Arsip Bulanan: Januari 2015

Senja, Rapuh dan Yang Berpunya

Di sudut-sudut kecil kau mengigil menangisi senja yg rapuh. Mungkin keruh oleh hati yg bergemuruh akan dosa di pelupuk mata. Di dasar jurang itulah kau mengadu, mengambil jarak terdekat kepada yang berpunya. Senjamu memang telah rapuh bahkan hancur dalam keluh … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi | Meninggalkan komentar

Antara kucing, jakarta dan cinta

Hari ini si belang kucing peliharaan saya di rumah bulak-balik mendekati si merah kucing peliharaan saya lainnya dengan terkesan bermaksud menyerang, sayapun mengusirnya dengan memukulnya berkali-kali, tetapi bukan malah kabur atau lari, si belang malah berlaku manis, menjatuhkan dirinya ke … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Bapakku sang pembuka jalan kebenaran

Tubuhku tersekat, napas tersenggal dalam, ku tatap kembali wajahku di cermin spion motor yang terparkir di pinggir jalan, air mata terlihat mengatup, memaksa keluar, sementara sifat kelaki-lakianku berucap jangan, memaksa berlaku gagah, walau akhirnya mengalah. Apakah lelaki tidak boleh menangis? … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Meninggalkan komentar