dan tentunya malah membuat kita makin berdaya…

 

Salam Super… Ehh saya bukan Mario Teguh ya…